sebuah klise hitam putih (diantara senja dan cerita kemarin)

 
 

Aku pernah punya masa lalu, dan kini pun akan menjadi masa lalu kelak, milyaran detik kebahagiaan dan tangis pernah ku lalui, aku pernah punya sesuatu yang aku benci, bahkan aku cintai, mungkin kelak ketika waktu telah berubah semua ini akan terbang di tiup angin sang kalam, layaknya senja yang menyapu hangatnya sebuah sore, dan aku pun akan terkenang

Sumpah aku pernah membenci dan mengutuki hidupku, dan berani sumpah aku terkadang bangga setengah mati dengan hidupku, walaupun sebenarnya aku salah tapi aku tidak mau larut dalam lautan romansa emosi sesaat,….bung semuanya bias loh bung. Ya terkadang malam datang begitu cepat sebelum pagi terlambat untuk menampar jiwa jiwa yang lelah akan buaian, cepat sekali, seolah mereka semua berebut menjadi yang paling terdepan

——————————————————————————————
tuhan, jika engkau memfilmkan semua kehidupan yang pernah aku lalui, atau mencatat semua isi hatiku, dan aku hanya berharap, semua itu tidaklah berwarna hitam dan putih
——————————————————————————————

Lalu kemanakah aku ketika aku tersadar bahwa waktulah yang menodongku untuk segera bergegas.. mungkin di saat itu aku masih menjadi rockstar di warp tour, atau tidur dengan vodka dengan para wanita wanita berpenampilan seksi , hmmm bias lagi bias lagi…aku membuat dummy palsu di setiap sisi kenyataan pahit, dan aku masih saja selalu sibuk dengan mimpi – mimpiku, masa laluku dan saat melihat ke depan cermin  berkatalah aku ” kamu itu pemimpi, dan kamu itulah pecundang yang sesungguhnya

Aku Cuma lelah hidup dengan sesuatu yang sama, ketidak adilan, dan aku Cuma bosan melihat semuanya yang berkedok , seolah aku tidak pernah mau menerima apa yang telah di gariskan,…loh ini kan memang konflik,…..aku gak butuh konflik, aku hanya butuh kalian itu paham dengan aku ini seperti apa, dan aku mau kalian seperti apa yang aku mau, ya sulit lah… makanya aku Cuma lelah, mau teriak pun kamu engak peduli, ah bodo amat! mungkin kalian Cuma orang orang beruntung yang dapat banyak keuntungan material yang merasa apa yang aku lakukan selalu absurd dan mungkin kalian berpikir aku hanya orang yang berteriak teriak, mencaci maki hanya gara gara satu kata “kecewa”,

Kini aku hanya bisa tertunduk lesu di iringi playlist yang itu itu saja menyaksikan bahwa hidup itu tak ubah sebuah potret kelam hitam putih yang menangkap jutaan bahkan milyaran emosi yang berbeda dan mencatatkannya dalam sebuah klise memorial yang terekam sangat manis di setiap benak pemeran pemeran picisan kehidupan yang lagi lagi ….bias, dan biarkan aku tersenyum manis di suatu saat kelak…

photograph  me / mcftmrtshn (black and white private edition) Tools Canon Digital Pocket / Photoshop cs3 Place Jakarta Kota Year 2011 – see my gall here (thank for Tika Soraya for the notebook and the photoshop)

 

========================================================

 

Iklan
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. which one is better, to live in a black and white life or in a grey one? because mine is the latter. 🙂

    Balas
    • i thing i want live in colourfull life, but no matter how colored your life, i think some people just say, my life is black and white and no colour! This means I have to spend a boring life… 😦

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: