ketika aku jatuh cinta

maret 2009,

photograph me / mcftmrtshsn
tools  Kodak Digitals Semi Pro Series
Year/place 2009 / Pontianak
word Me / 2009
 
 
================================================================
 
 
 

Aku bersumpah, sekali lagi aku bersumpah, demi lorong lorong gelap lembab di depanku, demi secangkir kebebasan yang kau miliki, yang kau genggam dengan tangan berlumuran darah, demi belati yang pernah mereka tusukkan ke jantung jantung tak bernyawa. Terbayar semuanya oleh air mata dan desah, kebenaran yang membuat hari hari mereka terbelenggu, hariku…kini mulutku..kata kataku

Ini diriku dibalik jeruji, tak berdaya, gerigi tak mampu menyapa, bungkam bukan seribu bahasa di tengah kebisuan, hanya tangis hampa, cukup sudah manusia manusia seperti kalian mengembargo ragaku, gossip gossip tengik picisan, tanpa ampun kalian hantam aku…hinga mati, terjebak dalam formalitas break even point harian, teorika adam smith, revolusi marketing modern Philip kotler…, hinaan cacian, ah jemunya

Pernah kah kau bertanya tentang cahaya, pernahkah kalian merasa dalam sungai suangai atlantis, salju alpen, anggur venezia, merasa sejuknya angin pompei sebelum vescuvius mengmbil kegembiraan itu semua.. mengubur dalam debu di tengah puing puing harapan yang tersapu bersih, menyisakan pilar pilar rapuh..

Jeruji ini metaphor konyol kehidupan yang tak mampu untuk merasakan hangatnya sebuah senyuman indah seribu kali lebih hangat daripada hangatnya taman taman babilon dan bunga bunga yang merekah, indahnya raga nya yang hanya mampu kulihat dari balik jeruji, di balik cengkeraman borgol karatan yang tak pernah di braso, seribu kali lebih berkarat daripada lemari besi zaman batavia..hantaman peluru yang bertubi hingga menyayat jiwa… lebih dalam dari lautan yang menelan titanic, seharum angin carphatya dari selatan.

Sekali lagi bodohnya aku hingga terjerat di sini, jeruji kotor…mati, ah sialnya, aku di sini mengharap sinar dalam gelapnya jeruji, tengiknya sekelilingku, hingga kini senyum yang sama adalak momok bagiku,

Kini mawar yang sama jadi miliknya, kini mawar yang sama kembali kau tusukan durinya ke lenganku, yang darahnya membasahi belenggu penyesalan di balik jeruji, aku kremasi jasad pengecutku , habiskan amarah, mengkikis kesombongan bodoh, hingga aku bukan menjadi aku yang penuh harap, tapi aku yang selalu berharap memetik mawar merah seindah halley yang melintas di kegelapan malam walau hanya beribu tahun lamanya..mawar yang sama yang kini di genggamannya, mawar yang pernah tumbuh di dalam hatiku yang bersinar terang, berwarna warni seindah aurora artic

Sekali lagi aku ingin bersumpah demi tulang tulangku yang remuk, aku akan memetik mawar babilon indah, aku tak ingin jeruji ini selalu membelenggu, aku tak ingin karat ini meng infeksi seluruh nadiku hingga ku terkubur di sini selamanya…..

mcftmrtshn (2009) / photograph by : me / mortishen.deviantart.com

================================================================

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. Nice framing.

    Balas
  2. kata-kata yang cantik

    Balas
  3. Wahhhh… lagi galau nih kayaknya… 😛

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: