kemeja kotak – kotak dan stigmatisasi politik (oh why..?)

 
 
 
—————————————————————————
Kemeja kotak kotak atau Gingham  merupakan identitas dari komunitas mods sejak tahun 60an, juga working class ala skinhead di eropa, sedangkan di amerika sendiri,trend hippy`s atau rude boy sering mengidentikan gingham dengan kehidupan masyarakat jelata kelas bawah dan menegah dan juga bagian dari identitas kelas pekerja di dunia barat.
—————————————————————————
 
 

Lebih lekat dari stigmatisasi seorang Maria Ozawa atau Sora Aoi, atau John Denver dengan musik Countrynya, Fifty Cen dengan Blink – Blinknya, juga gak lebih jelek dari tattonya Sandra Gomez Fuentes, dan lebih menyebalkan dari teriakan hipser di acara dashyat, ketika seorang teman mengidentikan kemeja kotak – kotak yang saya pakai di sebuah acara buka bersama tempo hari dengan salah satu tokoh politik nasional, dan berkali kali hal itu juga terjadi saat lebaranan ke rumah saudara, dan anggapan itu tentunya saya tanggapi dengan senyum kecut, lebih kecut dari cuka buatan toke pasar tengah,

Sejak kapan mindset absurd yang muncul di tengah mainstream yang gak kalah basinya, pertama jelas – jelas saya ini di Pontianak, bukan di jakarta, dan saya tidak peduli dengan siapapun dan apapun dengan masalah politik, menstandarisasi pemikiran sendiri dengan limitasi konyol itu justru memojokkan anda lah, masalahnya saya punya lebih dari tiga atau empat kemeja kotak kotak dalam lemari saya, yang sedari dulu saya pakai sejak masih sekolah, kuliah, hingga sekarang, kemeja yang sama mirip yang di pakai Everlastnya House of Pain atau Fletcher Dragge nya Pennywise di semua foto yang saya dapat di majalah skateboard silam

Dulu kemeja kotak – kotak selalu jadi outfit saya buat main skateboard, rata – rata kemeja kotak – kotak yang saya beli di sebuah penjualan pakaian bekas (lelong) di pontianak yang saya modifikasi lagi, mengingat ibu saya jago jahit, sehingga seolah buatan limited edition dari sebuah keluaran clothing yang hanya bisa di dapat dengat internet. Kemeja kotak kotak atau Gingham (bukan Gangnam..!) merupakan identitas dari komunitas mods sejak tahun 60an, juga working class ala skinhead di eropa, sedangkan di amerika sendiri, trend hippy`s atau rude boy sering mengidentikan gingham dengan kehidupan masyarakat jelata kelas bawah dan menegah dan juga bagian dari identitas kelas pekerja di dunia barat.  Masih ingat dialog Trey sellar (Eddie Murphy) yang berbicara kepada Mitch preston (robert De Niro)  dalam Showtime “kamu selalu memakai kemeja kotak – kotak seperti Nelayan”

apapun yang di identikan dengan kelas pekerja di dunia barat selalu akhirnya menjadi trendsetter di dunia dewasa ini bahkan di indonesia, masih ingat celana jeans ala Levy Strauss, justru trend pakaian kuli jadi trendsetter kelas menengah di indonesia kita ini, dan proses asimilasinya tentulah terbawa arus injeksi musik dan film, fashion magazine dan sebagainya, sehingga banyak pengusaha konveksi memproduksi massal trendsetter kelas bawah di negara asalnya itu

kembali ke politik, saya bukan seorang yang pro atau anti kepada apapun dan siapapun, Cuma rasanya agak risih ketika objek tertentu diidentikan dengan sesuatu yang justrunya jadi absurd, dan ini bisa membuat seseorang merasa tidak terlalu nyaman untuk memakai pakaian tertentu di muka umum, karena outfit seseorang tidak selalu bahkan tidak sama sekali mempresentasikan dia itu seseorang yang politis atau bukan, karena outfit lebih mempresentasikan identitas pribadi pemakainya, so please don’t ever judge Gingham with Politic..! in the past, nowaday and ever…!

================================================================

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: