Pontianak di Era 2000an

——————————————-
hahahahai, what a riddicolous thing when you tell it  nowaday, but it very fun use to
——————————————-
 
 

Bagi yang pernah menjadi ABG di pontianak pada era tahun 2000 an mungkin sebagian besar pernah merasakan eforia yang sama, di mana di masa itu sangat sulit bagi kami untuk memperoleh ruang ekspresi yang lebih bebas dan luas, saat ruang gerak berekspresi dan fasilitas sangatlah terbatas ini teru berkesinambungan sampai pada tahun 2004/ 2005 di mana akhirnya pada era itu sudah mulai munculnya perkembangan scene bagi kalangan anak anak muda kota pontianak, semua indikator itu tentunya dapat kita lihat dari indikator2 seperti, musik, fashion, kreatifitas dan produktifitas berkarya, pergeseran hobby, dan tallent – tallent yang muncul

So what happened in 2000, aku menyebutnya ini sebagai dark age di mana sebenarnya jika kita melihat dari kacamata sekarang, maka kita akan menyimpulkan bahwa kita yang di masa itu sangat sangat krisis identitas…hohoho, so…aku bakal sedikin mengcapture apa aja yang booming di era 2000an itu di kota yang aku cintai ini

1) HIP METAL / NU METAL

So tentu saja kalau aku membahas sebuah budaya entah itu remaja, abg atau apalah, hal ini yang aku singgung terlebih dahulu “musik”, wah, genre sama ngetopnya hardcore di era 2010 ke atas, hip metal merupakan musik yang muncul karena ke jengahan dengan era rock klassik, di mana di jaman ini musik yang sedang di minati adalah musik yang simpel tapi tak kalah keras, referensi mereka tentunya sebagian besar dari radio dan televisi (mtv bagi yang bisa mengakses Tv ini..), dan majalah musik / remaja tentunya, dan berasimilasinya musik seperti ini memang dari sumber – sumber seperti itu, mengingat internet bukan hal yang familiar saat itu, so boleh ketebak, maka toko toko kaset adalah end user bagi tersebarnya playlist – playlist seperti ini, bahkan sebagian anak anak saat itu merequest lagu rock favourit mereka di radio dan merekamnya di kaset, waahhh…repot banget ya…hehe, band – band yang sangat di gandrungi dan di ikuti dalam hal style saat itu antara lain Limp Bizkit, Linkin Park, deftones, Slipknot, System of a down.

2) BREAKDANCE

Berbekal radio type atau mini kompo, dan selembar karpet, diiingi beat beat entah itu musik hip hop atau sekedar house musik, dengan pedenya gerombolan para dancer (baca ABG era 2000 pontianak) jungkir balik, dan fenomena ini sangat sangat menyebar, tidak hanya di beberapa ruas kota yang notabene di sana tempat nongrongnya jago-jago berakdance yang paham benar dengan kultur ini, tapi juga di dalam – dalam gang yang mereka hanya menjadi follower style major saat itu, dan mereka gak mau kalah dengan mereka yang lebih jago atau lebih faham scene dansa kejang kejang ini… break dance juga biasa di pertandingkan di pensi – pensi dan festival musik saat itu

3) FESTIVAL BAND

Sangat terbatas bagi penggemar musik atau musisi muda di era 2000an untuk dapat memuntahkan hobby dan minat mereka bermusik, pengungkapan ekspresi ini masih di batasi keterbatasan ide ide atau referensi segar yang up to date, karena yang ada memang seperti itu itu saja, dan fasilitas yang ada ya sebatas munculnya festival – festival musik, untuk pelajar atau untuk umum, di mana mereka di paksa bermusik mengikuti selera sang juri (kasian banget ya..), dan saat itu musik yang baik masih di nilai dengan skill dan bagai mana si band tersebut menyuguhkan musik yang baik tanpa cela, walaupun masih menyanyikan lagu orang.

Saking boomingnya festival musik era itu, yang mengikuti acara begini sangat banyak, bahkan rundown acara festival bisa sampai jam 2 atau 3 subuh, dan satu band yang tampil ada yang checkin soundnya sampai 2 jam, (aje gile banget) saking maunya kelihatan perfect di depan juri…ckckckckc, parah banget ya..

4) INDEPENDENT, BLIND, THINK, BILLABONG, TRIBAL, DKK FEAT CELANA  BAGGY

Sekarang hayoo, masih ngat merk merk apa aja ya yang sering di pakai mereka mereka mejeng, hehe, banyak banget, akan tetapi ya itu keterbatasan masuknya outfit outfit luar menyebabkan banyaknya outfit KW atau non original yang masuk, ya, dan kami memakainya, itu karena selain keterbatasan akses untuk mendapatkan barang yang orisinil, juga keterbatasan budget kami juga, yang kami selalu ingin di pandang keren di masa itu, selain itu ngetrend nya celana berukuranyang gede gede, yang saat itu sedang trend, yang muncul dari budaya hip hop atau breakdance yang masuk menjadi gaya hangin out sehari hari, dan celana ini juga banyak di pakai buat main skateboard jaman itu, aku salah satunya yang…hehe

5) GENG JALANAN, BALAPAN LIAR JALANAN, DAN MODIFIKASI MOTOR

Whooppss, apa lagi ini, bayangkan benar benar saking terbatasnya ruang berekspresi dan pengaruh luar yang masuk, para remaja  (sebut aja remaja dan pemuda-pemudi ya…hehehe kalau sebutnya remaja kesanya sekolahan mulu, padahal banyak juga mereka yang sudah kuliah di jaman itu dan tingkahnya masih sama) membentuk geng geng remaja, yang membunyai basis masa yang besar besar, (wuiih sereeemmm kalah kalah ormas dong om..?) dan mereka biasanya kngkow – kongkow di tepi jalan dengan motornya di sepanjang jalanan ahmad yani, mungkin di jaman itu ada kebanggaan sendiri kali ya menjadi anggota sebuah geng, ya namanya juga krisis identitas, jadi apa yang di rasa keren di masa itu ya itulah yang mati matian jadi panutan, meskipun tidak produktif.

Selain itu kegiatan mereka antara lain, kebut kebutan di sepanjang jalan ahmad yani, atau Mt Haryono (gor pontianak), wah bangga banget di jaman itu ngebut ngebut dan pakai motor yang di modif abis abisan, sebut saja Posh, belah knalpot, airbrush, klakson truk, ceperin band, dan sebagainya lah

6) KIRIM KIRIM SALAM DAN REQUEST LAGU LEWAT RADIO

Radio memang masih ada hingga sekarang, so jika melihat fenomena kelanjutan dari kongkow kongkow yang tadi, dan di sinilah sebagai salah satu proses masuknya, atau malah menjadi fasilitator ,kebudayaan masa itu RADIO merupakan fasilitas yang sangat di gandrungi dan sebagai salah satu mesin yang memproduksi berbagai macam hiburan di masa itu, banyak acara acara radio yang mempunyai program “kirim – kirim salam” dan request lagu, beberapa radio yang banya peminatnya antara lain Volare FM, Pro 2 FM, Primadona dan lain lain, di mana mereka menjadikan “kirim – kirim salam” jadi ajang bisnis, dengan menjual kartu “kirim – kirim salam” ke pada para pendengar, …..dan kita bisa mendengar sang penyia bercuap, “anu…kirim salam buat 5 huruf di serdam salam nya 6 huruf”…hahahahai, what a riddicolous thing when you tell it  nowaday, but it very fun use to

 ——————————————————————-

Yah itulah hal hal yang masih aku ingat di kala pontianak di masa 2000an, di mana keterbatasan masih mengurung kita ke subcultur yang itu itu saja.

But I m note it di mana pontianak banyak berubah di era 2004 / 2005 di mana banyaknya masuk budaya budaya luar negeri ataupun kota kota besar indonesia lainya, masuknya internet, gadget, dan pusat hiburan yang mulai menjamur merubah karakter remaja tidak menjadi satu orientasi saja, di era ini pula perubahan scene mulai nampak, dengan perubahan dari segi fashion, musik, kegiatan ketiatan berkesenian, dan produktifitas. Bahkan menilik perkembangan scene sekarang Pontianak tidaklah kalah dengan kota kota besar lainya seperti Jakarta, Bandung atau jogja

 Yeah…whatever you will growth, I m still love pontianak

Iklan
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. Ndy`_CooLz

     /  Oktober 12, 2012

    wah.. bener2 mengkritik bung.. sepertinya anda benar2 merasa “THIS IS SHIIT”
    pada saat itu ya ^^

    Balas
    • lunaticmonster

       /  Oktober 13, 2012

      haha ini kan bukan kritikan, cuma kenang – kenangan, ya emang begitulah yang terjadi di jaman itu….( sambil senyum senyum sendiri)

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: