modernisasi rokok, sensualitas, dan tentunya imajinasi

Photo – suryo ardi a.k.a mcfat mortishen
Tool – Kodak Semi Pro Camera / Photoshop Cs3
Year – 2009

 

Meskipun saya bukan seorang perokok, tetapi menurut saya hubungan sensualitas dan sumber energi inspirasi itu ada di sebatang rokok, sama seperti halnya secangkir kopi, rokok dan kopi merupakan sumber inspirasi bagi yang mengkonsumsinya, tanpa ada sekat gender, dan rokok sering saya libatkan di setiap scene foto saya, bagi saya sebatang rokok dalam sebuah artwork mempunyai sisi mistikal yang cukup dalam, selain sebagai sumber inspirasi, dan sumber sensualitas,

——————————————————
Rokok, selalu hadir dalam kehidupan metropolis, rokok tidak hanya hadir dengan keringat, setoran harian obeng ataupun palu tapi juga simbol seksualitas dan sensualitas sama dengan blackberry dan kopinya seven eleven
——————————————————
 
 

Tidak seperti kafein, Nikotin merupakan senyawa aktif yang dapat berfungsi sebagai stimultan dapa titik – titik relaksasi yang mungkin sahabat baik bagi urat syaraf tapi teman yang buruk buat jantung dan paru – paru, menurut saya hal ini juga terjadi pada amoxillin yang memaksa tubuh memproduksi insulin untuk kekebalan, menurut saya itu dua reksi sejenis,

Rokok, selalu hadir dalam kehidupan metropolis, rokok tidak hanya hadir dengan keringat, setoran harian obeng ataupun palu tapi juga simbol seksualitas sama dengan blackberry dan kopinya seven eleven sama pentingnya dengan kotak make up dan parfum Paris Hilton dalam sebuah tas wanita, jadi gak heran rokok selalu hadir dengan eye shaddow, pensil alis dan lipstik dan pastinya high heels

Dalam sebuah artwork sudah pasti kita ingin hasil yang kita produksi menjadi sesuatu yang punya kesan imajinatif yang dominan tentunya tetap elegan, ketika tidak ada keberatan dari pihak tallent untuk “di tangkap” sisi sensualitasnya tanpa adanya maksud eksploitasi kenapa tidak kita coba untuk menyisipkanya di sebuah artwork agar lebih punya nyawa. Oh ya saya punya anekdot menarik, lets imagine it, dan inspirasi apa yang bisa kita dapat

“di sebuah seven eleven, dan wanita itu masih duduk di kursi itu sendirian, berpakaian kerja, cardigan dan short dress, sibuk dengan blackberrynya dan sebatang rokok di tangannya, dan tiap beberapa detik rokok itu harus bercumbu dengan bibir wanita itu yang mungil, dan seketika hembusan asap muncul di sela – sela bibirnya, nampak jelas merah lipstik itu membekas pada batang rokok yang dia pegang, segelas coklat panas, masih duduk dengan manisnya di mejanya dua jam telah berlalu seorang diri, dan dia masih asik seorang diri, tanpa memperdulikan sekelilingnya yang ramai”

Do you feel the climaks,? Can you take your drawing book and pencil and lets draw the situation, you can make sure the identity of the women, where she been work, and tell more… now you got the epic.

=========================================================

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: