punk rock terdomestikasi..? hahahahahaa……its fun! Hei ho lets go…!

——————————————————————–
Well the kids are all hopped up and ready to go/ They’re ready to go now/ They’ve got their surfboards/ And they’re going to the discotheque a go go/ But she just couldn’t stay / She had to break away /Well New York City really has it all / Oh yeah, oh yeah  (Sheena is a punk rocker the – ramones)
“ I don’t need to advertise my punkness, A real punk doesn’t need to show off,….it`s like a karate man, the karate man bleed on the inside, Areal punk is on the inside”  (mark hoppus)
——————————————————————–

manusiawi jika istilah “Punk hari ini”, ternyata enggak bisa di terima berbagai kalangan, termasuk mereka yang berkecimpung di dunia bawah tanah, yang membiasakan diri dengan aktivitas – aktivitas full anarchy ,anti otoritarian dan sebagainya, entah dalam wujud apa seolah ada sekat antara penikmat punk di dunia yang di buat seolah engak sama, walau pun kita tetap meng-amini bahwa tidaklah ada individu yang punya karakter sama, itu namanya “mutlak”

sebenarnya memang sudah dari dulu juga memanglah tidak sama antara karakter punk (ideology) dengan musik punk, mereka ibarat 2 sisi mata uang logam, berbeda, tetapi bukanlah hal yang bisa di pisahkan. Bagi kita yang mengenal punk dari jamannya mxpx, greenday, blink 182, no use for a name atau the offspring mungkin kita adalah generasi ke 3 (atau saya pernah dengar istilah the third world of punk) setelah dekade 70 dan 80an, di mana musik punk telah bukannya memisahkan diri, tetapi membawa unsur –unsur yang tidak sama dengan di mana punk itu sendiri muncul, akan tetapi sudah barang pasti band-band yang saya sebut di atas dalam sepak terjangnya banyak terinspirasi dari band era 80an seperti dead kennedy`s, dan yang lainya.

hey, this is blink (now we know it blink 182) ini gigs pertama mereka di tahun 1993, saat itu mereka banyak membawakan lagu lagunya nofx dan band band punk 80an

Sebagian besar band – band punk rock dekade 90an amerika merupakan alumni dari Epitaph label, sebut saja ya itu tadi Nofx, Pennywise, Social Distortion atau the offspring dsb, di mana epitaph mulanya menampung band – band dengan karakter politis, walau ada perubahan haluan di mana band – band ini banyak di gandrungi remaja di amerika saat itu, nofx misalnya, akhirnya Fat Mike dengan label Fat Wreck chords nya, hellcat records, geffen dan sebagainya, yang menaungi banyak band dengan musik punk rocknya

hey, ini nofx di gigs tahun pertama mereka di era 80an

Saya berbicara tentang bagaimana musik punk – rock dekade 90an mengintegrasikan subkultur yang berbeda, dan mereka juga mempropagandai subkultur itu ke penjuru dunia, band punk rock 90an, membawa subkultur sendiri melalui musiknya secara tidak sengaja, tanpa ada kesan dipaksakan, seperti fashion, brand, skateboard bahkan lifestyle, ini lekat hubunganya dengan bagaimana punk era 70an juga mempunyai budaya tersendiri ketika mereka lahir dari kondisi yang berbeda, tentunya ini berpengaruh terhadap apa yang mereka sampaikan secara tidak langsung, mereka sama sama lahir di sebuah kondisi dan jaman yang memaksakan mereka untuk melahirkan sesuatu yang memang seperti itu

Salah satu kultur yang mereka bawa antara lain adalah skateboard , banyak band punk rock yang muncul di dekade 90an lekat sekali dengan brand – brand skate, mulai dari outfit hingga sneakers, sebut saja vans of the wall, entah kenapa, sneaker skate itu melekat di kaki mereka, vans sendiri yang kemudian mengendorsement band – band yang rata – rata beraliran post punk ataupun punk rock itu sendiri dalam sebuah parade yang kita kenal sebagai vans – warped tour di amerika sana, warped tour sendiri  pertama kali di gelar pada 1993 dan di buat oleh Kevin Lyman, tidak hanya punk rock yang di paparkan pada warped tour tetapi juga ska, atau metalcore, dan konon band – band seperti blink182, nofx, the mighty-mighty bosstones atau the vandals  lebih di kenal karena mereka pernah manggung di sini, dari komunitas2 ini pula munculnya scene yang kita sebut emo (musik).

Sebenarnya musik punk – rock (n roll) juga bukan hakiki di miliki sang generasi ke 3 era 90an, boleh jadi saat kita mendengan nama the ramones atau G.B.H, ,mereka adalah band punk rock era 70-80 yang tak selalu menyuguhkan lirik – lirik politis buat telinga kita, bahkan skateboard sudah lekat pada punk n roll jaoh sebelum era 90an, seperti lirik the ramones yang di atas “They’re ready to go now, They’ve got their surfboards
And they’re going to the discotheque a go go”
mereka menyebut istilah skateboard yang kita kenal sekarang, saat itu di kenal dengan istilah “surfboard” yang mungkin orang banyak mengenalnya di jaman mereka. Dan, jelas lagi munculnya the ramones banyak menginspirasi band – band punk rock dekade 90an akrab dengan kultur tersendiri, yang memisahkan mana musik punk dan budayanya, dan mana ideologi punk dengan musiknya ,

Punk rock mengusung musik dengan irama yang dinamis, mengedepankan beat dan distorsi gitar yang meraung raung, lirik lirik yang bertema kehidupan sehari-hari, protes, punk rock berintegrasi lagi dengan subkultur dimanapun tergantung tempat mereka tumbuh, dropkick murphy`s misalnya dengan irish punknya,

Tetapi tidaklah mudah membaurkan punk rock dengan mainstream, karena punk rock selalu mempunyai karakter sendiri, apapun jenisnya walaupun tidak selamanya menganut pergerakan anti-otoritarian, sama dengan scene musik indie lainya, transformasi punk dengan pop tidak dapat di elakkan, walau sebatas musik akan tetapi percampuran ini membuahkan hasil beberapa scene seperti melodik punk, atau punk pop, tapi ketika mereka masih bisa bermusik seperti musik yang mereka perjuangkan sebelum mereka banyak di kenal luas, di mana musik ini mulai di minati sebagian besar manusia di muka bumi, punk rock pun mulai keluar dalam konsep industrialisasi musik tidaklah menjadi sebuah hal buruk, punk rock bukanlah identitas, tapi punk rock itu mutlak kepemilikan, kepemilikan apa? Kepemilikan kita sebagai pendengarnya, kita yang menggemarinya, kita yang hobby headbangers di sebuah gigs, kita yang berjuang mati matian bekerja keras untuk menabung uang yang kemudian di belikan tiket konser band punk rock idola kita,

Punk rock itu kepemilikan bagi siapa saja yang tergila gila dengannya, yang jatuh hati denganya, yang terbiasa bersuka ria dengannya, yang menjadikan punk-rock sebagai soundtrack hidupnya, yang menangis bersamanya, berjuang bersamanya, yang menemani hari hari kebersamaan dengan teman teman. bukan identitas bagi sekelompok orang yang mengklaim punk rock di nilai dari sudut pandang egoisitas mereka, punk rock tau caranya bersenang senang di tengah langkah hidup yang semakin berat, jangan salahkan ketika punk rock bertransformasi, karakter siapa saja tidaklah sama, tidak ada standarisasi yang mutlak berkata its not-punk that’s real punk, its fake punk, that the roots, karena punk rock tau caranya untuk bersenang senang, menyatukan berbagai individu dan golongan dalam satu eforia dan sama sama berdansa menuju sebuah titik nol kesenangan kita semua, bukan di nilai dari sekat – sekat yang justru di rasa tidaklah perlu

So, bagi saya musik punk dan budayanya, dan ideologi punk dengan musiknya merupakan 2 hal yang berbeda, tetapi janganlah di bedakan, karena musik adalah obat bius kita semua yang mengantarkan kita semua mencari sebuah kesenangan dan punk rock tau caranya bersenang senang…so yang namanya musik itu di mana – mana di belahan dunia mana sekalipun tetap saja bertransformasi, kita semua bukan individu yang tak selalu apatis bukan, so cuma masalahnya kitanya saja yang mungkin suka atau tidak suka….

hey ho  lets go!

(note : all picture is find by googling and blogzines / i dont have any claim or copyright to use this picture, so with this articles i submite a permission to use this, except nofx by nofxofficialwebsite.com, thank you)
Iklan
Tinggalkan komentar

5 Komentar

  1. Aha, itu Blink182 taun ’93? Ciyusss? Saya aja baru lahir :3

    Balas
  2. agi

     /  Januari 6, 2014

    “PUNK ROCK TERDOMESTIKASI ?” , “Punkrock jadi hiburan di panggung. Punkrock papan iklan berjalan. Punkrock dibayar untuk menghibur.” ~ milisi kecoa. dari liriknya terlalu oxymoron dan dangkal kalau menurut saya, merasa paling mewakili semua punk, dan paling punk haha. fasis sayap kanan memang tidak tahu cara bersenang-senang haha … Hei ho lets go…!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: