kenyataan……

it getting hard everyday, were stay here face all the problem, challenge and more unsatisfaction hope

belakangan ini aku cenderung paranoid (what the hell) beruntung aku masih waras, dan gak gila. Terus terang, kenyataan akan keterpaksaan resign dari pekerjaan dari seorang account officer atau marketing pada sebuah bank mediocore membuat tekanan mentalku menjadi jadi.

For you know why, pada mulanya pekerjaan yang mengharuskan aku bertemu banyak orang dan crossing to market seolah mendoktrinasi otakku, dan sekarang ketika aku di paksa untuk pisah dengan profesi tersebut seolah kepalaku serasa di timpa beban ribuan ton, berhari hari, berminggu minggu lamanya aku sungguh menjadi paranoided, apalagi ketika melihat berjejernya toko toko di sepanjang jalan yang seolah memanggil manggil untuk minta di prospek sangat sangat menyiksa belum lagi panggilan dari nasabah2 yang baru saja butuh modal…oooh dari dulu kalian semua kemana…

Baiklah, semuanya bermula pada sisi diriku yang mengutamakan komitmen untuk memberikan yang terbaik pada tempatku bekerja, mungkin ini adalah pesan ibuku, pesan keluaga keluargaku yang menurunkan idealisme kejujuran, anywhere and anyplace, whetever that you are,

Keputusan untuk mundur aku rasa merupakan pilihan yang cukup baik, mengingat teman temanku banyak yang mempertahankan pekerjaanya dengan cara cara unfair, dan selalu seperti itu, bahkan ya kalau mau sukses di jaman sekarang memang harus seperti itu

But ini kan cuma contoh cuplikan kecil, contoh bahwa idealisme turun temurun terkadang enggak bisa aku jadikan patokan, mungkin apa yang kami anggap baik belum tentu baik buat kelompok lainya, lalu aku selalu berpikir, ketika aku saja ketika sudah “dianggap” tidak memenuhi ekspektasi para manajemen, dan harus di paksa untuk mengundurkan diri, lalu bagaimana perlakuan buat para petinggi petinggi di negeri ini..? mereka yang menjabat dirut perusahaan milik negara..? pernahkan kamu melakukan voting bagaimana penilaian kamu terhadap anggota parlemen di negeri ini..? menurut kamu sudahkan  mencerminkan sebagian kecil saja kesuksesan mereka dalam mewakili rakyat kita yang majemuk..?

Tentu tidak kawan mereka adalah sosok kegagalan yang sesungguhnya, entah kenapa di negeri yang seolah olah terdiri dari pelawak ini, aku heran sekali ketika ada hakim yang memutus bersalah seorang pencuri sendal yang ternyata enggak sesuai dengan hasil yang di dapat sang “terduga” pencuri…”pathethic” so bagaimana mereka para hakim, para penegak hukum bisa memutuskan perkara sepele sangat cepat, bagaimana dengan kasus century, wisma atlet dll…apakah ada jawaban, satu satunya kata kecil dari saya “mending mundur saja “ pak/bu

Ya, kami memang orang kecil yang selalu di perlakukan tidak adil, aku Cuma orang apatis yang sudah tidak tau lagi mau kemana untuk mengadu di negeri ini, dan sangat sedih ketika para pemimpin di negeri ini terdiri dari para pelawak, penipu dan pencuri yang enggak mengundurkan diri walau mereka sangat sangat tidak pecus mengurusi tanggung jawabnya

Semoga saja apapun yang terjadi, aku hanya ingin menjadikan komitmenku, komitmen keluargaku menjadi stimulan bahwa ketidak adilan semuanya akan di balas oleh yang maha kuasa

Amin – in god we trust

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: