5 Album Nu metal / Modern Rock paling keren (part 1)

Deftones at the Gibson Amphitheatre on the BlackDiamondSkye tour, 12 October 2010.

Banyak hal yang bisa dapat membuatmu tersenyum gembira, tersipu malu atau tertawa bahagia ketika kamu merasa pernah punya masa-masa yang tak terlupakan. Sebuah periode memiliki cita rasa musiknya sendiri, seperti halnya mereka yang pernah hidup pada dekade 60-70an, beruntungnya mereka karena hidup di zaman the beatles, beeges hingga ABBA menciptakan fenomena rock n roll yang diikuti fashion para remaja saat itu, atau ketika remaja 80an mencari sukacita dengan glamrock dan heavy metal, mereka punya metalica, gun n roses, aerosmith dan rekan-rekan.

jauh sesudah itu kamilah generasi terakhir yang merasakan bahwa kami pernah punya masa di mana di radio-radio hingga MTV membawa tren modern rock ke ruang dengar kami, dengan band-band yang memaksa kami untuk mati-matian menabung untuk membeli baggy-pants yang harganya ratusan ribu, atau rela membongkar-bongkar pasar pakaian bekas hanya untuk mendapatkan bad-boy-pants bekas, volcom dan sebagainya

ok. No more bullshit!, saya punya banyak nominasi band-band modern rock keren, yang bahkan hingga sekarang saya tak pernah lelah mendengarkan track-track mereka, berapa banyak yang saya suka..? banyak! Di mulai dari beberapa yang saya catat sangat berkesan. Oops, tenang saja, tracklist ini tidak berakhir di 5 rilisan ini saja, saya akan ulas band lain dan album lain setelah ini, but lets remind the time dude! Get rocks!

5. System of a down , toxicity (2001)

SystemofaDownToxicityalbumcoverAlbum ini merupakan album kedua bagi system of a down yang tidak memerlukan waktu lama untuk eksis di belantika musik metal di seluruh dunia, terjual lebih dari 12 juta copy di seluruh dunia, sebuah prestasi yang lumayan bagus untuk band dengan genre yang baru, di tengah hujanan invasi musik populer di saat itu.

Pada album ini, system of a down murni mengusung membawakan nu-metal tanpa embel-embel industrialis ataupun nuansa hip-hop, walau dalam beberapa tracknya serj tajkian cenderung mengoceh dan menyuarakan lirik dengan tempo cepat Band ini meneruskan tradisi musik modern rock yang lebih memainkan chord yang simpel tanpa eksplorasi gitar yang rumit, di tambah efek distorsi gitarnya Daron Malakian yang di cabik secara seenak hati sehingga membuat backsound yang terdengat “ganas”

Tak ada aturan baku dalam bermusik, dalam track-tracknya system of a down banyak “mempermainkan” ruang dengar dengan beat yang tidak wajar, di awal lagu mereka membangun beat yang pelan, lalu perlahan cepat lalu di beberapa momentum musik menjadi sangat liar dan berantakan, so check it up buah karya manis yang membuat banyak penggemar nu-metal dari kalangan remaja di era 2000an langsung jatuh cinta “chop suey” atau “toxicity”dua lagu yang menempatkan album ini menjadi salah satu album nu metal yang paling di kenang dalam sejarah.

4. Static-x , shaddow zone(2003)

Shadow_zoneKalau ada yang harusnya membuat wayne richard wheels tersenyum puas sebelum kepergianya yang selama-lamanya, tentu saja dia dan Tony Campos sudah pernah membuat sebuah masterpiece di masanya. Di bantu oleh Trip Eisen yang notabene adalah personel band nu metal Dope dan murderdolls mereka merilis “shaddow zone” pada tahun 2003. Tony Eisen menggantikan Koichi Fukuda sebagai former static-x dalam album sebelumnya, walau kemudian Koichi kembali lagi ke band setelah Tony Eisen di tangkap karena kasus pencabulan anak di bawah umur di amerika.

pada album sebelumnya band ini sukses merilis track-track yasng memang secara musikalitas lebih keren dang terkenal seperti “cold” atau “push it”. juga Review dari shaddow zone membuat kita berfikir bahwa album ini di garap lebih profesional dengan output musik yang lebih rapi dalam mixing mereka

Semua track di album ini benar-benar full industrial, dan Seperti kebanyakan band industrial yang musiknya juga mengedepankan efek dan harmonisasi sampling. Dari track pembuka “destroy all” hingga track-track selanjutnya, bagi mereka yang menikmati lagu demi lagu dari album ini dalam format kaset pita, memang harus menunggu side A habis untuk dapat mendengarkan “the only”, sebuah track hits yang di kemas menarik, tak perlu keras untuk biar di bilang metal, dan lagi ini, band ini sudah membuktikanya.

3. Deftones – Adrenalin (1993)

deftones_adrenalineBermula teman sepermainan di sebuah sekolah menegah di kota sacramento, amerika serikat, tiga sahabat menggeluti hobby bermusik mereka dalam sebuah garasi , Carpenter, Chino Moreno, dan Abe Cunningham merintis sebuah prototipe musik yang kita mengenalnya dengan nama “deftones”sebuah panggilan “slang” yang di pelesetkan dari istilah “suffix tones” penamaan penyebutan trend musik yang populer ketika public enemy berkolaborasi dengan LL cool J

Di album pertamanya deftones dengan background penamaan band yang sudah lekat dengan unsur hip hop, band ini pastinya tidak jauh membawakan unsur rapping, dan hasilnya sebuah album keren yang lahir di jaman era heavy metal masih merajai dunia musik di amerika.

bagi pengamat musik rock konvensional saat itu mungkin menganggap kemunculan band seperti ini pada awalnya hanya di anggap kekonyolan mereka yang tak mampu bermusik dan bermain band, sehingga musik yang di hasilkan terkesan “semaunya”

tetapi bagi sebagian penikmat yang berasal dari kalangan muda menganggap apa yang di bawakan deftones merupakan simbol pemberontakan musik karena deftones mengesampingkan estetika musik- musik band metal yang sedang di gemari khalayak banyak

memadukan rap-core dengan distorsi gitar acak-acakan yang terdengar sangat kotor dan berisik mengisi materi album awal band ini, di mana pendengar di paksa untuk meluapkan emosi yang meledak-ledak tanpa ampun, penuh teriakan dan lirik-lirik yang di bawakan dengan penuh amarah tak segan-segan membuat kuping pendengarnya akan terasa berdenging. Simak saja engine no 9, bored, atau 7 word di mana kompilasi lagu-lagu keras keren yang menjadikan album ini menjadi salah satu pionir lahirnya hip metal di seluruh dunia.

2. Linkin Park – Hybrid theory (2000)

81iC_O0ec2LBerbeda dengan band kebanyakan, Linkin Park lahir dari benih-benih berkembangnya modern rock yang di tanam oleh Korn maupun deftones, dari sisi musikalitas. Mereka sengaja keluar jalur dari semua trend musik yang saat itu di era 90an banyak di gandrungi pemuda di negeri paman sam.

Nama linkin park di ambil dari nama taman “lincoln” dan di sempurnakan menjadi nama band mereka linkin park, dan album hybrid theory merupakan kumpulan orgasme dari luapan emosi 6 anak muda yang mempunyai bakat terpendam untuk mengolah musik metal secara digital

Digitalisasi metal secara musikalitas memang sangat kental terasa dalam “hybrid theory”, mulai dari cover art album yang sangat terkesan digitalize, hebatnya cover art album ini di design sendiri oleh Joseph hann sang Dj yang juga menjadi processors dari keseluruhan performance band ini dalam memproduksi musik-musiknya

Kalau anda bertanya, apa sih hebatnya musik LP di album ini..? tentu saja balutan efek sampling yang diolah secara digital untuk menciptakan suasana dan bunyi-bunyian unik yang membuat anda bakal merasa ini sangat berbeda dari band rock lain, dan tidak ada lagu tanpa efek sampling, mulai dari pappercut di track nomor satu hingga, pushing me away, Beruntung mereka punya sesosok Mike Shinoda sebagai frontlinner, selain tentunya mereka punya vokalis kedua Chester Bennington, Mike adalah seorang rapper yang punya tone suara unik, karakter suara yang sangat cocok untuk musik mereka yang penuh distorsi digital.

1. Limp Bizkit – chocolate starfish and the hot dog flavoured water (2000)

71TC4sj6MrLTahun 2000 memang tahun emas untuk kejayaan musik rock modern, baik itu modern rock, hip metal ataupun nu metal, dan bicara soal hip metal, anda seolah tidak punya nyawa ketika anda melewatkan band yang satu ini. limp bizkit, band hip metal asal jacksonville, new york, amerika

Di motori oleh Fred Durst, dan di bawah bendera label Flip record dalam garapanya di chicken starfish and the hot dog flavoured water masih menonjolkan sisi lain musik hip hop, ya! Hip hop dengan musik metal. Berbeda dengan deftones ataupun linkin park yang mengedepankan hanya pada bagian rapping, Limp Bizkit membawakan hip hop secara metal, seperti halnya musik hip hop. Baik secara turntable maupun beat-nya sangat kental dengan nuansa hip hop jalanan Chicken Starfish and the hot dog flavoured water merupakan salah satu album hip-rock yang sukses menggebrak trend musik di seluruh dunia, lewat album ini Limp Bizkit sukses tampil mengisi semua lini mainstream musik membawa trend dan juga fashion ala nu metal mendunia,

Baru memutar playlist kita akan di suguhi oleh track yang benar-benar memuaskan telinga hip metalhead sedunia, hot dog, di mana ruang dengar kita bakan di hajar oleh raungan gitar nan berisiknya West Borland, lalu di lanjutkan Fred durst mengisi rapping-vocal, dan tentunya gesutan turntable ala Dj leathal seorang Dj lulusan grub musik hip hop lawas House of pain mengisi ruang kosong melody dan efek-efek yang biasanya kalau dalam musik legendary rock di sebut “melody”, tetapi tidak di sini, mereka pakai Dj.

so Di album ini juga mereka mengisi soundtrack dari sekuel film “mission impossible”, take a look arraund, sisanya 2 versi lagu rollin yang di bawakan dalam 2 versi berbeda, versi “urban” dan versi “air raid”. Kerennya hampir semua lagu dalam album ini merupakan hits baik di MTV maupun program musik lain, sebutlah my generation, ada pula my way, juga Boiler. Di indonesia sendiri trend hip hop rock mulai menjamur, tampak di jalanan anak-anak brack dancer melantai dengan paduan lagu-lagu yang hampir semuanya di ambil dari album ini, mulai dari hot dog, my generation, Rollin dan sebagainya, menjadi sebuah kenangan manis, di mana zaman hip metal pernah menjadi trendsetter bagi generasi muda

Sentimen Rasis di Kegelapan Bawah Tanah

musik tidak memandang siapapun dan apa latar belakang penikmatnya, musik tidak memilih-milih untuk siapa mereka di ciptakan. Musik tidak pernah memilih mereka harus di dengan oleh kuping putih hitam atau kuning, karena musik itu bersifat universal, Musik tidak pernah membenci seseorang, tetapi seseoranglah yang menggunakan musik untuk senjata melawan apa yang di bencinya

Belakangan di beberapa newsletter dan propaganda dunia indie, saya merasa di ramaikan oleh berita tentang munculnya gigs-gigs yang di motori oleh seorang paranormal senior. Saya kurang begitu paham sejak kapan tokoh yang satu itu mulai terjun ke dunia musik bawah tanah, toh karena saya mengenal dia memang adalah seorang paranormal. Tak lebih. So kemunculanya yang absurd pada skena musik bawah tanah berbanding lurus dengan kontroversi yang buatnya.

sebarkan-sara-petisi-ini-laporkan-ki-gendeng-pamungkas-ke-menkumham

change.org

Gor

Tertarik lebih lanjut, saya mencoba mengikuti kegiatan dalam laman facebooknya, memang agak terkejut karena saya membaca sendiri ada beberapa statement dari dia yang sangat berbau rasis, toh tak dinyana kalau tokoh yang satu ini sejak masa orde baru di kenal sangat vokal mengeluarkan statement-statement antipati terhadap ras minoritas keturunan, dan melihat track record dengan gigs-gigs yang di komandoinya saya berkesimpulan bahwa ini orang punya banyak pengikut, terutama mereka dari kalangan metalhead belia, secara keseluruhan mereka yang haus akan hiburan dan mau bersenang-senang.

Singkatnya, rencananya tokoh ini akan membuat sebuah gigs di kota bogor yang mendatangkan band black metal asal norwegia, gorgoroth. Sebuah acara yang di rencanakan jauh hari dan masak-masak. Hingga pada suatu saat saya membaca statement yang sangat barbau rasis pada laman facebook tokoh tersebut yang di rasa sangat kurang wajar, toh saya sudah terbiasa dekat dengan skena punk di negara ini semenjak saya mengenal internet dan sedari masa-masa remaja mulai menyukai dan mendengar punk hingga di cekoki musik metal oleh rekan-rekan saya, tetapi dari semua itu ada yang janggal dari statementnya. Its weird! Kalaulah saya bilang itu adalah statement penyebaran doktrin kebencian terhadap etnis minoritas di negeri ini, dan bagi saya itu sangat tidak wajar bagi dunia musik bawah tanah lokal.

Respon tidak enak tersebut tenyata juga di rasakan oleh band yang seharusnya manggung dalam acara tersebut, burgerkill memposting pembatalan penampilan mereka pada acara tersebut karena statement oleh tokoh yang memotori even tersebut, dan sikap burgerkill mendapat banyak dukungan dari para fans mereka yang lebih baik tidak melibatkan diri pada gigs yang sifatnya kampanye berbau rasisme. Karena jelas musisi besar seperti burgerkill dalam berkarya tidak memilih memusuhi pihak manapun .

Musik metal memang di adobsi pemuda-pemuda di indonesia dari budaya luar, jelas sekali kultur musik metal lahir dan besar dari luar, kita mengadobsi heavy metal dari amerika, sisanya mencontoh black metal atau grind core yang kebanyakan dari tradisi paganisme eropa. Selanjutnya Di eropa musik metal punya banyak tradisi, mulai dari band komersil hingga band-band yang mengusung tema-tema rasialist, seks bebas, pembunuhan hingga penyembahan-penyembahan yang berbau satanist. Jadi kalau ada yang mengatakan toh memang banyak band metal yang gemar menyuarakan anti-ras tertentu atau agama tertentu memang benar adanya. Banyak sekali band seperti itu di luar negeri

Tetapi dalam mengadobsi subkultur dan tradisi musik luar ke tanah air, saya rasa banyak yang sepakat jika penikmat musik di indonesia tidak mengcopy paste seluruh tradisi hegemonial mereka ke dalam negeri. Penikmat musik sendiri saya rasa sudah cukup dewasa dalam mengadobsi kultur budaya asing, begitu juga dalam hal musikalitas dan tradisinya, apa yang di rasa tidak bertentangan dengan norma sosial negara ini mereka adobsi, tetapi yang buruk mereka tinggalkan, di barat sana memang sebagian besar band dan musisi metal luar negeri lahir dari sektarian atheisme yang paganis, jauh dari norma agama dan sosial. Apa iya kalau melihat band luar punya gaya hidup satanist kita juga harus mengadopsi budaya satanist. Tidak bukan..? termasuk isu-isu berbau rasial adalah isu yang sangat tidak relevan di negara yang berfalsafah “bhinneka tunggal ika” setidaknya kita lebih cerdas memilih dan memfilter apa saja yang kita adobsi

Di indonesia, skena musik bawah tanah itu sendiri lahir dan berkembang dalam sebuah perwujudan perlawanan antara minoritas terhadap dominasi mayoritas untuk menuntut suatu kesetaraan. Sebuah perlawanan kepada dunia mainstream yang di paksakan. Isu-isu kesetaraan dalam melawan kesenjangan sosial sangat kental. Musik metal dulunya hanya di dengar oleh telinga yang punya nyali besar, kini sudah sangat jauh berkembang. Musisi dan band-band metal lahir dan besar, gigs-gigs kolektif mulai menjamur tak hanya di kota-kota besar, bahkan level kecamatan pun pemuda-pemuda tanggung berani mengadakan konser kecil-kecilan dengan peralatan sederhana. Walau dalam ruang lingkup besar mereka tetap menyebutnya kaum pendengar musik minoritas.

bagi saya musik metal atau punk atau siapapun, suara musik tersebut tetaplah sama, karena musik tidak memandang siapapun dan apa latar belakang penikmatnya, musik tidak memilih-milih untuk siapa mereka di ciptakan. Musik tidak pernah memilih mereka harus di dengan oleh kuping putih hitam atau kuning, karena musik itu bersifat universal, Musik tidak pernah membenci seseorang, tetapi seseoranglah yang menggunakan musik untuk senjata melawan apa yang di bencinya

So maka dari itu, saya nggak habis pikir, tokoh itu dalam pergerakan bawah tanahnya bisa menyisipkan karakter dia yang memang sudah dari sananya membenci etnies minoritas, jelas subkultur metal yang di adopsi metalhead di negara kita sudah sangat bagus, sangat di sayangkan ketika ada sosok yang memanfaatkan komunitas penikmat musik keras untuk di paksa memahami pesan doktrinasi kebencian yang tidak seharusnya. Dan Bagi saya pesan antipati terhadap ras tertentu yang dia cerminkan dalam statement-statementnya sarat dan punya potensi di tunggangi oleh kepentingan politis, meskipun dia memploklamirkan setiap parade dan gigs yang di selenggarakanya adalah pertunjukan tanpa iklan rokok dan kepentingan parpol.

Itu hak dia untuk membenci sesuatu, tidak ada larangan bagi setiap individu untuk menyatakan ketidaksukaanya kepada suatu hal tetapi yang harus di ingat, memanfaatkan musik untuk di jadikan alat doktrinasi rasist bukan hal yang bagus. Audiens memang datang berbondong-bondong, mereka ingin menonton band, mendengarkan musik dan berkumpul satu sama-lain, sehingga lama-kelamaan karena di puaskan dengan pertunjukan yang dia buat, tetapi sebatas itu pula peran anda. Jangan paksakan idealisme yang bersifat menghasut kepada audiens yang datang. Mereka Cuma ingin bersenang-senang!

semestinya kalaupun dia punya idealisme seperti itu jangan gunakan kultur musik metal ataupun skena musik bawah tanah, silahkan lampiaskan untuk gabung ke partai politik atau ormas yang punya pemikiran sama dengan dia, kan ada partai politik dan ormas yang sebegitu membenci etnies-etnies tertentu sehingga memaksakan pengikutnya untuk buta akan indahnya perbedaan dan keragaman yang ada pada ibu pertiwi kita.

invasi sawit habisi hutan kami.

pict : mongabay.com

pict : mongabay.com

Sebenarnya tidak percaya bagaimana bisa tanah yang subur begitu kini di terjang banjir, sebuah wilayah yang dulunya masyarakat dunia mengidentikanya dengan belantara tropis tempat bersarangnya keanekaragaman hayati kini berangsur terpinggirkan, menunggu kepunahan ekosistem yang di bunuh perlahan oleh pemodal-pemodal serakah.

Banjir melanda dan menenggelamkan ratusan rumah warga di dusun munying, tatai kuju dan kuala dua kabupaten sanggau. Banjir di wilayah kalbar di awal tahun 2015 tergolong parah, tak hanya di sanggau bahkan wilayah perbatasan indonesia dan malaysia pun di sikat oleh genangan air yang berdampak langsung terhadap kelangsungan penduduk sekitar.

Bencana memang datang atas kuasa tuhan, tetapi bukan berarti manusia tidak lepas dari tanggung jawab dalam perilaku yang kurang baik dalam memperlakukan alam. Apa yang terjadi pada kita bisa jadi semua itu karena kesalahan yang telah kita perbuat, suka tidak suka kita semua harus epakat dengan statement ini.

tanah borneo yang di kenal orang dengan supplai produksi oksigen keseluruh penjuru dunia, di karenakan kawasan ini memiliki hutan hujan tropis yang sangat lebat, sebuah kawasan yang hanya bisa di temui di kawasan asia tenggara dan kawasan amerika selatan.

Harusnya hutan dan tumbuh tumbuhan yang berada di dalamnya bisa menyerap banyak volume air hujan yang turun di sepanjang musim penghujan, tetapi sayangnya hutan-hutan yang dahulu berdiri kokoh selama ratusan tahun harus di korbankan demi kepuasan manusia-manusia yang selalu haus dengan kekayaan dan harta.

Banyaknya wilayah kosong di wilayah kalimantan barat di manfaatkan bagipara oknum kapital untuk mengeruk kekayaan yang sama sekali tidak menguntungkan bagi stabilitas dan kelangsungan seluruh ekosistem alami yang ada. Terakhir ada 18 juta hektar hektar hutan di sanggau, kalimantan barat di babat habis demi keuntungan pribadi pemodal yang tergiur untung milyaran rupiah sehingga banyak hutan yang harus di buka demi tanaman kelapa sawit

Sawit merupakan tanaman yang sangat banyak menghisap unsur hara dan nutrisi yang terkandung pada tanah, termasuk kandungan air, sehingga sawit tidak cocok untuk di sandingkan dengan tanaman lain, perhitunganya jika suatu kawasan sudah di tanami oleh tanaman sawit maka tanah tersebut perlahan akan berkurang kesuburanya.

Invasi perkebunan kelapa sawit di daerah kalimantan barat sebenarnya di latar belakangi oleh kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan penduduk lokal yang cenderung kurang mendapat akses yang layak untuk sarana dan prasarana di daerahnya, sehingga dalam upaya memenuhi ketertinggalan tersebut mereka bersifat terbuka terhadap pemodal-pemodal luar yang ingin menggunakan wilayah tersebut untuk di jadikan perkebunan kelapa sawit

Ada timbal balik dari pemodal yang di berikan kepada penduduk lokal yang mau bekerja sama agar wilayahnya dapat dibuka untuk di jadikan lahan, antara lain pembuatan jalan oleh perusahaan kelapa sawit, perbaikan rumah ibadah hingga tawaran bagi hasil yang di berikan kepada pengurus desa.

Masyarakat awam di daerah mungkin sudah mulai bosan akan semakin kurangnya pembangunan pemerintah yang kurang merata, bagi sebagian dari mereka mungkin sangat spekulatif terhadap tawaran-tawaran seperti pembukaan lahan yang seharusnya mereka jaga sebagai penduduk asli, tetapi apa daya ketika yang mereka inginkan hanya sang pemodal saja yang dapat mewujudkanya,

Para pemilik kebun sawit bukanlah mereka dari kalangan yang tidak mampu, mereka juga bukan dari kalangan pengusaha konvensional, walaupun okelah kalau hanya perusahaan yang khusus bergerak dalam bidang seperti itu wajar-wajar saja mereka membuka banyak lahan,

Tetapi naasnya investasi besar-besaran tiap lahan kelapa sawit di kalimantan barat di lakukan oleh mayoritas aparatur negara yang berkedok investasi masa depan pribadi, sungguh sangat di sayangkan ketika hutan daerah di perjual belikan secara kapling hanya untuk kepentingan pribadi tanpa menyisakan harapan untuk anak cucu di masa depan.

Terkadang berfikir , apa yang ingin manusia dapat sampai harus merusak ekologi ciptaan tuhan yang maha kuasa, apa artinya sekarung uang yang toh tidak dapat di bawa ke akhirat. Mengapa manusia begitu serakahnya demi harta yang mereka toh sebenarnya tidak perlu.

Masyarakat dan para pemodal mungkin terlalu hedonis, memanfaatkan kekuatan, kekuasaan dan kesempatan untuk dapat mengeruk keuntungan dari peluang yang harusnya mereka tidak mengaisnya di tempat tersebut.menghisap keuntunganya dan menyisakan tanah-tanah yang terancam gersang dan tandus.

Jangan salahkan alam ketika mereka marah, tanah dan pulau yang hijau akan berangsur gersang, dan manusia-manusia yang terlalu kenyang hanya bisa tertawa dan mana mau mereka peduli.

why must wayne…? (1965 – 2014)

"Saw III" Special Screening After Party Featuring Static X and Hydrovibe

wayne static RIP 1965-2014)

Sebetulnya kurang percaya ketika dalam sebuah laman facebooknya, Wayne static si pentolan statix-x itu di kabarkan meninggal tanpa sebab pasti, mungkin pada saat yang ama banyak fans yang menganggap berita yang muncul di lama facebook itu sekedar hoax karena berita tersebut mulanya terupdate hanya pada fanspage facebook wayne dan belum ada berita yang pasti yang muncul via mesin pencari google yang di publish di saat yang sama

Tetapi yang meyakinkan dalam catatan profil wayne di wikipedia, pada hari yang sama terupdate tanggal wafat sang rockstar, tepat beberapa jam setelah berita tentang wafatnya wayne static mulai di sebarkan di media sosial ya ternyata benar wayne static ternyata telah benar-benar telah meninggal. Belum ada sebab yang jelas mengapa di usia yang masih produktif untuk seorang musisi yang harusnya bisa menjadi legenda dengan gaya rambut menantang tuhan ini

Wayne static seorang vokalis dan gitaris sebuah band industrial metal static-x yang sudah berkarir sejak tahun 1993 lewat album death winconsin trip sebuah band industrial metal, semua metalhead rata-rata tau dengan band ini banyak yang menggilai tetapi tak banyak juga yang mencibir. Kemunculan modern rock dan indutrial metal memang nggak sepenuhnya di terima para metalhead senior yang banyak membandingkan musik industrial dengan musik metal tahun 80an yang lebih punya gaya heavy.

Tentu beda, musik industrial merupakan sub genre metal yang muncul seiring perkembangan jaman, musik-musik modern rock muncul memang tidak asal berisik dan keras, tetapi punya ritme yang lebih teratur dan lebih sering di terima kuping lebih umum sehingga di gemari oleh kalangan yang lebih muda atau remaja di tahun 90/2000an

modern metal memang tidak sepenuhnya mati, walau rata-rata bertranformasi jadi banyak genre alternatif seperti halnya deftones, wayne static yang di tinggalkan personel band dalam static-x dan mulai berganti-ganti personel sampai pada akhirnya sang frontman ini harus solo karir dengan musik yang sama.

Oh ya, kita flashback! Buat yang masih ingat penampilan wayne pada video kolaborasi dengan linkin park dan the ecutioners dalam track “its goin down”, wayne static mengisi gitar dalam track ini dan muncul dalam video. Tetapi sayangnya meskipun mengisi ritme gitar dalam track dan bahkan muncul dalam video nama wayne tidak serta merta di cantumkan dalam nama kolaborasi, yang muncul dalam video dan single hanya linkin park bersama the ecutioners

Wayne tidak merubah penampilah penampilannya selama belasan tahun bahkan sampai dia memutuskan untuk solo karir , nu metal memang perlahan sirna di makan jaman, keperkasaan musik yang mengkandaskan dominasi klassik rock itu pun ikut menghilang di tengah mewabahnya virus band pop di sana-sini , sehingga band-band industrialis metal mulai perlahan kehilangan panggung sehingga menyebabkan banyak band yang bubar.

Udah mulai keciuman aroma keretakan dalam tubuh static-x ketika wayne dan tony camposs masing-masing sudah tidak ada kesesuaian dalam bermusik, wayne pun memulai debut solonya dan merilis album side project pighammer , sebuah project yang sudah di mulai sejak tahun 2007 tetapi album baru di rilis tahun 2011, di sini wayne menggunakan jasa additional untuk mengisi masih-masing line up band solo ini. dan bagi fans static-x pun sudah merasa kecewa ketika line up static-x yang muncul dalam Noise revolution tour di 2012 menggunakan personil yang sama dengan line up solonya wayne static.

Akhirnya wayne menyatakan bahwa static-x sudah benar-benar bubar pada juni 2013 dan wayne akan benar-benar eksis secara full dengan band solonya yang kemudian tetap menyelesaikan tour di amerika dengan Powerman 5000 dan american head change.

Lalu selanjutnya terjadilah hari yang mengejutkan bagi kami para fans, tepat tiga hari menjelang hari ulang tahunya yang ke 49, di bulan november 2014 wayne di temukan telah meninggal dunia di kamarnya , tak sedikit yang berspekulasi bahwa wayne telah banyak mengkonsumsi obat obatan terlarang (drugs) sehingga overdosis, tetapi berita tersebut di bantah oleh keluarganya.

Why must wayne…? static-x bubar dan fans nu-metal yang tersisa di seluruh dunia juga harus terpaksa di tinggal oleh musisi-musisi berkualitas yang karya-karyanya penuh kenangan mengisi masa remaja yang nakal-nakalnya. Wayne dan musiknya tidak hanya unik . tetapi inilah kehidupan, dan hidup memang sementara, tetapi sebuah karya seorang seniman dan musisi akan tetap abadi. Rip Wayne Richard Wells (1965-2014)

youre the lost pieces, Ron!

Ron_Welty

entah apa yang ada dalam benak Ron Welty, drummer asli dari the offspring  setelah 16 tahun bersama dalam sebuah band yang telah mencetak banyak karya-karya keren dan legendaris lalu memutuskan berpisah dengan rekan seperjuangan. Tentu perginya sang drummer dari band bukan sesuatu yang di inginkan Dexter Holland dan kawan-kawan maupun para fans.

Selepas perginya Ron, memang the Offspring terlihat berusaha keras untuk mempertahankan karakter musiknya yang sudah menjadi brand image dari band asal orange county ini. beberapa pergantian drummer di rasa kurang punya nyawa untuk mengisi posisi kosong yang di tinggalkan Ron. Berjejer nama seperti Josh Freese yang ikut mengisi hampir semua track dalam album Splinter,  namun sayang Josh tidak di masukan dalam line-up band tetapi hanya sebagai additional drum player

Josh Freese memang mengisi hampir semua track dalam album dan single dari the offspring,  tetapi dalam performance langsung band menggunakan jasa Atom Willard, termasuk performance dalam penampilan perdana band dalam vans warped tour 2005 kemudian Atom Willard memilih untuk untuk Angel and Airwaves dan Against Me!

Pilihan band jatuh pada Pete Parada, yang mengisi line up drummer selama the offspring melakukan tour. Dan Resmi tercantum dalam line up yang di tulis pada cover album sebagai personel resmi band pada album Days goes by, Pete Parada yang dulunya bermain untuk band Saves the Day tercatat bergabung dengan band pada tahun 2007, walaupun Pete sudah mengisi kekosongan drummer secara resmi, sesi drum studio dalam rekaman hampir semua track dalam Rise and Fall, Rage and Grace (2008), dan days goes by (2010) masih di isi oleh Josh Freese

kembali ke Ron Welty, Ron  memang bukan seorang drummer yang bagus atau punya kelebihan skill, tapi kehadiran Ron dalam the offspring menjadi sebuah bagian utuh yang tidak dapat di pisahkan untuk mempertegas karakter band, Ron punya kelebihan stamina yang bagus untuk mengisi track-track the offspring yang punya musik cepat baik saat rekaman ataupun ketika mereka sedang melakukan performance langsung

Bergabung dengan menggantikan personel lama James Lilja, band ini seolah menemukan nyawa dengan bergabungnya Ron welty pada tahun 1987 dan sama seperti band punkrock yang lain, saat itu the offspring hanya bermain secara kolektif dengan band-band punk lain seperti NOFX atau Social Distortion dari gigs ke gigs independent, hingga the offspring merilis album perdana pada 1989

Sepanjang perjalanan Ron Welty bersama band, the offspring melahirkan beberapa album keren yang menurut saya merupakan album – album terbaik dari semua album yang pernah di rilis oleh the offspring, baik single, live version maupun album biasa, antara lain smash (1994), ixnay on the hombre (1997), americana (1998), conspiracy of one (2000), dan Bagi pendengar akut, 3 album terakhir merupakan sebuah masterpiece dari the offspring

Ron Welty mengisi semua track dalam album tanpa aditional dengan karakteristik permainan drum yang cepat khas beat punk kebanyakan dan tentu tidak tertinggal nuansa hardcorenya menghidupkan seluruh sensasi bagi penggemar band ini, dan line up inlah yang menjadi line up terbaik dari the offspring, bagi penggila band ini sedari album-album terdahulu memang mengakui bahwa the offspring itu adalah Dexter Holland, Noodle, Greg Kriesel dan tentunya Ron Welty dan itu sudah ideal,dan berbeda dengan band punk tahun 90an yang semakin lama mulai kehilangan karakternya ketika para label perlahan menjual ketenaran, tidak dengan the offspring yang masih memainkan musik dengan genre yang sangat tidak berubah, selama mereka masih dalam satu band.

Ron Welty meninggalkan band di saat mereka sedang pada puncaknya, di saat mereka di kenal dunia sebagai punk rockstar besar, dan memilih bergabung dengan band alternatif steady ground , ini band musiknya sangat berbeda jauh dengan the offspring, dan saya mencoba memahami apa yang ada di benak Ron Welty yang mungkin merasa lelah menjadi penggebuk drum dengan irama yang sangat cepat, di saat usia nya semakin bertambah.

Bukanya tidak menghargai karya-karya dalam album the offspring sesudah masterpiece terakhir mereka conspiracy of one, tapi rasanya ada yang kurang ketika posisi drumer band di isi oleh  seseorang yang lain, mungkin karakteristik band bisa di paksakan untuk sama tetapi tidak untuk nyawa sebuah band yang sudah di bentuk selama bertahun-tahun lamanya.

Di rilisnya splinter,(2003) memang membuktikan the offspring tidak berpengaruh dengan kepergian drumer utamanya yang baik secara genre dan tempo track-track dalam album ini hampir sama seperti pada saat ron welty masih mengisi drum, tetapi perlahan the offspring seolah kehilangan karakteristik utamanya yang membawakan musik punk rock skate 90an mulai terkelupas perlahan.

Memang pada beberapa track dalam masing-masing album band ini masih membawakan tensi yang sama, tetapi bagaimanapun bagi kita penggemar album terbaik the offspring itu sudah berhenti pada saat di rilisnya conspriracy of one pada tahun 2000 tepat setahun sebelumnya mereka tampil dalam woodstock terakhir pada 1999 yang pada saat itu mereka banyak membawakan track-track dalam album americana yang rilis dua tahun sebelumnya.

The offspring merilis days goes by di tahun 2012, tapi abum ini seolah tak berarti apapun bagi fans, memang secara kualitas track-track dalam abum ini tidak terlalu buruk, atau menghilangkan karakteristik band secara menyeluruh, tetapi ketidakhadiran drummer yang menjadi nyawa band selama 16 tahun ini un sangat terasa hambar, sangat hambar di album ini pete parada hanya mengisi berapa track penyelamat. Mengapa peyelamat..? karea ciri khas the offspring hanya ada di 2 lagu terakhir ini, dividing by zero dan slim picken does the right thing and drive the bomb to hell selain 2 track ini rasanya agak malas menyebut band ini dengan nama “the offspring

mereka yang telah banyak berubah

semuanya hanya tinggal kenangan

Mungkin saya sudah sangat jarang punya atensi yang baik dengan skena musik di tahun-tahun belakangan ini, bahkan playlist yang saya punya di laptop hanya mengkoleksi track punk rock dan modern rock dekade tahun 90an, nyaris tak ada track baru dari band jaman sekarang.

Tren musik drastis menurun, tak ada yang spesial entah karena memang jaman sudah berubah dan mungkin memang musik yang seru sudah mulai di tinggalkan, atau memang saya sendiri yang kurang begitu menyukai skena anak jaman sekarang. Memang di akui beberapa band lokal memang bagus, tetapi saya terlalu tua untuk musik yang terlalu kreatif di kuping

Bagi saya sendiri saya sudah merasa kecewa dengan penurunan selera musik di mana ketika blink 182 merilis album “feeling this” dan greenday dengan american idiot-nya, saat itu trend musik populer mengubur serunya masa-masa di mana musik punk rock juga modern rock.

Blink182 dan greenday merupakan dua ikon band punk pop yang dulunya membuat musik punk yang dulunya identik dengan sebuah gaya non mainstream yang penuh perlawanan menjadi musik lebih di kenal luas, dua band ini tumbuh dari gigs-gigs indie yang rata-rata penampil lain juga band punk, yang lalu kemudian musik yang mereka bawakan di tarik oleh label yang lebih besar.

Bergabung dengan label yang besar tentu punya konsekuensi bagi band-band yang tumbuh dalam komunitas indie-scene seperti ini, band yang bergabung dengan major label di anggap sudah melacurkan diri kepada pihak pemodal untuk rela di dandani sesuai kebutuhan pasar.

Bukan hal yang buruk, kemunculan band punk ke dunia musik di sambut luar biasa oleh penikmatnya, musik punk punya posisi tawar yang tinggi, tidak kalah dengan hip hop ataupun rock, sehingga dengan munculnya band-band ini ke permukaan, siapapun bisa menikmati musik mereka, toh yang tak suka dengan musik punk pun ikutan mengidolakan band-band ini.

Tapi ketika semakin banyak yang mengidolakanya justru lama-kelamaan identitas mereka pun ikut-ikutan berubah sesuai dengan berubah ubahnya trendsetter yang muncul. Bermusik untuk di jual merupakan ide yang bukan begitu baik untuk band yang dulunya tumbuh dalam komunitas punk,

Sebenarnya tak masalah seberapa jauh band-band ini di gandrungi remaja hingga sering tampil dalam panggung musik pop ataupun terdomestikasi menjadi seperti apapun, selama musik yang mereka suguhkan dari album ke album masihlah mencerminkan karakteristik mereka di mana mereka tumbuh. Tetapi faktanya banyak band punk rock yang kelamaan di dunia populer hanya menjelma menjadi musisi rock biasa

Menyedihkan sekali ketika band punk yang anda kenal dulu karena track-track yang asik di kemudian hari harus menjadi band rock biasa yang di publish media, majalah musik dan gitar, di ungkit kehidupan pribadinya yang mewah dan lain-lain.

dulunya blink182 itu band skate punk paling asik,  Mark Hoppus dan Tom Delonge punya peran besar memperkenalkan kultur skateboard bahkan di indonesia, track-track mereka pada dekade 90an hampir semuanya keren buat di simak seperti dumpweed, josie, m&ms, alien exist dan lainya, dan sampai rilisan seru terakhir mereka yang menjadi rilisan terakir di mana blink182 masih menjadi band keren,

Album take off your pant and jacket band ini masih membawakan musik skate-punk yang tak kalah seru di kuping, sampai akhirnya entah kenapa di album selanjutnya band ini merilis album yang entah apa aliran musik yang di bawakannya. Entah bagaimana perasaan mereka ketika membawakan track seperti “i miss you” atau “all of this” dan hampir semua track dalam album ini mengecewakan

perubahan musik Blink182 bermula ketika terjadi konflik antara Tom Delonge dan Travis Barker, di saat itu Tom lebih memilih untuk bermusik dengan Angel and Airwaves dan travis juga memulai fokus barunya the Transplant bersama Skinhead Rob dan Tim armstrong dari Rancid, lalu di tambah mark juga membuat band baru +44. Dan masing-masing band dari ketiga personel blink182 ini merilis album dan sibuk dengan tournya masing-masing. Lalu kemudian blink182 terancam bubar

Memang band ini sudah mulai kehilangan arwahnya sudah sejak lama, ketika Scott Raynor memutuskan untum keluar dari band dan di gantikan oleh Travis Barker, gaya bermusik Travis berbeda dengan Scott walau Travis memang dapat beradaptasi dengan baik dengan band dan bahkan di kemudian hari Travis berhasil menjadi ikon Blink182. Tetapi dengan gaya bermain drum yang berbeda lama kelamaan Blink182 berubah perlahan-lahan secara musikalitasnya.

Lalu hal sama terjadi pada greenday, mereka sudah lebih dahulu bermusik daripada blink182, band ini sudah memulai debut sebagai band sejak 1986, bermula dari gigs ke gigs secara indie hingga pada akhirnya merilis album dan merangkak naik ke dunia musik di tahun 90an

Greenday banyak memproduksi album bagus, bahkan album warning yang rilis tahun 2000 merupakan album yang paling bagus, bukan hanya sebagai band punk rock tapi sebagai rockstar yang tracknya banyak di putar di mtv. Hampir semua track dalam album ini berkesan terutama buat saya sendiri.

Tapi pada tahun 2004 kekecewaan saya dan mungkin semua penggemar mereka muncul ketika mereka merilis american idiot, sama seperti blink182, band ini mulai kehilangan arah, dan seolah lupa bagaimana caranya bermusik. Band yang dulunya di kenal besar dengan musik khas punk rocknya kini tak ubah menjadi sebuah band rock biasa yang menjadi popstar dari panggung ke panggung hiburan komersil, di tambah aksi billy joe dengan embel-embel influence gitarnya dan sponsorship lain.

Sangat menyakitkan melihat penampilan Billie Joe, Mike Dirnt dan Tree Cool dengan penampilan barunya yang serba hitam, dengan riasan wajah bukanlah penampilan terbaik dari greenday, entah apa yang mereka pikirkan di usia yang tidak muda lagi tetapi mereka malah berpenampilan seperti seseorang yang mau pergi ke pesta kostum halloween.

Beruntung di dunia ini sebuah karya seni tak akan pernah mati dan selalu terabadikan, setidaknya bagi kami yang pernah besar dan menghabiskan masa remaja di periode 90an dan dulunya akrab dengan musik – musik keren dari band yang benar – benar jujur bermusik.

Jaman memang berubah tetapi track-track dan album mereka di masa-masa keemasan punk rock populer masih tersimpan dalam folder-folder berikut beberapa video hasil download dari youtube yang selalu manis untuk di kenang, di mana saya belajar menyukai musik saya sendiri, belajar untuk punya berpenampilan yang berbeda menabung untuk membeli kaset band-band ini, kasetnya sudah hilang, dulu saya sempat mengkoleksinya, tetapi renovasi rumah saya merubah semua barang yang ada, entah kemana sekarang bangkai kaset yang mungkin tak terpakai tetapi punya nilai historis yang sangat berharga lenyap. Dan dengan lenyapnya koleksi kaset saya bersamaan dengan itu hilang pula corak musik band-band yang dulunya saya idolakan ini.

@triomacan2000, dan sebuah dongeng politik

TrioMacan2000

Dalam perjalanan kereta saya dari surakarta menuju ke surabaya, saya duduk di samping seorang paruh baya, di usianya yang mungkin di atas 30 tahun, bapak yang satu ini punya gaya yang cukup kasual dengan celana jeans dan kaos oblongnya, hal yang menarik adalah selama perjalanan dia tidak lepas dengan handphonenya, saya tau dia sedang surfing di internet, sesaat saya sedikit menjeling, oh ternyata dia main twitter, so yang menarik dia begitu serius. Saya melihat cukup jelas apa yang sedang di ikutinya di twitter, sebuah akun twitter anonim yaitu @triomacan2000

@triomacan20000..? mungkin sangat banyak yang tau, akun yang sering membuzzing beberapa threat yang “konon” katanya membawa berita kebenaran atau fakta, so kalau anda bertanya kepada saya, “apakah saya suka membaca twit mereka..?, saya jawab “ya!” tapi jika anda bertanya apakah saya percaya apakah saya percaya setiap twit yang ada..?” jawabanya ‘tidak”!.

Twit mereka memang seru, tetapi sama serunya dengan mendengar kisah dongeng tentang monster loch ness, jack de ripper di mana kita di bawa mencoba menerka-nerka siapa di balik mantel tebal pembunuh sadis tersebut.

Saya sepakat kalau ada yang mengatakan mereka para admin akun tersebut mampu memainkan sisi psikologi audiens yang membaca dengan seolah menjadi pahlawan yang memberi tau kalau dalam kereta yang kita tumpangi di pasang bom oleh masinisnya.

Mereka cerdas memainkan pointer-pointer elemen-elemen politis yang di rangkai secara seksama untuk menjadi sebuah opini atau kisah yang di lemparkan kepada masyarakat awam, logika kita sederhana, orang yang membawakan informasi banyak di anggap selalu benar padahal tidak . Jadi  ketika @triomacan2000 berbicara banyak soal hukum, politik, dan mengenal banyak tokoh dan pejabat, maka tak heran kalau kebanyakan masyarakat awam menganggap bahwa mereka tau banyak informasi penting, dan semua itu di anggap sebagai sebuah “fakta” padahal itu salah.

dan masalahnya rata-rata masyarakat dan netizen di negara ini masih banyak yang kurang kritis dalam mengkonsumsi pemberitaan dunia maya sehingga apa yang di baca di telan mentah-mentah tanpa ada filterisasi terlebih dahulu.

Korupsi merupakan tema paling populis dalam dunia permediaan di negara ini, di mana setiap berita korupsi mendapat rating yang baik. Banyaknya pejabat tersandung kasus korupsi membuat masyarakat indonesia di bentuk untuk punya sikap apathy terhadap setiap gerak-gerik tokoh politik, sehingga sosok mata masyarakat terhadap setiap progress politisi dan pembesar di negara ini selalu di penuhi rasa tidak percaya terhadap mereka.

Momentum seperti ini merupakan angin segar  terutama bagi mereka yang biasa memanfaatkanya untuk di jadikan lahan uang, jadi korupsi yang tidak di ketahui pun (saya nggak menyebut “tidak ada” tetapi tidak di ketahui) terpaksa di ada-adakan, motifnya macam-macam, bagi media umum yang punya basis politisi ini merupakan angin segar untuk menggoreng bahan yang kemudian di gunakan untuk menjatuhkan lawan politik sang, dan sebagainya.

Tapi adalah sebuah ketidakwajaran ketika ada sebuah pemberitaan yang mengetahui seluruh sisi kehidupan tokoh politik, pengusaha, dan seluruh pembesar di negara ini tanpa cela, kecuali media tersebut punya wartawan dari dunia gaib yang di tugasi menguntit setiap pergerakan tokoh politik, mulai dari bangun tidur, sarapan, kerja nongkrong di sana-sini sampai tidur lagi. anda percaya hal ini..? saya tidak begitu yakin kalau mereka punya kekuatan supranatural.

Pada suatu kesempatan mereka pernah mengeluarkan statement menarik soal intelejen, dan mereka mengakui jika komplotan mereka mempunyai ribuan intelejen yang menyebar di seluruh elemen organisasi, politik dan perusahaan, sehingga informasi yang mereka dapatkan itu valid karena langsung bersentuhan dengan objek pesakitan yang akan mereka acak-acak. Wow! Sebuah pengakuan yang menarik, tetapi saya tidak percaya sepenuhnya dengan statement yang model begini.

Anda tidak perlu punya intelejen untuk dapat mendapatkan informasi menarik yang nantinya akan anda jadikan karangan yang menarik selama anda punya 2 kekuatan sakti. Apa itu..? kekuatan itu adalah “internet” dan “imajinasi”.

Ada banyak hal yang bisa anda ketahui di internet, anda bisa membaca biografi banyak tokoh penting dan segala macam latar belakang keluarga, pekerjaan hingga perkembangan terbaru tentang tokoh-tokoh tersebut, menyimak dunia maya membuat anda berwawasan, sehingga banyak informasi yang dapat di jadikan bumbu cerita, so tak perlu pakai intelejen anda akan tau banyak hal di dunia maya

Jadi saya yakin jika @triomacan2000 tidak punya intelejen, tidak pula kenal dengan pejabat dan rekanan yang sering di bicarakan, mereka hanya mengutip beberapa media dan menyadur kembali nama-nama tersebut dalam sebuah kronologis cerita yang di reka-reka dengan bahasa politis sehingga membuat kisah-kisah tersebut seolah terjadi, dan sekali lagi mereka sudah memperhitungkan psikologi pembacanya. Oh iya, @triomacan2000 juga mempelajari siapa korbannya, latar belakang keluarga dan pekerjaanya, rekan-rekan korbanya dan hal yang detail lain, yang menarik untuk di jadikan bumbu cerita yang akan di masak dan di sajikan ke publik.

Soal imajinasi, saya sangat yakin sebagian dari kita sangat suka menonton film, kita tau jika film di televisi atau bioskop itu bohongan tapi toh anda suka, anda sering tenggelam dalam ceritera yang di karang sang sutradara, sehingga tokoh, alur cerita semua dalam film fiksi tersebut tertanam kuat di benak anda so anda suka film apa..? legenda..? horor..? atau action..? apapun film yang anda sukai pastilah ada genre film yang membuat anda di permainkan secara psikologis untuk larut dalam adegan demi adegan.

Memang tidak dapat di pungkiri, saya yakin mereka memiliki banyak kolega dalam dunia politik dan mungkin juga rekanan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan besar, tetapi mereka semua itu bukan intelejen, hanya rekan yang bekerja dan tau sedikit tentang orang-orang dalam lingkungan kerja mereka, toh bumbu-bumbu yang sedikit ini gampang untuk di buatkan masakan cerita yang mematikan yang bertujuan mendiskreditkan sasaran mereka. Why not..? masyarakat suka gossib bukan..? masyarakat suka hal-hal yang mengejutkan bukan..? dan silahkan nikmati pertunjukan cerita, dan mereka yang menyutradarai di balik layar,  anda penontonya dan tokoh yang mereka bully merupakan aktor pesakitanya.

Oh iya, bisa jadi mereka punya tujuan komersil lain karena mereka berhasil membangun opini kuat dalam masyarakat melebihi media resmi yang legal, hal ini bisa di manfaatkan oleh pihak tertentu untuk memanfaatkanmereka sebagai “pembunuh bayaran” dunia maya yang di gunakan untuk menghabisi lawan pihak tersebut untuk di habisi berkali-kali, menamatkan karir dan membuat stigma yang negatif mengenai seseorang, dan lalu sejumlah uangpun berbicara.

Dari sekian banyak sutradara di belakang layar akun @triomacan2000, saya meyakini mereka mengoperasikan akun tersebut rata-rata menggunakan gadget, entah itu blackberry, android ataupun i pad, twitter berbeda dengan facebook yang mempunyai ruang pandang lebih luas, twitter punya tampilah lebih minimalis sehingga mengoperasikan twitter kurang sedap jika menggunakan tampilan layar PC, di tambahi ada beberapa tweet mereka yang menggunakan bahasa singkatan pada kata-kata yang biasanya tak harus di singkat.

saya paham tweeter punya keterbatasan jumlah kata untuk penulisan statusnya, tetapi untuk statement yang hanya makan 10 kata kenapa masih ada kata yang di singkat..? kebiasaan penyingkatan seperti ini sama dengan kebiasaan menulis sms yang memanfaatkan jumlah huruf yang bisa di tulis dalam message service sebuah handphone, atau mungkin saja admin merasa terburu-buru untuk menyampaikan sesuatu dengan i-padnya karena mereka biasa menulis tweet di tempat umum seperti kafe atau sejenisnya, dan mereka berpikiran “yang penting pesan sudah di sampaikan”.

Okelah, saya tak ingin banyak-banyak menulis argumen tentang akun anonim yang tak punya kejelasan seperti ini, toh apa untungnya, setidaknya saya hanya ingin sedikit memberi saran buat audiens, khalayak ramai atau netizen yang suka menyimak berita-berita di internet dengan seksama agar kita harus lebih bijak lagi menyikapi pemberitaan yang simpang siur berkeliaran kesana kemari di dunia maya. banyak tujuan pemberitaan tersebut, seperti ingin menjatuhkan seseorang agar tidak di percaya, mendorong opini publik untuk berorientasi tertentu kepada tokoh target yang di serang, hingga tujuan-tujuan kriminil seperti pemerasan dan intimidasi.

Anda bukan orang yang hidup di jaman pasca kemerdekaan yang gampang di provokasi bukan..? saya yakin anda cerdas. Kalau anda cerdas anda akan memilah-milah konsumsi berita yang kadarnya lebih berimbang ketimbang gampang percaya dengan akun di internet yang tidak jelas latar belakangnya. Sebenarnya netizen harus kritis, jika menerima informasi yang kurang jelas, apakah berita tersebut masuk akal atau tidak.

Dan yang pasti Kalau anda mudah percaya dengan berita yang kurang jelas, berarti anda termasuk orang yang suatu saat gampang di tipu. so dimana-mana “penipu itu sukses meyakinkan korbanya sehingga korbanya banyak yang tertipu, lalu mereka mengambil keuntungan dari sana”.

Lalu apa sikap kita dengan adanya akun yang istilahnya “sok jagoan” seperti itu..? kalau saya sih membiarkanya, tetap menyimak tetapi anggap saja mereka memberikan tontonan khayalan gratis, sama seperti tontonan yang anda tonton di bioskop, nikmati aja keseruan yang mereka berikan, tetapi tetap bersikap kritis. Di mana-mana tontonan itu sifatnya hanya fantasi, nggak nyata. ada sutradara, ada aktornya dan ada produsernya.

karena suara parlemen bukan suara rakyat

Untitled-2

Sedari awal saya memang acuh tak acuh mengenai hegemoni pesta demokrasi selama pemilu 2014, karena memang saya tidak mau ambil pusing dengan siapapun yang bakalan jadi presiden di indonesia, bagi saya nggak ada yang perlu di perdebatkan dan di bela sampai mati-matian untuk sebuah kekuasaan, toh semuanya sudah di atur tuhan, kalau tuhan berkehendak siapalah yang mampu berbuat banyak.

Kalau soal kepemimpinan dan keberadaan parlemen itu lain persoalan, saya sangat apatis dengan semua partai politik yang ada di indonesia karena memang sedari sananya tidak ada institusi ataupun  organisasi yang bisa menyerap aspirasi masyarakat banyak, bebas kepentingan politik dan intervensi idealisme para pemimpin partainya.

Indonesia menganut sistem demokrasi perwakilan, dan mereka di kotak-kotakkan dengan perbedaan konsep satu partai dengan partai yang lain, dan masing-masing partai mempunyai wakil yang di pilih langsung oleh masyarakat, dan mereka para wakil tersebut duduk manis di sebuah gedung parlemen yang di bangun oleh duit rakyat dan tidak segan untuk makan gaji hasil keringat rakyatnya yang notabene masih banyak yang hidup sengsara.

Enak memang jadi anggota dewan, mereka hidup mewah dengan gaji besar, punya banyak modal untuk mendirikan bisnis sampingan beromset trilyunan rupiah hasil nepotisme proyek-proyek pemerintah, hidup foya-foya, punya mobil dan rumah mewah, tapi jangan tanya soal kinerja, bisa bangun pagi untuk datang kerja itu sebuah prestasi, dan kalau ada rapat, mending absen, toh gaji puluhan juta tetap mengalir deras ke rekening.

Kisah hidup anggota perwakilan rakyat ini benar-benar kontradiksi dengan keadaan rakyatnya sendiri yang masih banyak hidup kekurangan, di jejali program-program formalitas yang bisa jadi nggak tepat sasaran dan harus menerima semua keputusan yang di ambil wakilnya di parlemen, meskipun itu sangat merugikan masyarakat, toh mereka yang duduk di parlemen nggak peduli hal ini.

Wakil rakyat di parlemen memang bukan wakil rakyat, tetapi wakil kepentingan partai politik yang tidak merepresentasikan suara rakyat, mereka mengambil alih haluan negara atas nama rakyat, lalu bertingkah tidak tau diri dengan kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan rakyatnya.

Bosan rasanya dengar pemberitaan wakil di parlemen yang hobby bolos kerja, dan tidur selama rapat, wakil apa yang model begini, mereka sama sekali nggak pernah tau di luar sana rakyatnya banting tulang cari nafkah dan hasilnya di potong pajak untuk membayar gaji dan tunjangan mereka, belum lagi persoalan study banding jalan-jalan ke luar negri yang memakan biaya milyaran toh tidak menghasilkan apa-apa yang bermanfaat bagi masyarakatnya

Tahun 2013 silam, dewan perwakilan rakyat pusat melakukan hak voting untuk mencabut subsidi bahan-bakar minyak, sehingga efeknya harga BBM naik. Mayoritas dari anggota parlemen mendukung kebijakan ini, padahal saya berani bertaruh demi setiap jengkal pigmen kulit saya, masyarakat luas mayoritas menolak kebijakan ini, karena naiknya harga bahan bakar mempunyai efek domino terhadap naiknya harga seluruh bahan baku yang beredar di pasaran.

Parlemen menghambur-hamburkan uang negara begitu gampangnya lalu mentumbalkan rakyat harus menerima cabutan subsidi-subsidi yang harusnya menjadi hak rakyat, semua hak yang harusnya di terima masyarakat di rampas seenaknya, sebuah fakta krusial bahwa parlemen yang ada bukanlah representasi apa yang rakyat butuhkan.

Lalu ulah mereka tidak berakhir sampai di sini, pembahasan RUU pilkada yang mengatur pemilihan kepala daerah harus melalui dewan perwakilan merupakan sebuah mekanisme yang terlalu merampas hak bersuara rakyat yang ingin memilih pemimpinya sendiri.

Pemilihan kepala daerah secara langsung bukan menghambur-hamburkan uang, tetapi memang butuh uang, tetapi kenapa mereka harus ikut pusing, toh yang suka foya-foya dengan duit rakyatnya sendiri siapa kalau bukan mereka yang duduk manis di parlemen, kalau mau hemat anggaran hentikan dong kebiasaan study banding dan perjalanan dinas yang nggak perlu, tunjangan mobil mewah, tunjangan mobil mewah, perbaikan gedung dan rapat yang menhabiskan dama milyaran rupiah, dan lain-lain.

Selama parlemen diisi oleh manusia-manusia psikopat serakah yang hanya bisa merampas hak-hak rakyat jelata, mungkin kedaulatan rakyat akan mati dengan sendirinya, perampasan hak-hak rakyat merupakan pupuk yang menyuburkan bibit-bibit otoritarian dan fasisme yang mengatur kebijakan dengan semena-mena demi kepentingan pribadi, partai dan golonganya sendiri. Bukan berpihak kepada rakyat.

mengapa saya tak tertarik menjadi seorang polisi

Pada saat kecil hingga masa-masa sekolahan saya lebih tertarik kepada seseorang dewasa yang mempunyai profesi menggunakan kecerdasanya ketimbang mereka yang terkesan angkuh dengan seragam post militerisme

Seorang teman semasa muda ayah saya bertandang ke rumah, dia seorang polisi. Bercakap cakap soal masa-masa muda mereka, dan pria paruh baya ini sering sekali membangga banggakan anak-anaknya yang juga mengikuti jejaknya sebagai seorang polisi, dan saya pun lebih baik diam ketika kedua orang tua tersebut mulai tenggelam dalam obrolan-obrolan pelepas kangen. Ayah saya memang mempunyai cukup banyak teman dari kepolisian, mengingat dahulu ketika pertama kali merantau ayah saya ikut sang kakak yang notabene seorang polisi juga dan tinggal di asrama polisi.

Sang polisi bertanya kepada saya, dengan fisik dan tinggi yang cukup baik kenapa saya tidak mau gabung juga di kepolisian, dan saya menjawab apa adanya, karena tentu saja saya tak tertarik.  Ya memang sedari kecil saya tak tertarik kepada profesi ataupun kepada polisi itu sendiri. dan sebenarnya  itu cukup sekali menjawab jawaban sang polisi tua itu, tetapi mungkin saya mengisyaratkan seribu jawaban.

Pada saat kecil hingga masa-masa sekolahan saya lebih tertarik kepada seseorang dewasa yang mempunyai profesi menggunakan kecerdasanya ketimbang mereka yang terkesan angkuh dengan seragam post militerisme

Di mata saya yang masih teramat muda sudah dapat menyimpulkan bahwa polisi merupakan sebuah profesi otoritarian yang menggunakan kekuasaanya dengan tangan besi, lebih memilih mengolah otot dan fisik ketimbang intelejensi, dan satu hal yang saya heran, bagaimana pimpinan pimpinan mereka memprogram polisi – polisi baru itu seolah – olah mereka adalah robot, karena saya bisa memahami seseorang itu polisi atau bukan hanya dari cara mereka berbicara meskipun tanpa seragam pengenal, seorang polisi tak bisa menyembunyikan identitasnya dengan logat bicara mereka yang datar seperti robot, hebat mereka bisa memprogram manusia sehingga menjadi seperti itu

Di daerah di tempat saya profesi polisi merupakan strata kasta sosial tertinggi, berbeda dengan beberapa kota besar semisal Jakarta yang mempunyai pandangan sosial secara komunal mengenai profesi yang satu ini lebih cenderung biasa-biasa saja. Dan saya memastikan saya sedang tidak berada di jaman majapahit untuk memastikan strata tertinggi di masyarakat itu pada ikon-ikon militerismenya. Entah apa yang di pikirkan masyarakat modern di daerah saya harus seperti ini.

Menjadikan polisi menjadi top leader rantai profesi di sebuah populasi menjadikan polisi itu sendiri menjadi ikon otoritarian, legalisasi kriminal yang terselubung, dan arogansi kepada masyarakat awam. Penggunaan senjata yang tak bertanggung jawab hingga penyelewengan jabatan untuk kepentingan pribadi alias korupsi

Masih ingat kasus evan brimob..? kasus cicak vs buaya, kasus simulator SIM yang melibatkan pejabat tertinggi di kepolisian, arogansi polisi kepada pengendara motor, atau deretan kasus lainya yang muncul kepermukaan ataupun di telan bumi merupakan bias dari sebuah sistem yang di bentuk secara militer, dan meletakkan polisi pada strata tertinggi dalam rantai pfofesi di kehidupan sosial.

Kewenangan polisi memang bergeser seolah mengaminkan stigma dan tudingan masyarakat, terutama pandangan media, terlebih muncul oknum-oknum polisi yang senang memeras pengusaha-pengusaha yang bermasalah dengan perizinan, pengendara kendaraan bermotor, obat obatan terlarang, arogansi dan sebagainya menjadikan polisi sebagai ikon mafia peradilan yang cacat moral,  depiksi yang demikian membuat saya pribadi bersyukur kalau saya bukan salah satu dari bagian titik hitam yang menodai instansi yang seyogyanya menjalankan tugas keamanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Baiklah, saya masih menyebut oknum-oknum itu dan perbuatanya sebagai titik hitam, bukan sebuah noda yang terlalu buruk mengingat tak sedikit dari mereka juga banyak yang masih menjalankan tugasnya dengan baik, walau terkesan sebagian lainya memanfaatkan seragam tersebut untuk sekedar action di depan wanita dan gaya-gaya saja.

saya (mungkin juga kamu) dan benda bernama “radio”

ria scene (25)

“dulu sebagian dari kita merasa keren dengan compo dan radio itu jika mereka terpajang dengan manisnya di kamar-kamar kita”

 Terkadang sebuah memorabilia bisa saja memiliki nilai historisnya tersendiri, sebagian teenlite masa 60an di masa senjanya mungkin mengharta karunkan piringan hitam “Please Please Me” nya the beatles saat masih menggunakan label Parlophone, walau bahkan mereka mesti bertahun-tahun untuk mendapatkan rilisan terawal dari band asal Liverpool tersebut, sama halnya dengan saya, walau terlahir jauh dari dekade nenek dan kakek saya masih memakai cutbray dan rok polkadot tersebut, bukan berarti tidak pula saya tidak bisa menemukan sebuah memorabilia yang bisa membangkitkan romatisme kisah tersendiri

Kalau boleh mentinta hitamkan sebuah memorabilia tentu saja saya akan mensejarahkan radio-radio dan mini kompo saya yang merupakan benda keren yang di punyai anak laki-laki remaja pada tahun90-2000an, dulu sebagian dari kita merasa keren dengan compo dan radio itu jika mereka terpajang dengan manisnya di kamar-kamar kita, sama seperti saya yang meletakkan radio saya di bawah posternya limp bizkit dan Michael  Jordan di atas lemari pakaian saya yang mini.

Seolah di kekang dengan keterbatasan dan menjadi pendengar dengan kacamata kuda, entah berapa banyak waktu dalam sehari yang kita habiskan dengan sia-sia hanya untuk menunggu sebuah lagu dari band yang kita suka, dan dalam penantiannya berjam-jam kita membayangkan rupa asli dari seksinya suara penyiar radio yang bertahun kemudian kita menemukan sosoknya dari facebook, dan sambil bergumam, “ooh begini rupanya muka mbak itu…”

Mahalnya harga compact disc dan keterbatasan player yang saya punya tak lekas membuat saya untuk langsung memilih membeli album band favourit saya, kalaupun ingin sekali saya lebih memilih mengkoleksi kaset –  kaset mereka,  dengan rata-rata harga kaset luar negeri 20 ribu rupiah, yang ujung-ujungnya belum tentu kita menyukai semua track dalam album tersebut, atau mungkin kita hanya mendengarkan satu atau dua track, sisanya bahkan terlupakan.

Entah sia-sia atau tidak gara-gara tertarik dengan “shinning light” nya ash yang berkali-kali di putar di radio, saya merelakan uang 20ribu yang di masa itu sangat mahal untuk membeli free all angels milik mereka, dan sudah di prediksi ya saya membeli album mereka hanya untuk mendengarkan album yang itu. Bukanya saya berpendapat track yang lain tidak bagus, tetapi ya memang saya hanya menyukai track yang itu saja, tidak hanya itu tentunya, ada pula sugar-ray dengan when its overnya, yang saya hanya dengar ya hanya “when its over” dan “answer the phone”,atau Eminem dengan “without me” nya dan sebagainya.

Merupakan hal yang wajar ketika kita tidak menyukai hampir semua track dalam sebuah album band, karena kita hanya mendengarkan sebuah hits yang selalu menjadi primadona di radio, yang juga merupakan salah satu marketing strategicnya sebuah label besar agar album band-band yang mereka jual itu laku di pasaran, apa yang di putar di radio yang saya tunggu berjam-jam sehari itu yang namanya hits atau lagu jagoan, jadi apa yang melekat di benak kita ya memang hanya lagu itu,

Kalau membajak itu merupakan kriminal, entah berapa orang yang merekam track yang mereka suka yang di putar di radio pada kaset kosong, hal ini mungkin di rasa lebih menghemat pengeluaran untuk tidak dipaksa membeli album yang mungkin lagu yang di sukai hanya sebiji atau dua biji, akan tetapI dengan kualitas suara lebih buruk, memanglah kita tidak merasa puas,

Hadirnya invasi internet agaknya menepikan peran radio sebagai standart nilai selera musikalitas pendengarnya, internet menawarkan pra-dengar playlist dalam sebuah album, album apa saja, siapa saja dan dari belahan dunia manapun, ratusan referensi playlist-playlist menarik yang luput dari publikasi rolling stone atau Mtv era sekarang,

Tidaklah buruk ketika kita berkata jika sebuah invasi dari domestikasi teknologi membuahkan simbiosis mutualis sehingga kita bisa memutuskan track mana yang bisa membuat kita jatuh cinta dalam sebuah album, dan agaknya radio juga harus merubah strategi agar tidak di tinggalkan pendengarnya, karena seolah dapat mukjizat ketika kita bisa bebas mengunduh track yang kita suka, tanpa harus keluar biaya, selain biaya internet, dan kita tak perlu takut lagi harus mendengarkan track yang kita tidak suka dalam suatu album.

Akan tetapi dengan munculnya internet tak lekas membuat radio itu tenggelam, atau mungkin saya saja yang tidak terlalu menyimak mereka, mereka tetap menyuguhkan track-track fresh dan top 40`s sebagai referensi pendengar, sebagian radio juga sangat membantu mempromosikan dan mendistribusikan beberapa label rekaman independen dan kolektifan yang bisa menjadi referensi untuk pangsa marketnya tersendiri, walau dengan seribu kali sayang mini kompo dan beberapa radio saya yang dulu membuat kami merasa keren kini sudah rusak, lenyap tanpa tersisa secuil bangkai pun,

Bagi saya sendiri mendengarkan radio dengan gadget yang lebih modern tak semenarik dulu, tak semenarik radio saya dengan fisiknya yang unik yang selalu saya anggap teman baik di kamar, sebuah benda bersuara yang di lengkapi lampu berwarna, dengan sticker parental advisory di satu sisi dan logo anti-flag di sisi lainya, radio yang dulunya mengenalkan saya dengan sepultura, mushroomhead, crazytown greenday atau blink 182, yang membuat saya rela menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk menunggu di putarnya lagu band kesukaan saya dan memutarkan sms yang saya kirim, sampai membayangkan seperti apa wujud penyiar yang kita dengar suaranya, Yah, setidaknya setiap generasi menemukan romantisme tersendiri dengan gadget mereka yang semakin modern,  seperti saya dan radio-radio saya dulu. (mcft)

========================================================

Joke itu namanya Politik

“Ah biarlah politik menjadi lelucon lucu yang mekar seperti jamur – jamur di musim hujan, mereka aktor – aktor lucu yang terkadang membuat saya terbahak – bahak di mana kualitas lawakan komedi di televisi sudah tidak begitu lucu lagi…….”

**** 

mortishen.deviantart.com

Kalau saya boleh bercerita tentang salah tawaran terkonyol kepada saya, tentunya adalah tawaran untuk berpolitik,  tidak ada yang salah ketika seorang yang saya kenal sebagai salah satu elitokrat di tempat saya, yang dulunya berprofesi sebagai ajudan pejabat dan akhirnya dia sendiri yang ikut-ikutan jadi pejabat, dan beliau menyarankan saya untuk mengikuti jejaknya untuk menjadi salah satu kader di partai yang di usungnya, minimal menjadi seorang staff saja, dan beliau banyak memberikan iming-iming feedback yang banyak, proyek-proyek yang menguntungkan yang bisa menjadi sumber pemasukan, sampai ajakan menjadi salah satu kader yang di calonkan, wah segampang itukah…?

Saya akui berpindah – pindah kerja dan sulit mendapat pekerjaan tetap itu memang bukan hal yang bagus, tetapi berpolitik? Ini, lucu, tentunya saya hanya tersenyum manis dan tak lupa berterima kasih dengan tawaran surgawinya, tetapi ya tertawa terbahak-bahak di dalam hati, tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya hanya ingin bilang, politik itu bukan masalah berapa dan apa yang bisa kita dapat, atau apa yang telah kita berikan untuk partai, tapi sebuah tanggung jawab mewakili sebuah aspirasi komunal dan massal, modal pinter ngomong saja bukanlah indikasi kita bisa berpolitik, dan maaf saja saya ini bukan artis atau selebritis, yang doyan berpolitik itu biasanya selebritis bukan..? jadi kelak ketika semisal saya jadi pejabat saya tidak cukup bisa ber akting untuk sok baik, sok ngaku-ngaku tidak bersalah, sok mengkritik atau sok tebar pesona untuk pejabat-pejabat lainya…swear saya tidak bisa berakting.

Sebagian orang menjadikan politik sebagai profesi hidupnya, dan melupakan hakekat tanggung jawab yang berada di belakangnya, wajar sekali mengingat semakin bergengsi profesi seseorang, mereka akan sangat mendekati perilaku hedonis, dan konsumtif, perubahan paradigma dan bahkan amnesia. Gampang memang membayangkan apa yang akan di terima oleh politisi, anggota parlemen dan sebagainya, tapi apa mudah mendengarkan keluhan – keluhan subjek- subjek yang ingin kehidupanya lebih baik? Apa saja prestasi seorang politisi selain hanya menjadi beban Negara karena gaji mereka itu bayarnya dari pajak.

Sebuah anekdot yang sering kita dengar sudah cukup menjabarkan sebuah deskripsi tentang politik itu, “kalau dalam kehidupan nyata kita hanya bisa terbunuh satu kali, tapi di politik, kita bisa di bunuh berkali – kali”, saya rasa semua politisi yang selama masih bisa baca tulis dan tidak mengidap gangguan kejiwaan akut paham benar kata – kata itu, terjun ke politik itu harus siap dengan segala konsekuensinya termasuk “di bunuh” berkali, kali, jadi wajar dong kalau seorang politisi di fitnah, di caci maki. Terus anehnya kalau sudah mengatahui itu merupakan konsekuensinya, tapi kenapa tidak sedikit para politisi itu yang sewot mencak mencak, sampai kebakaran bokong karena di todong dengan tuduhan (bahasa media-nya diduga..atau apalah) melakukan korupsi atau tindakan asusila, inilah makna bahwa tidak semua politisi itu mengetahui betapa besarnya resiko menjadi politisi, karena sudah disumpal sama feedback finansial di sana – sini yang seperti saya sebut di atas tadi.

Lalu apa setiap politik atau politisi, selalu di fasilitasi oleh Partai yang ada, nah ini yang saya kurang suka, kenapa harus ada blok – blok partai? Bukanya justru dengan adanya blok-blok tersebut justru membuat kita terpecah belah? Bisa jadi kita tidak lagi mengenal keseragaman, ketika demokrasi itu sendiri melahirkan idealisme yang berbeda – beda, dan akhirnya jatuhnya kita akan di bedakan asal muasal, keturunan, kasta, suku budaya bahkan agama, demokrasi yang salah melahirkan egosentris kelompok yang mendorong timbulnya fanatisme, karena tiap – tiap partai yang ada selalu mewakili segmen tertentu…hell yeah!

saya tidak peduli seberapa bagus visi dan misi partai – partai itu, kepercayaan khalayak ramai tidak bisa terintegrasi di satu kesatuan politik seperti itu, masyarakat itu bukan komoditi, bukan pula konsumen politik, tapi subjek yang harus di puaskan setiap dahaga kehidupanya, yang selama ini termarjinalkan, atau di perlakukan tidak adil, kesulitan birokrasi dan yang lainya. Dan sangatlah tidak etis jika kalian mengkotak-kotakkan idealisme sekelompok politisi untuk menjadi kesatuan yang satu sama lain saling serang, di saat kita seharusnya duduk manis sama-sama dan berdiskusi.

Saya tidak menyebut semua politisi itu kotor, tetapi tidak bisa juga di katakan mereka tidak punya dosa, selama memang tujuan mereka berpolitik hanya sebagai profesi saja, dan sepertinya saya juga sangat yakin bahwa tidak semua masyarakat mengenal dengan baik siapa wakil – wakilnya, selain senyum ceria di kalender – kalender di pasar pasar atau warung kopi, banner gede anti badai di jalanan yang bikin norak kota kita, dan bunyi sirine ketika mereka lewat, dengan pengawalan seolah sedang mengawal gembong narkoba kelas kakap, selebihnya mereka cuma orang – orang sombong yang bergaya hidup mewah, antisosial, sok pintar, jago ngoceh dan tidak punya urat malu, mana mau mereka jalan – jalan di pasar yang becek, masuk ke kampung – kampung kumuh, berdialog dengan tukang becak, kalau tidak ada perlunya.

Terus terang, saya tidak berbakat seperti itu, saya ini orang biasa – biasa saja, kelas pekerja biasa bukan seseorang yang bermimpi terlalu muluk, dan saya tidak ingin langkah hidup ini di isi dengan kemunafikan, dan keterpura – puraan, sudah cukup apa yang ada, dan saya harus bisa belajar untuk memberi dengan ikhlas tanpa ada embel – embel apapun, mempunyai sisi humanis lebih membuat kita peka ketimbang seorang intelektualis yang hatinya tertutup, karena sisi intelektualitas modern mengajarkan bahwa setiap ilmu yang mereka punya itu mendatangkan rupiah hanya untuk dirinya sendiri, bukan menjadi manusia berguna, percuma dong kita bisa memperkaya diri tetapi di sekeliling kita masih ada yang berebutan lahan cari makan, anak putus sekolah dan anak sekolahan yang tidak mampu beli seragam sekolah. Apapun bentuknya, saya bukanlah manusia yang setega itu…

Ah biarlah politik menjadi lelucon lucu yang mekar seperti jamur – jamur di musim hujan, mereka aktor – aktor lucu yang terkadang membuat saya terbahak – bahak di mana kualitas lawakan komedi di televisi sudah tidak begitu lucu lagi, biarlah mereka tetap jadi sasaran pelampiasan emosi massal yang biasa kita baca di Koran – Koran dan situs online, mereka ya mereka, dan ini saya, saya tidak mampu jadi mereka apalagi mereka, mana mau merasakan jadi rakyat biasa, teruslah melucu politisi – politisi di manapun anda berada, jangan berhenti melawak untuk kami, dan saya sendiri selalu siap mentertawakan anda.

========================================================

sedikit soal Nu Metal

“I know why you blame me (yourself) ..I know why you plague me (yourself)”

Saya rasa masih banyak fans musik nu-rock hafal track itu, sebuah track milik slipknot dari album mereka yang paling fenomenal di dekade tahun 2000an, tepatnya rilis pada 28 Agustus, 2001, yang juga menjadi soundtrack dari film resident evil, dari judul dan chorusnya saja kita bisa sedikit membaca makna dari lirik itu, “sebuah wabah”

5962066006_85a75a1005_zDekade penghujung akhir tahun 1990-han memang mainstream musik sedang di serang sebuah wabah yang membuat pendengarnya menjadi tergila-gila, Nu-rock atau istilah popolernya Nu-metal, dan slipknot sendiri sebuah band dengan genre yang sama, meskipun mereka mencampurnya dengan berbagai jenis genre sehingga membuat musik mereka benar-benar semarak.

Nu metal mungkin lahir dari sebuah percampuran berbagai macam genre mainstream, dan bahkan juga bisa di bilang sebuah pemberontakan pemuda-pemuda penggila musik dan fashion untuk mencari jati diri yang baru, karena musik rock klassik yang sedang ngetop sebelumnya begitu menjemukan.

Masih ingat di mana era Run DMC berkolaborasi dengan aerosmith dalam walk this way..? tentu mungkin sebagian dari kita masih sangat kecil pada saat track fenomenal tersebut di rilis pada tahun 1986, atau mungkin sebagian dari kita justru belum lahir.

Track ini disebut sebagai embrio lahirnya musik kolaborasi yang saat itu di bilang tidak umum, karena sudah jelas kita mengetahui kalau aerosmith itu rockstar sedangkan Run DMC itu grup hip hop jalanan, tapi mengkolaborasikan kedua musik tersebut bukanlah hal yang tabu.

Embrio ketidaklaziman kedua musisi inilah justru mendorong pada munculnya genre-genre baru yang diluar dari trending musik saat itu, sebutlah saat itu dunia musik rock seolah di wajibkan untuk memiliki ciri khas tertentu, baik dari musikalitas maupun fashion, akan tetapi kelahiran generasi-generasi musik setelahnya justru melawan arus dari genre-genre heavy metal yang meledak saat itu.

Selanjutnya musik rock saat itu banyak di mainkan dengan irama-irama seperti funk ataupun hip hop, tanpa meninggalkan distorsi ciri khas musik metal, yaitu kasar dan berat, selebihnya band-band yang muncul memiliki musik yang lebih simpel, karena tak semua musisi baru saat itu fasih bermain gitar layaknya para gitaris-gitaris band-band heavy metal, akan tetapi mereka dapat menghasilkan musik dengan chord seadanya dan tentunya kolaborasi dengan beberapa elemen musik seperti hip hop dan funk menjadi nilai lebihnya.

Selanjutnya musik-musik percampuran seperti ini mulai di bawakan oleh remaja di amerika, sampai salah satunya pada tahun 1988 salah satu dari mereka membentuk band yang kita kenal sekarang bernama Deftones,

crazyTown2WBanyak sumber yang megklaim jika Korn merupakan band nu-metal pertama, tapi saya rasa tidak demikian melihat Chino moreno, Abe Cunningham dan kawan-kawan yang saat itu bersekolah di sekolah yang sama telah membuat demo mereka di tahun 1988 sedangkan cikal bakal dari band Korn merupakan dari band L.A.P.D yang beraliran funk-metal yang merilis album Love and Peace Dude EP justru di tahun 1989

Selanjutnya musik dengan genre seperti ini benar-benar mewabah dengan lahirnya beberapa band fenomenal seperti Limp Bizkit, Linkin Park, POD, Sevendust, Mudvayne, rise againt the machine, ataupun Crazytown

Saat dekade era 2000an wabah hip-metal tak hanya membombardir MTV ataupun radio-radio lokal, tetapii juga menginfluence fashion remaja saat itu, banyak brand-brand erdorsement ciri khas musisi hip metal laris di pasaran, sebut saja Tribal, Independent dan lain-lain.

Mungkin tak selamanya genre musik mainstream itu harus diisi dengan genre-genre yang membosankan seperti elektro-pop, r.n.b, ataupun pop tetapi musik metal juga bisa bersanding di dunia musik mainstream merupakan sebuah angin segar bagi penggemar musik rock untuk menemukan alternatif baru jenis musik yang ada, kalaulah mereka penggemar rock sudah barang tentu banyak pilihan yang ada.

Limp bizkit sendiri bisa di bilang sebagai band hip-metal paling sukses dengan penjualan significant other di tahun 1999 mencapai 643,874 copy di minggu pertama, dan menduduki nomor 1 di billboard200, lalu puncaknya nu metal sering merajai panggung-panggung musik rock saat itu, sebut saja Family Values, ataupun woodstock 1999 yang di isi sebagian besar band-band beraliran nu-rock. (mcft mrtshn)

suatu sore di sebuah warung kopi…

2013-05-25 09.19.35Sore ini seorang teman tak henti hentinya menderingkan ringtone handphone saya, dan track nya “fed up” dari house of pain yang semua saya jadikan ringtone karena menurut saya keren pun kian menyebalkan, karena menyeruak berkali-kali, dan di sertai nama teman saya yang muncul pada layar dan tak lelah-lelahnya menghubungi berkali-kali, dan berkali-kali pula saya harus menutupnya handphone saya dengan bantal karena sungguh bising bunyi handphone yang saya pun malas untuk mengangkat benda berisik keluaran perusahaan korea itu.

Sampai pada saatnya saya harus mengaku kalah, ketika handphone itu benar2 tak berhenti berdering, dan saya harus terpaksa mengangkat panggilan itu dan mendengarkan celotehan curahan hati teman saya itu, dan itu bukan yang sekali, berkali-kali dia bicara soal curhat masalah pekerjaan dia yang menyebalkan lah, orderan sepi, bos marah, dan gaji yang tak seberapa sampai info lowongan kerja dan hal-hal lain yang buat saya bising tujuh keliling.

Dan seperti biasa pula obrolan telepon itu harus berakhir di sebuah warung kopi di jalan setiabudi, tempat kami biasa memuntahkan kebisingan dan ketidakadilan hidup, di temani segelas minuman berenergi yang di tambahi susu, yang di banding dengan harganya, minuman itu sangatlah cepat habis, walau dalam satu tegukkan, sungguh tidak sebanding, mau di apakan, mau tak pesan juga tak enak.

Dan keluhan pun bermulai, teman saya ini selalu bersikap skeptis dengan info-info yang di dapatnya “apaan, mosok si J sekarang udah enak, udah jadi pegawai negeri, padahal gak ada pembukaan gimana lah tuh, padal dulu jaman kuliah aja jarang masuk, ujian nyontek melulu…mana lah mau maju negeri ini kalau pegawai negerinya model si J kaya gitu…”

Ah rasa skeptis dia tentang beberapa hal terpaksa mendorong saya untuk ikutan skeptis, “ah kita ini rakyat kecil, si J itu bapaknya mantan kepala staff di dinas itu, gimana mungkin anaknya gak kecipratan rezeki nomplok”, “nah lalu celakanya akibat ketidakmampuan mereka mengelola sistem dan tanggung jawab itu, yang di jadikan korban ya model kita-kita ini, korban ketidakbecusan birokrasi, udah deh, ngapain iri sama si J!”

Yah, di penghujung siang kami selalu berceloteh tentang hal-hal yang menurut kami merupakan hal-hal ajaib dan fantastis, walau bukan fantastis versi reality show fact or fake, fantastis versi kami adalah ketika logika berlawanan dengan realita, ketika nilai-nilai dan norma yang di ajarkan kepada kami sewaktu masa kecil kini menjadi sebuah kontradiksi, seperti contohnya berkali-kali saya dan teman saya mengeluhkan upah minimum yang sangat menjengkelkan di Pontianak, apa gunanya bekerja sampai remuk badan tetapi di bayar dengan upah anak ingusan, inilah kejamnya pengusaha-pengusaha kelas kakap di Pontianak.

Dan logika menurut saya selalu saja kontradiktif, entah mengapa dan itulah bahan kita untuk mengerutu di warung kopi yang penuhi belukar rumah dan mobil ini, dan kami sering berjam-jam mengobrol soal teman-teman kami sendiri, mereka yang pernah melalui masa-masa perguruan tinggi dengan kami, dan saya sudah cukup mengenal siapa mereka, yah contohnya Si J itu pegawai negeri, dan si K itu karyawan swasta, si J itu kerjanya Cuma pamer seragam pegawainya di facebook, dan tertawa-tawa di kantornya, sedikit bekerja karena memang pekerjaanya gak ada yang kasih target, dan mau tidur saat kerja pun gak ada yang bisa mecat dia, tapi dia selalu dapat gaji full tunjangan makan siang dapat, tunjangan jemput pacar dapat, sampai tunjangan tidur siang pun masuk deras ke rekeningnya, tidak heran pegawai negeri selalu di incar ratusan ribu pengangguran di negeri ini.

Lalu di mana kontradiksinya?, yah di sisi lain seperti saat kami mengenal si K, yang semasa kuliah anak yang sangat rajin, tak berhenti-berhentinya belajar, walau terkadang saya sering tersenyum geli melihat profesinya sekarang tak lebih hanya jadi bawahan, yang selalu makan motivasi atasanya, kerja siang malam hanya untuk di bilang “tidak makan gaji buta”, dan kerja harus melebihi ekspektasi target hanya untuk mendapat upah yang manusiawi, di bayar dengan upah minimum regional, yang menurut saya sangat pahit, dan pekerjaan yang itupun di dapat K setelah ratusan kali melamar ke sana sini, ikut test di sana-sini dan mungkin sudah menghadapi muka para interviewer dari berbagai perusahaan, belum lagi cemoohan keluarga dan teman-teman yang sudah mapan duluan, yah itulah kalau kata mapan justru membuat seseorang gampang menghujatkan ketidakberuntungan kepada orang lain, bahkan temanya sendiri

Bagaimanapun J dan K sama-sama teman kami, saya cukup mengenal mereka, tetapi entah nasib selalu mendikotomikan antara keberuntungan dan ketidak beruntungan, stigma dan ekpektasi, mungkin masih banyak J dan K yang lain yang selalu kami obrolkan, atau bahkan saya sendiri yang di pecat gara-gara tidak bisa memenuhi target dari bos saya. Membuat bunga-bunga obrolan kami semakin mekar dan seru.

Yah inilah resiko ketika kami harus hidup di mana seorang pegawai negeri dikatakan sebagai standarisasi kehidupan layak dan symbol kemapanan, sama seperti profesi lainya yah sebut saja polisi, guru, perawat, karyawan BUMN atau karyawan bank, dan lulusan sarjana seperti kami ini harus menghadapi sebuah fase dilematis di mana di hadapkan dengan momok “tak berguna” ketika kami bukan di antara mereka yang berprofesi seperti itu, padahal untuk mendapatkan pekerjaan saja seorang sarjana yang benar-benar tanpa bantuan siapapun, itu harus menghadapi masa-masa sulit, penolakan di sana-sini, pengajuan surat bebas kejahatan dan segala macam tetek bengek dengan ujung-ujungnya tak mendapatkan hasil apapun selain lelah.

dan mungkin saya pernah merasakanya, karena sangat sulit mencari pekerjaan dengan upah layak, untuk menyambangi tittle kami yang berat itu, akhirnya kami rela mengambil beberapa pekerjaan dengan upah yang memprihatinkan, murah dan dengan tidak sebanding dengan pekerjaan yang di berikan, sungguh dilematika yang ironis, ketika malah ujung-ujungnya tak ada lagi prestise ijasah kami, ketika kami di sandingkan dengan dengan rekam satu tim yang notabene mempunyai tingkat pendidikan lebih rendah, belum lagi cibiran mereka yang lebih sukses dari kami dengan  bayaran yang lebih tinggi.

Ah sudahlah ini sudah sore, temenku ini pun sudah ingin balik absen lagi, dan sayapun harus menyelesaikan beberapa design pesanan untuk di cetak besok, jalani saja bisnis masing-masing, aku benar-benar sudah bosan mengeluh!

i d e n t i t a s

jangan pusingkan apa yang saya tulis ini, hanya sekedar kutak katik basi yang terlalu sia-sia untuk di pikirkan, pikirkan saja bagaimana cara kalian mencari tambahan biaya untuk hidup kalian pasca pemerintah dan jurus maboknya “menaikkan harga BBM”

boombox300-d8f3a058e33bdfdd7f5b61647b4bb8c02a31c1b8Ketika rock n roll telah di daulat menjadi aktualisasi identitas – identitas kelompok sebagai budaya adobsi, mungkin di saat yang sama kita merasa dahaga kita tentang pencarian jati diri kita ter-aspirasikan, seolah mengalami orgasme yang paling puncak, karena memang pandangan ekspresi bisa di muntahkan dengan menjadi apa yang tidak banyak kita dapat dalam remeh-temeh lingkungan keluarga kita, bahkan di eranya the beatles masih mendendangkan twist and shout, di mana di jaman itu, sebuah sistem otoritarian di negeri ini memaksa mencari jati diri selain nasionalisme merupakan barang haram.

kita, bahkan saya sendiri termasuk seseorang yang tidaklah puas hanya dengan representasi kehidupan sekitar, dan berujung dengan mengadopsi mentah-mentah sebuah subkultur yang bahkan nenek moyang majapahit kita dahulu belumlah pasti mengenalnya, kita terus-terusan bangga dengan semua labelisasi western mulai dari musik ,fashion, cara bergaul, gaya bahasa, olahraga hingga urusan seksual. Yeah, sepertinya sebagian besar dari kita memang terlahir di belahan dunia yang salah, dan menuntut haknya untuk kembali dalam hidup dengan kehidupan yang berbeda jauh.

Berapa sih sebagian dari kita yang lebih bangga menggunakan lee cooper ,all stars atau vans hanya karena melihat seorang Billie Joe armstrong atau tim armstrong ? dan saya termasuk salah satu dari mereka yang memenuhi playlist saya dengan track karatan era the  joey ramones masih bergaya mullet dengan anthologynya, terkadang memenuhi wild west ala john denver sampai nge hip dari eranya mob depp, violence-j sampai jamanya mike shinoda battle dengan the executioners, dan saya masih merasa bangga kalau identitas identitas itu lebih terjabarkan ketimbang mereka yang mendengarkan padi, goliath atau dewa, atau mungkin kotak

Belum cukup, tambahi akting western kita, bagaimana dengan tambahan booze, x-addict atau bagi saya cukup sebotol coca cola dengan headphone dengan dentuman playlist dengan pasang muka mirip pengidap schizofenia atau autis yang entah apa yang dilakukan asik sendiri dengan diri sendiri, lengkap dengan gingham ala everlast ala 90an menjelajah tiap sudut kota entah itu di bilang norak atau keren, bodoh amat, yang penting nge-hip even were not a fuckin hipster, dan itulah cara kita mempresentasikan kehidupan kita, entah punk rock lah, skate lah, entah hip hoperlah entah, mods lah, skin, pornstar, anak dugem, k-shit popersucks atau apalah namanya, seolah kata “whats up dude” atau “y-all mamen” lebih keren ketimbang istilah “permisi….”.

Budaya asing cepat bersinergi sampai bersimbiosis sangat padu dan lekat ibarat bantal dan guling di atau odol sama sikat gigi rumah kita, menginjeksi semua yang sudah bosan dengan kemuakan realita copet pasar tengah, goyangan inul jupe atau dewi persik, gossip infotaintment, reality show sampai rusuhnya pssi atau penuhnya ruangan pendaftaran pns daerah, sehingga identitas yang masuk merupakan berkah bagi mereka yang haus akan sebuah tatanan budaya yang mengharuskan mereka mempunyai identitas lebih dominan daripada orang kebanyakan, lalulah perlahan melalui sinematografinya XX1 atau musik yang ada di playlist yang kamu dengar merubah tatanan tersebut perlahan.

Bahkan kita masih berhalusinasi bahwa jalanan yang kita jalani mau becek atau di supermarket sekalipun seolah berasa sedang road tripped di sekitaran Bronx atau Detroit, dan konyolnya lagi masih saja terkadang headphone yang sama nempel di kuping entah track apa yang sedang berputar, sebatang rokok di tangan kiri dan menggenggam berger mek-D di sisi lainya, bisa di bayangkan mas-mas pekerja parkir menggeleng keheranan, yeah bagi saya itu normal saja, setidaknya kita masih bisa bertanggung jawab denga attitude kita sehingga melebar tebalkan marjin antara  sebuah attitude yang punya makna atau sekedar menjadi seorang poser.

Kita dan hidup kita yang ke barat – baratan menghiasi setiap langkah, mulai dari pasar pagi, sekolah, kampus, kantor, sampai shopping mall, labil dan tak punya jati diri, tapi bangga dengan kebodohan masing-masing, biarlah waktu berjalan seiring kita menua dengan identitas-identitas kita.

kemanusiaan yang kurang adil dan kurang beradab

“A young nigga got it bad cause I’m brown / And not the other color so police think they have the authority to kill a minority Fuck that shit, cause I ain’t the one for a punk motherfucker with a badge and a gun to be beatin on / and thrown in jail We can go toe to toe in the middle of a cell Fuckin with me cause I’m a teenager with a little bit of gold and a pager” (NWA – ice cube / Dr Dre)

 

UnfairSebuah track klassiknya NWA sebelum mereka bubar, yang bercerita tentang kehidupan jalanan mereka dan kaum minoritas kulit hitam yang selalu di perlakukan tidak adil oleh polisi di amerika, di mana kaum kulit hitam selalu di identikan dengan kriminal, drugs, penjarahan sampai pencurian mobil, sehingga perlakuan rasial dan sewenang – wenang aparat hukum di jalanan kepada mereka sampai, penangkapan gypsy dan hippies yang tanpa alasan, hukuman yang sangat tidak adil bahkan penembakan, pemukulan dan penangkapan yang tidak semestinya hampir selalu dirasakan kaum minoritas di jalanan.

pasca bubarnya NWA track yang sama terakhir kali saya simak adalah ketika ice cube manggung di family values, ada sebuah kejadian menarik di mana track “fuck da police”  di lantunkan dan di setiap reff di sambut koor penonton “fuck da police” berulang ulang, bagi yang punya rekaman lifenya pasti mengetahui adegan polisi dengan pakaian ala sherrif yang berjaga di bibir panggung memandangi kecut ice cube di panggung dengan background penontong yang jelas – jelas berteriak “fuk da police…fuk da police” sebuah kontradiksi yang manis mengingat amerika akhirnya mendapati karma yang akut, di mana seorang dari kaum yang termarjinalkan justru menjadi presiden mereka, Barry.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri..? ,teringat beberapa waktu lalu saya  sempat ber whats up ria dengan seorang teman, yang dulunya mantan rekan kerja saya di bank swasta mikro yang pelit, sebuah obrolan tersier keluh kesah masyarakat kecil dan mungkin kami ini termasuk kaum yang termarjinalkan sistem, sistem apa aja, bisa ekonomi, hukum dan sosial. Dan obrolan kami pun bermuara pada polemik penegakkan hukum yang absurd di lingkungan kita.

Terus terang kita tidak bisa mendikotomikan antara baik dan tidak baik , salah dan tidak salah. Masalahnya aturan aturan hukum mempunyai ketentuan baku yang telah tercatat, dan para penegak hukum menyebutnya KUHP atau apapun itu, dan semua ketentuan di bukukan dengan rapi, tetapi nyeleneh. Dan kami pun memuntahkan semua kemuakkan kami, karena kami tidak tau lagi harus menjadi apa untuk dapat merubah mental negeri yang kami sayangi ini, karena menghadapi system yang dari dasarnya sudah tidak punya integritas yang justru menyudutkan wibawa para pelaku pelaku di bidang penegakan keadilan itu sendiri

Dari kesimpulan perbincangan berjam-jam kami yang cukup membuat jari pegal, sambil ngemil kacang kulit dan nonton live matchnya barca vs muenchen (meskipun saya bukan pendukung ke 2 kubu), kami menyimpulkan bahwa penegakkan hukum itu di kasta-kan antara, waras dan tidak waras, sadar dan tidak sadar, dan tentunya kaya atau miskin, di mana hukuman memang di peruntukan bagi mereka yang bersalah dan berasal dari kaum mayoritas, dan tidak punya perspektif yang jelas, menurut kami dan so pasti sudah di dukung secara empiris melalui fakta, bahwa hukuman itu hanya untuk, pencuri sandal, orang nyarger hape sembarangan, ngambil buah tanpa izin gara – gara lapar dan bahkan orang yang gak tau apa – apapun bisa saja tiba – tiba masuk penjara! Ya tidak tau apa – apa, tidak pernah melakukan kejahatan pun bisa saja di penjara sewaktu – waktu, dan kerennya bahkan yang jelas – jelas melakukan kesalahan malah bisa saja tidak dapat hukuman sama sekali hanya harena punya alasan yang jelas, pembelaan dan alibi yang di buat – buat masuk akal, atau bahkan hanya sekedar meminta maaf…alahmak, !

Bagaimana kita mau hidup tenang, kalau justru ancaman justru datang dari aparat – aparat penegak hukum itu sendiri, di satu sisi, kita tidak memungkiri bahwa memang kita butuh mereka, di tengah ketidak amanan negeri ini, tetapi di sisi lainya tidak di pungkiri pula jika perlakuan mereka itu menyebalkan, sangat tidak mengherankan melihat mereka juga yang mempertontonkan sisi egoisme mereka, dan lalu menyalahkan media yang membesar – besarkan, arogansi memuakkan tingkat dewa yang seolah – olah memposisikan mereka sebagai kasta tertinggi di negeri ini,

kesalnya masih saja umpatan dari mereka yang memposisikan seolah merekalah yang paling faham soal hukum, “tau apa kalian soal hukum..?” kata mereka, dan lupa akan hasil pajak rakyat jelata yang kalian makan, yang sudah mereka pakai buat beli mobil dan bayar kreditan rumah, yang membuat mereka bisa sok mapan dengan mertua – mertua mereka, yang membuat mereka merasa keren dan berwibawa untuk memajang foto mereka dengan seragam kebanggaan mereka di facebook, yang pada akhirnya mereka bisa saja memenjarakan kami rakyat jelata ini sewaktu – waktu tanpa kami melakukan kesalahan, atau terpaksa melakukan kesalahan sepele, atau bisa jadi mereka memaksa kami mengakui kesalahan yang tidak sama sekali kami lakukan, memukuli kami, membentak – bentak kami, yang membuat saya harus menghela nafas panjang dan sedikit menyesali kehidupan sembari berkata, “tuhan, mereka itu sebenarnya tau tidak sih mana yang salah, dan mana sih yang benar, oh..orang ini salah, dan oh, orang ini tidak bersalah”. Jujur apa mereka tau hal itu?! Tidak kan!

Gak usah deh jauh – jauh ngomongin soal koruptor,dan memang vonis hukuman mati buat mereka yang masih di tangguhkan, terlalu besar untuk membandingkan ketidakadilan pandangan hukum antara publik jelata dengan kaum elit, tentu saja karena pendukungan fakta masih di kedepankan ketimbang logika dan nurani, belum lagi faktor backing yang kuat, uang dan tentunya, when you pay more, the case is close, makin membuat miris, jadi ke mana lagi lah kita sebagai masyarakat awam harus berteriak meminta tolong, mengemis keadilan yang wajar dan setara, dan perlakuan yang manusiawi dari aparat penegak keadilan yang justru berlaku tidak adil, ah, yang bisa kami lakukan hanya berdoa…berdoa…dan  berdoa itu saja, setidaknya kami masih punya tuhan itu saja.

Kita rakyat kecil hanya ingin melihat masyarakat di perlakukan adil di depan hukum, kalau aparat itu sering memukuli rakyat kecil, pukuli juga dong pemalak bersafari itu, berani gak sih mereka, pukuli juga Bandar narkoba besar, atau artis – artis berkelakuan bejat, kalau aparat menghukum bertahun – tahun seorang nenek yang tidak sengaja mencuri buah karena lapar, maka saya hanya ingin mengharapkan mereka publik figur  besar yang sering di ekspos di media mendapatkan perlakuan yang sama, bukanya malah mendapatkan grasi,atau pemotongan hukuman, mendapat perlakuan mewah, bukan penjara sekelas hotel mewah, di manakan sumpah serapah para penegak hukum di negeri ini untuk yang memperlakukan manusia itu sama saja. Masak kami harus mengemis keadilan dengan TOA dan berteriak – teriak, kan kalian tidak buta, dan masih bisa cukup berfikiran waras untuk memilah milah mana yang benar dan mana yang salah.

KUHP itu ketentuan baku, ibarat kitab suci, jangan jadikan tolak ukur mentah yang ada di sana untuk menjatuhkan hukuman, nuranilah yang menjawab itu, pertanyaanya, masih adakah nurani..? lalu kalau nurani sudah tidak ada, kami harus berteriak kepada siapa untuk mengemis keadilan..? ah entahlah. Dan kopi malam ini pun telah dingin dan berharap esok pagi mentari terbit dengan cerahnya, the justice is blind doesn’t mean they have blind at all with the process, the law doesn’t will be stand up if they brain never have good relation with they heart, to be honest and be much listener, open up your eyes widely and close the book!.

“life is not about what you get, but is what about what you give…”

ICP cover house of pain track : The gift from early month!

Tak ada yang spesial di awal maret tapi ada yang menarik di awal februari lalu, memang luput dari postingan bulan lalu, tapi tak apalah toh bukan berita baik, karna sekali lagi awal tahun tak terasa telah termakan waktu begitu cepatnya, pasca meninggalnya ibu dari teman saya yang kami tunggui berhari-hari di rumah sakit, dan pada akhirnya beliau harus menyerah dengan leukemia yang deritanya, sangat di sayangkan awal tahun saya lagi-lagi punya titik hitam, sama seperti tahun lalu di periode yang sama saya harus di paksa berhenti kerja.

*****

icpDan di awal bulan februari kemarin ada yang sedikit menggembirakan pula bagi ruang dengar saya, mungkin saya adalah salah satu fans yang sangat teramat ingin melihat 2 band hip hop yang berbeda genre untuk berkolaborasi, walau itu tidaklah sangat mungkin mengingat everlast dan rekan sudah terlebih dulu bubar untuk saya mimpikan berkolaborasi dengan violence J dan shaggy 2 dope, ya benar saya ingin sekali melihat mereka melakukan jamming season atau setidaknya garapan bersama, meski dua-duanya punya karakter musik yang sangat jauh.

Insane clown posse (ICP) mungkin bukan band hip hop kebanyakan, mengusung horror core , lebih tepat sebagai band spesialis musik dengan tema-tema tak lazim yang biasa jadi tema-tema film-film horror  seperti pembunuhan (psikopat), zombie, urban legend, paranoid, sakit jiwa dan lain. Saya tak tau banyak tentang hip hop di pelosok dunia, tapi untuk saat ini mereka adalah salah satu band hip hop yang pakai make up badut dan juga punya profesi lain sebagai pemain gulat, bagi yang sering mengamati pertandingan gulat era wwf atau wcw mungkin sering melihat mereka di atas ring gulat dengan nama (tag team) dark carnival, dan berkolaborasi dengan beberapa pegulat professional lainya, seperti vampiro dan the oddities, sungguh hal yang tak lazim bagi band hip hop umumnya.

Sedangkan house of pain sendiri merupakan band irish hip hop kebanyakan, sama seperti hip hophead awal 90an, dari sekian banyak band-band hip hop yang ada bagi saya house of pain merupakan satu yang menarik, dua MC dan  satu DJ, menurut saya tak banyak penerus generasi run DMC di era 80an dan house of pain merupakan salah satu yang punya karakter lebih dekat dengan run DMC.

ICP dan house of pain sama-sama berdekatan dan sangat identik dengan musisi rock, baik berkolaborasi ataupun sekedar menginspirasi, ICP sendiri pernah menjadi pengisi acara talk show di mana Slipknot pertama kali muncul, selain mereka juga menjadi salah satu pengisi Woodstock 99 (dan di sinilah untuk pertama kalinya saya melihat penampilan mereka), Woodstock 99 merupakan seri woodstock di mana genre hip metal masih merajai industri musik, dan banyak pengamat musik yang mengatakan Woodstock 99 memang di buat  lahir untuk fans hip metal, mengingat banyaknya band sejenis yang manggung, sedangkan house of pain sendiri menjadi salah satu band hip hop yang mempengaruhi lahirnya genre hip metal, mengingat di kemudian hari DJ leathal bergabung dengan Limp Bizkit, dan limp bizkit sedikit banyak terpengaruh oleh house of pain itu sendiri.

Mungkin untuk melihat mereka berkolaborasi bisa di bilang mustahil, house of pain sudah bubar meninggalkan track-track yang masih berputar di benak para hiphophead, sedangkan ICP masih merilis album, saya tak begitu merespon band ini pasca mereka melakukan blunder buruk di beberapa album di era 2000an, mungkin saya lebih suka track-track lama mereka, seperti great milenko, boogie woogie dan chickin huntin, karena ada kalanya saking produktifnya sebuah band, entah itu untuk kepentingan komersil atau hanya sekedar eksistensi bisa jadi malah membuat track-track yang buruk, semakin sering band itu merilis track, semakin luntur idealisme mereka dalam bermusik, sehingga mengikis ide-ide yang seharusnya gemilang dan menggantinya dengan selera pasar.

Kesimpulanya, mereka memang sangat di mustahilkan untuk berkolaborasi, meskipun mungkin  di suatu saat itu bisa jadi mungkin-mungkin saja, sampai akhirnya saya  melihat insane clown posse mengcover track “jump arraund” dari house of pain merupakan sebuah obat tersendiri yang sedikit menawarkan keinginan saya melihat 2 band idola untuk berpadu, dan beruntungnya saya adalah salah satu orang pertama yang yang menyimak postingan cover tersebut secara perdana di youtube, yah setidaknya tidak berkolaborasi, mengcover lagu juga bukan hal buruk

Mungkin anda juga mungkin penikmat salah satu dari mereka, atau mungkin dua-duanya, silahkan cek video ICP yang mengcover jump arraundnya house of pain di sini, lets get beat fellas! And the last February and this not to bad!

dan bintang pun enggan bersinar

my deviantart folder (50)

mortishen.deviantart.com

you cant find the sunshine in the dark of  night, you    can turn on the neon light, but it only shinning your room, take a candle, if you want some little shine 

if you have no it all,  the stars will be shine for you… “

********

WordPress dan sebuah laptop beserta modemnya kini menjadi satu satunya teman baik, bagi saya, di mana benda inilah yang satu satunya mengerti saya dan selalu menyuguhkan apa yang saya mau, walau laptop ini sudah relatif tua, sebuah laptop buatan korea, di beli sekitar tahun 2006, dengan kondisi yang sangat tidak baik, hard disk yang penuh, virus yang tak hilang2 walaupun telah di reinstal, koneksi jelek, …hah, setidaknya saya masih punya sahabat, terkadang di samping laptop ini duduk manis secangkir susu coklat hangat, yang bisa menenangkan urat syaraf yang sedang tegang karena kebingungan

Tak banyak yang bisa mendengarkan seberapa banyak kita harus mencurahkan pendapat kita yang berputar – putar di kepala, kita terkadang bisa berbincang – bincang dengan diri kita sendiri di sini, sepasang alter ego yang yang kontradiktif, menangisi dunia, dan mencaci maki hal yang tidak kita senangi, dan keyboard dari laptop ini mungkin telah bosan mendengar kita yang selalu mengeluh dan bermimpi,.

Entah kenapa, sebagian manusia dewasa berfikir bahwa kita tidaklah lagi hidup di tengah dunia yang berwarna warni, kita terus saja membawa beban penat dan segala macam problematika kita untuk terus mengutuki kehidupan, dan menyisakan ruang kosong di otak kita buat bersyukur, itu pun kalau ada……., mereka enggan menyibak tirai buntu yang semakin hari semakin kelam, dan saya dengan problematika saya serasa banget hidup ini semakin gelap dari hari ke hari

Terkadang kita berkicau tentang ketidak adilan dunia, ketidak ramahan lingkungan, kemajemukan yang meluntur, dan saya juga salah satu subjek yang selalu berkeluh kesah tentang dunia ini yang tak ada adil – adilnya sekali, mungkin yang lain juga sama, mikirnya sih harusnya begini…tetapi kenapa jadinya begitu, dan begini dan kenapa selalu begitu

Sebagian dari mereka yang saya lihat adalah “tukang pamer”, masih saja ada yang seperti iti, pamer apa saja, pamer cowok yang anak orang kaya, pamer pekerjaanya di jejaring sosial, memejeng pose di tepan tempat kerjaanya, pamer pola hidup hedonis mereka, pamer hasil karya-karya mereka yang pas pasan, pamer ideologi yang tidak semestinya,  dan pamer – pamer yang lain, dan ini memuakkan, jelas – jelas semua itu ada di depan mataku, di screen ini, di laptop ini, mereka semua sama, hidup dalam area abu-abu, sama sekali tidak menunjukan warna yang yang menginspirasi bagi saya

Malam semakin larut, berbaring sejenak, seruputan terakhir susu coklat yang sudah mulai dingin, sebuah playlist lawas miliknya fooster the people – pumped all kicks, bernyanyi nyanyi dalam gelamnya malam, di kamarku, etnikal banget track ini, malam semakin larut, tanpa bintang, tanpa warna, entah mungkin sang bintang pun enggan memberikan indahnya kelip cahaya bagi saya malam ini, sudah cukuplah wordpress jadi teman di kala gelap gulita.

Di antara cinta, perjuangan dan barang bekas

“Ahhhh tidaaakk ini sudah februari? Tolong bangunkan saya,! Ooh, Time, could you walk more slowly,? You cannot turn back,! Little bit calm maybe…….. ”

 *******

Ada kalanya pikiran benar-benar ada dalam titik krusial yang kritis, sehingga sangat malas untuk membuat postingan, walau sebenarnya saya tidak begitu sibuk-sibuk amat,mungkin bawaan badan yang kurang begitu sehat seolah kepala ini tertimpa puluhan ton buah semangka, it so hard, dan akhirnya Microsoft word di laptop saya pun di paksa menganggur, efeknya konten-konten di blog pun saya tersierkan, tanpa postingan dan luput membaca postingan menarik blogpage lainya yang biasa saya simak

Ah, awal tahun yang absurd, Terbiasa dengan retorika tak luput sejenak waktu untuk beromantika, mungkin siang hari ini saya mendapatkan sebuah moment yang tepat dan sedikit membuat saya sedikit intens, hmmmmm seberapa intens, mungkn terakhir kali saya melihat kisah cinta hebat dari seorang wanita untuk si pria dalam the perfect storm tapi lupakan film keren yang endingnya menyedihkan ini, saya tak ingin bahas itu.

sepulang dari aktivitas siang ini sembari menutup gerbang rumah, terlihat dua orang pengumpul barang bekas (sebenarnya tidaklah terlalu etis kalau menyebutnya pemulung, toh itu juga profesi selama menghasilkan duit) menghampiri saya yang sedang menutup pintu, ya, dua orang atau tepatnya sepasang, mereka jelas terlihat suami istri, lengkap dengan topi caping khas pak tani yang terlihat kumal dan tidak baik bentuknya, si wanitanya membawa karung penuh barang bekas yang di jinjing, dan suaminya membawa gerobak, sedikit lebih punya beban berat ketimbang sang istri,

si wanita atau tepatnya si ibu menghampiri saya dan bertanya ke pada saya “ibunya mana dik?” dan saya menjawabnya “belum pulang bu” sambil tersenyum, lalu si ibu tersebut bertanya lagi, “lah kamu gak kerja lagi?”, dan sayapun menjawab “tidak lagi bu, kontraknya sudah habis, maklum kalau kerja swasta itu sekarang susah, jadi fokus ke usaha orangtua saya aja dulu, sama-sama dapat duit juga” dan ibu –ibu itu sambil membenarkan topinya menjawab, “ooh ya udah, salam saja ya sama ibu kamu” dan suaminya ikut menjawab “mari dik” dan saya juga memberi sinyal sampai jumpa dan merekapun berlalu berdua, berjalan beriringan. Sebuah moment simple tapi sedikit menyentuh hati.

Saya berfikir sejenak,walau dengan penampilah yang relatif kumuh, keringat dan membawa benda-benda tak lazim ibu itu sebenarnya cantik, saya bisa melihat garis senyumnya, bentuk tubuhnya yang boleh di bilang lebih proporsional ketimbang seorang pemungut barang bekas kebanyakan, mungkin saja kalau si ibu menggunakan gaun dan di lengkapi dengan dandanan plus make up akan menjadi lain kelihatanya, saya yakin si ibu lebih menawan daripada istri pejabat ang bangga-banggain makan gaji hasil duit pajak itu, atau seribu kali lebih humanis ketimbang senyum tengiknya seorang Angelina Sondakh yang ngebet ngaku tak punya blackberry.

Sebuah skena monumentalis yang tersirat dan itu sangan bernuansa romansa muncul di pemikiran saya , sepasang suami istri paruh baya bersama-sama bekerja keras hanya untuk bertahan hidup, memunguti barang bekas di komplek sederhana kami, dari rumah ke rumah tanpa rasa segan dan malu, tak peduli siang panas, dan keringat bercucuran, belum lagi pandangan sinis terkadang orang-orang komplek yang selalu menstigmakan pemulung itu dengan “pencuri terselubung” yang menganggap mereka itu lebih mirip sampah atau pengemis ketimbang manusia dengan bersikap sinis bahkan mengusir mereka. tapi sepasang pemulung tetap dengan gagahnya menyusuri komplek, rumah demi rumah walau apapun hal yang mereka dapat “berdua”, oh what a sweetest thing that I ever see that.

 Ya, bagi saya mereka adalah pasangan paling romantis dari semua hal yang pernah saya  temui, si ibu yang dengan gagahnya bersedia dengan suka rela atau dengan penuh cintanya mendampingi suaminya walau suaminya hanya seorang pemungut barang bekas dan seorang suami yang mendapat cinta istrinya secara penuh dan mencoba memberikan kekuatan terbaiknya demi untuk bisa menjadi sosok yang berharga di depan mata istrinya, dan mereka pun bersama-sama mengarungi hidup mereka yang keras, menepikan stigma demi kelangsungan hidup. tidakkah itu hebat?

Saya selalu berfikir, berapa banyak seorang wanita yang dengan ikhlasnya mau menerima seorang pria apa adanya, dan rela bersama-sama berkorban untuk kehidupan bersama, mau di ajak susah, tapi tentulah mereka tidak pernah bercita-cita untuk selamanya di hidupi dengan kesusahan, dan sebagai seorang pria, bapak itu, maupun saya atau siapapun tentulah ingin memberikan yang terbaik untuk pasangannya, seberapa keras atau bahaya sekalipun seorang pria akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk sosok yang di cintainya, yang mau mendampingi dan di ajak mengarungi hidup yang berat, penuh cibiran, bahkan hinaan,.

tapi kalau kita mau membuka mata, seberapa banyak seseorang yang justru hidup di kehidupan semu, matrealistis dan penuh kebohongan, berapa banyak masyarakat kita yang terdoktrinasi dengan budaya-budaya konsumtif, mereka bahkan yang bergaji tinggi dan berdandan parlente tapi jak jemu-jemunya memproklamirkan kebosanan dengan kehidupanya, seorang istri yang menikahi suaminya karena hartanya, dan harta korupsi, suap menyuap, untuk memberikan berlian kepada istrinya, dan itu fakta, semakin tinggi derajat dan standart hidup seseorang, jutru sangat jauh dari nilai-nilai sosial dan tentunya “cinta”.

sepasang pemungut barang bekas yang saya temui tempo hari justru dapat memberikan pelajaran bahwa cinta dan kehidupan itu tidaklah melulu di translasikan dalam proyeksi harta benda dan jabatan, senyum sang ibu di balik peluh, sungguh saya dapat mensiratkan bahwa dia teramat ikhlas dengan keadaan suaminya dan kehidupanya, dan sebagai suami saya harusnya mengangkat topi setinggi-tingginya, karena ada seorang wanita hebat di sisi anda, yang mau berada di samping anda seberat apapun langkah kalian, teruslah berjalan ibu-bapak pemungut barang bekas yang saya temui tempo hari, saya yakin kerja keras kalian akan terbayar suatu saat kelak, dan terima kasih sudah memberikan saya sebuah kliping kecil monumental yang berharga mengenai kehidupan, perjuangan dan tentunya “cinta”.

this january, and its my track!

Untitled-1

Postingan yang gak penting di balik bulan januari yang belum-belum sudah di mulai dan di jalani dengan kegalauan tingkat akut, selalu berat problematika di awal tahun, selalu berat tapi lupakanlah, tak perlu di gubris jika anda memang tak menyukainya, tapi sepertinya saya berhak untuk pamer, bukan pamer materi, tapi pamer apa saja yang berulang kali menghangatkan kamar saya yang panas ini, serasa tak lengkap rasanya duduk manis di depan laptop, di temani secangkir kopi susu yang mulai mendingin, tanpa hadirnya track-track yang cukup mengisi ruang kosong di kepala, ya siapa tau anda juga menyukai satu di antaranya, cheers, be cool, stay fun and keep rocks!

========================================================

tweeting is new detonate with high explotion

SC20130127-205727-1

doc.

Mungkin ada sebagian dari kita yang sudah mendengar anekdot, “kalau mau mengetahui karakteristik, kepribadian seseorang dan tingkat intelektualitasnya, lihat saja account jejaring sosialnya, kalau mau melihat pola pikir dan bagaimana seseorang bersosialisasi, lihat saja dari status atau tweeting yang dibuatnya,” setidaknya account sosial media menjaring kurang lebih dari profil dan kondisi psikologis seseorang.

Sosial media memang di rancang sedemikian rupa untuk lebih mempersingkat waktu, ruang dan segmentasi sosial, di mana seseorang bisa saja terhubung satu dengan yang lainya tanpa batas dan sekat, sebuah dunia imajiner tapi nyata, seperti kebanyakan berasumsi, kehidupan di dunia ini tak hanya mencakup dunia nyata dan akhirat, akan tetapi ada pula “dunia maya”, dunia ciptaan manusia dan tentunya selain untuk kepentingan profitabilitas mereka bertujuan untuk mempertemukan kita satu dengan yang lain.

Mempunyai account yang menggambarkan kita secara utuh harus di sertai tanggung jawab, tak bisa kita lepas tangan membiarkan pemikiran kita lebih dominan daripada kesadaran kita, karena apapun pola pikir kita itu di baca audiens secara umum, karena pemikiran kita bisa saja menjadi senjata makan tuan

Bicara soal tweeting, entah apa yang di pikirkan seorang Farhat Abbas, seorang selebritis, eh pengacara saat mentweeting bernada rasis kepada salah satu pejabat ibukota, entah dalam keadaan sadar atau mungkin juga dia sedang mengalami bipolar disorder akut, atau mungkin gangguan kejiwaan lainya yang tak bisa menyadari lagi bahwa dirinya merupakan sebuah figur dan ikon profesi yang malah seenaknya menyatakan sebuah pemikiran yang bersifat opini kepada publik yang sangat massif.  Yang justru malah sangat merepresentasikan, ya, seperti itulah tingkat intelektualitas dia yang sesungguhnya

Terlepas dari satu tweet bermasalahnya, terjawab pula statement perihal bagaimana peran sosial media dalam mempresentasikan karakteristik penggunanya, memang bukan hal asing bagi seorang Farhat Abbas dalam melejitkan namanya di depan publik dan media, mungkin kalau tidak dengan sensasi-sensasi dan statement-statement yang di buatnya, mana mungkin namanya di kenal di mata publik. karena untuk bangkit dari fase mediocore itu butuh sedikit bumbu yang walau kalau di cicipi rasanya pahit, akan tetapi cukup untuk membuat siapapun yang mencicipinya mengenal siapa kreatornya, yeah, kalau tidak karena prestasi ya kalau mau terkenal seseorang harus buat sensasi, tak peduli apa profesimu, pengacara sekalipun.

Ah, Lupakan tentang selebritis pengacara kurang kerjaan itu, sekedar berpaling jauh dari masa kita berjejaring ria, atau mungkin lekatkan pemikiran kita, bagi yang pernah merasakan di mana kebebasan berpendapat merupakan barang illegal, di masa orde baru, di mana selongsongan peluru media bukan hanya di bungkam akan tetapi dalam pemberitaanya di setting sedemikian rupa untuk lebih mengarahkan dan menggambarkan keberhasilan pembangunan pemerintah saat itu, seolah media dan pemerintah selalu sejalan, berbanding lurus antara satu pihak.

Di saat itu berpendapat dan beroposisi merupakan sebuah kejahatan, entah apa yang terjadi pada seseorang yang berani mengkritik kebijakan populis rezim yang di dasari paham militerisme tersebut, legitimasi hukum dan kekuasaan seolah menjadi sebuah obat mujarab untuk membersihkan pemerintahan dari sorotan kritikus-kritikus yang namanya bakalan lenyap menghilang di telan bumi kalau mereka hanya sekedar memberikan fakta yang berbanding terbalik dengan apa yang sudah pemerintah beberkan.

Sekedar review, tumbangnya rezim itu tak lebih karena tuntutan transparansi sebuah kejujuran yang seolah di tutup-tutupi, akan tetapi lebih kepada ketika ekspresi seseorang di kurung sedemikian rupa, sehingga puncak dari kekesalan segelintir tokoh-tokoh reformis untuk menggerakkan pergerakan besar-besaran, menghantam legitimasi hukum tadi, dan menggantinya dengan legitimasi buatan maysarakat, yang mungkin saja buah-buah ekspresi tersebut di representasikan dengan botol kecap yang berisi minyak tanah , yang menjadi satu-satunya luapan ekspresi seseorang saat itu.

Kini dunia berubah, apa yang dulu di larang, malah sekarang jadi panutan, tidaklah bisa kita salahkan sebuah transformasi waktu, tapi bagi saya menarik untuk menggarisluruskan peran sosial media menjadi pengungkapan ekspresi pribadi yang bersifat destruktif, kalau dulu berpendapat itu di larang, maka munculnya produk jeraring ini justru memfasilitasi setiap pribadi untuk bebas bertestimoni, kini bukan sebuah masa ketika media menutupi sebuah kebobrokan system dan birokrasi, akan tetapi di mata setiap individu punya berjuta alasan untuk mengatakan hal yang buruk kepada sesuatu yang sebenarnya baik ataupun sebaliknya.

Akan tetapi sisi buruk selalu membayangi kemana peradaban berbau teknologi itu melangkah, kemudahan yang di buat selalu berbanding lurus dengan penggunaanya yang cenderung negatif, walau kita juga tau, sisi positifnya juga sangat banyak sekali, entah berapa banyak menghubungkan saya dengan band-band yang dulunya hanya saya bisa khayalkan penampilan dan wujud mereka, dan mempertemukan kita yang tidak saling berdekatan, hingga berbagi informasi. Sosial media menciptakan ruang kritis di benak penikmatnya, bebas tanpa arah, menciptakan stigma-stigma sosial baru yang tak ada di dunia nyata, bahkan merevolusi peperangan era digital, ketika kata-kata secara verbal dinilai menjadi pelepas dahaga ketidaksukaan terhadap suatu objek,

Cara “peperangan” melalui cara verbal merupakan trending digital, mirip cara kerja botol kecap yang sering di lemparkan demonstran pasca reformasi, meledak, terarah dan mempunyai efek. Molotof kerap di lemparkan kepada sasaran tertentu, bahkan objek yang tak karuan, dan hanya untuk bertujuan membuat suasana menjadi berantakan, dan begitu pula tweeting-tweeting dan status-status dalam jejaring yang tak bertanggungjawab dewasa ini, dan objek yang merasa di lempari molotof verbal tersebut tak kerap menunjukan kepanasanya seolah terbakar api molotof tersebut, seolah mewakili sebuah asumsi komunal, akan tetapi justru merepresentasikan individu yang antipati terhadap lawan yang di serangnya, dan publik tentu sudah tau mana yang hanya sekedar “pelempar botol” atau siapa yang kena api dalam pelemparan itu

Yah, seorang pengacara di atas hanya contoh kecil penggunaan sosial media yang justru lemparan molotofnya berbalik arah dan membakar dirinya sendiri, di sisi lain kita harus bersyukur karena kita hidup di era di mana kebebasan bersuara, menyampaikan pendapat, dan bebas mengkritik, akan tetapi penggunaan bahasa verbal harus di sertai logika yang sehat, bukan di dasari ego untuk mendiskreditkan pihak-pihak yang jadi target serangan, dan khalayak ramai tau siapa yang lebih waras dalam sebuah peperangan, dan tidak semua asumsi pribadi itu bisa berbanding lurus dengan asumsi publik, atau justru malah menuai kecaman, dan berbalik mempermalukan diri sendiri, be smartest to spoke, its free but do it with so much responsibility..!

========================================================

Catatan kecil di sebuah restoran cepat saji

folder (4)

instagram

“Ahh, lupakan, setidaknya bersyukurlah saya, tak ada band idola saya di pajang di sana……”

******

Di penghujung tahun  lalu sepulang dari warung kopi, seorang teman mengajak untuk mengisi perut, tak biasa kali ini dia memilih salah satu restoran cepat saji yang buka, berlogo seorang kakek tua, ya memang tak ada pilihan lagi lagian mana ada warung lamongan atau nasi goreng cap chai kesukaan kami yang buka di tengah malam buta gini, yang tersisa hanya santapan yang biasa kami sebut “junk” dan biasa kami santap pula di tengah malam begini ketika tak ada lagi pilihan.

Sembari mengantri dan memesan paket dengan senyuman manis yang di paksa atau mungkin menahan kantuk, karyawati yang meladeni kami seolah setengah tersenyum kecut dan tak kuasa untuk berlarut dalam kesibukan mereka, mondar-mandir melayani pengunjung. toh karena tugas, mereka tetap membuat diri sendiri telihat bahagia. Dan kami para antrian dengan muka di tekuk pula karena memang sudah lapar dan antrian pun sudah cukup panjang, seolah – olah kita semua di sini adalah aktor yang memerankan masing – masing peran yaitu sama “pura-pura tersenyum”.

Tapi itu bukan perihal yang membuat saya memendam sedikit keheranan, ini memang berwujud restoran cepat saji, akan tetapi di depan saya, di samping saya tertempel poster ukuran jumbo seorang penyanyi, dan di sisi lainya terpampang foto band yang entah siapa mereka, belum lagi televisi di dinding itu terus-terusan memutar video dengan penyanyi yang sama, yang hanya bergoyang-goyang saja dan sangat membosankan, di meja kasir lagi, kok bisa ada beberapa kaset di pajang sedemikian banyaknya dan pastinya yang jelas saya tidak pernah berharap untuk dapat mendengarkan lagu-lagu ciptaan mereka.

Lalu selanjutnya saya berfikir, sebenarnya ini merupakan restoran cepat saji atau toko kaset, lalu sejak kapan restoran cepat saji menjadikan dirinya sendiri sebuah industri rekaman yang kemudian di jual bersama ayam goreng dan kentang goreng yang menjadi produk andalan mereka..? lalu apa sebenarnya yang mau mereka jual..? penyanyi, band ibukota atau makanan..? atau menjual sebuah retorika non-politik yang selama ini kita kenal dengan istilah “budaya pop”.

Selanjutnya obrolan-obrolan berlanjut di sebuah meja makan kecil di tempat yang sama, meja untuk empat orang, meskipun kami Cuma bertiga, dan meskipun ini dini hari tetapi tempat ini tetap saja penuh, di samping kami segerombolan anak abg tanggung seolah entah apa yang mereka rayakan,lalu di sudut sana dua orang sepasang ya lagi-lagi remaja duduk berdua, entah apa yang ada di pikiran mereka, jam segini, berdua..ah masa bodoh, yang jelas malam ini kami di kelilingi anak remaja yang menjadikan tempat ini jadi seolah tanah suci mereka dalam aktualisasi diri, bisa jadi misi “retorika non politis” yang di jual tempat ini akhirnya mengenai target sasaranya, dan….berhasil.

Lalu perihal kaset dan album-album tadi yang di pajang dan di jual di sini beserta ayam goreng dan menu lainya, kenapa sih tidak ada satu dari artis yang di jual itu merupakan band favourit saya?, entah keterpaksaan ide untuk membangun sebuah kultur baru ataukah pengaruh kurtur baru untuk terpaksa di jual untuk memaksa khalayak untuk membelinya, atau dari pihak artis sendiri yang sengaja menawarkan diri ke pihak franchising untuk rela di jual untuk lebih mendistribusikan lagu-lagu mereka ke khalayak, dan berharap mereka menjadi terkenal, kaya raya karena sukses menjual karya mereka di restoran cepat saji

Mungkin dulu Philip Kotler tak pernah menduga, bahwa ide isengnya perihal marketing mix, yang kemudian ajaranya menjadi “membumi” lalu di jadikan patokan umum pelaku bisnis konvesional, dan ujung-ujungnya dunia menciptakan budaya mereka sendiri yang di sebut industrialisasi dan kapitalisasi, lalu bukan lagi menjadikan konsumen itu raja akan tetapi malah berbalik menjadikan mereka korban dari berbagai macam teorika kehidupan yang di ciptakan pelaku-pelaku bisnis konvensional tersebut.

Lalu terlintas di otak kami jikalau semisal ada band punk rock, atau metal yang di jual franchise dalam bentuk keluaran cd indie yang biasa mereka sebarkan di gigs – gigs…..apa jadinya, walau sepertinya saat ini metal dan punk bisa juga di katakan budaya mainstream di kalangan anak muda, akan tetapi tetap ada konteks yang membedakan budaya-budaya dalam sebuah genre antara budaya satu dan lainya, dan bersyukurlah belum ada produk francise yang meng endorsement band-band sedemikian..hoo…hoo

Dulu saya masih teringat respon skena-skena yang berpandangan miring dengan bergabungnya Burgerkill atau Superman Is dead dalam industri rekaman major, bahkan tak sedikit rekan-rekan seperjuangan mencap band-band tersebut dengan istilah pengkhianat, walau memang butuh waktu bagi mereka untuk mengembalikan stigma bahwa baik major ataupun independent bukalah patokan untuk sebuah musik metal dan pop punk untuk harus kehilangan identitasnya, setidaknya mereka sudah membuktikan itu.

Lalu kalau boleh saja band metal berteman dengan budaya mainstream, dan selanjutnya mungkin saja menandatangani kontrak major dengan embel-embel lainya, mungkin saja suatu saat saya bisa melihat poster dying fectus, forgotten, straight answer atau rosemary di pajang bersanding dengan menu ayam goreng di restoran franchise, dan mungkin poster konsernya the black dahlia murder atau anti-flag bakalan terpampang besar bersama paket hemat ayam goreng di sini…wah.

Ya masalahnya toh ikon-ikon non populis kini sudah mewabah, tongkrongan metalhead dan punk rockers sudah ngikut berkiblat ke arah-arah hedonis, mereka memenuhi tempat-tempat konsumtif, gak jarang remaja sekarang memasang atribut cadas hanya karena ngikut fashion dan hanya untuk di bilang keren, ujung-ujungnya, bukan barang yang yang absurd lagi kalau menjumpai remaja dengan outfit semacam, seringai, thirteen,  jeruji dan embel-embel bawah tanah lainya, nangkring di mall-mall bahkan di restoran cepat saji, ya seperti malam ini anak-anak yang bergerombol di seberang meja saya dengan teman-temanya memang bergaya seperti itu, entah karena ingin menunjukan jati diri “kecadasan” mereka, atau karena apalah, memang saya tak begitu peduli.

Akan tetapi menyandingkan ikon-ikon hardcore tersebut di sebuah tempat yang terang-terangan mengendorsement budaya pop mainstream ya sepertinya sama saja memajang stigma “equality” dan menyama-nyamakan band-band yang tergambar di baju remaja-remaja itu dengan band-band yang terpajang di meja kasir sana. Dan kita sama-sama terlarut di tempat yang sama.

Ahh, lupakan, setidaknya bersyukurlah saya, tak ada band idola saya di pajang di sana, di dinding restoran ini, atau di meja kasir, setidaknya apa yang saya suka masih bisa di bilang “perawan” dan tidak tersentuh budaya populis, karena merupakan hal yang tidak mengasyikkan lagi ketika musik  yang saya sukai atau band favourit saya harus berbagi pasar dengan band-band yang ingin di bilang keren itu, yang mencari pasarnya dengan menjual karya mereka sepaket dengan makanan cepat saji, dan berharap muda-mudi menyukai dan mengagumi mereka walaupun mereka memproduksi musik dan gaya hidup yang sangat buruk, karena restoran cepat saji itu ya hanya restoran, penyedia makanan instan untuk di makan, bukan tempat untuk jualan kaset atau promosi rekaman.

========================================================

rock against bush (2004), anti-war album and how to spoke revolution without anybody getting hurt

rock against bush

Banyak cara yang dilakukan untuk menentang kebijakan pemerintah,apalagi jika sebuah pemerintahan yang justru lebih cenderung menggunakan kebijakan militerismenya

——–

Berharap mendapatkan harta karun yang mengejutkan, sesekali saya membongkar-bongkar file dalam beberapa folder dalam hard disk eksternal  yang memang jarang sekali tersentuh, belasan atau mungkin puluhan folder berisi track-track band-band kesukaan berjejer masih dengan rapinya, dan mungkin ada sebuah folder yang hampir beberapa tahun belakangan semenjak rest-in-peace nya komputer (PC) saya beberapa tahun silam hampir tidak pernah saya sentuh padahal dulunya saya cukup sering memutarnya sambil mengerjakan tugas kuliah, folder itu berisi beberapa playlist dari album Rock Against Bush (2004) volume 1, album ini dulu saya dapatkan versi bajakan, atau lebih tepatnya cd burning version di lengkapi cover copy-an, tetapi tentunya saya lebih suka dengan materi isi albumnya.

sebuah kompilasi provokatif di era zamanya president George W Bush masih memimpin amerika, di mana saat itu sedang gencarnya melakukan invasi ke daerah timur tengah, dan album ini hadir sebagai oposisi tindakan pemerintahan amerika yang lebih senang berperang ketimbang mensejahterakan rakyatnya, dan album ini dulunya sangat menarik bagi saya, karena berisi track-track keren dari beberapa band punk rock-post punk dan hardcore yang masing-masing band-band itu dengan track andalan mereka yang rata-rata mengusung tema protes dan menentang kebijakan pemerintah Negara paman sam itu.

Banyak cara yang dilakukan untuk menentang kebijakan pemerintah,apalagi jika sebuah pemerintahan yang justru lebih cenderung menggunakan kebijakan militerismenya, karena perang dan menjajah merupakan sebuah ide buruk, beberapa band keren yang memang sudah tidak asing lagi  dan memang sudah di pastikan selalu vokal untuk menyuarakan kritik-kritik mereka, nama-nama seperti anti-flag, social distortion dan tentunya bandnya sang pencetus lahirnya kompilasi ini, Fat Mike, nofx

Kalaulah ada sama Fat Mike dan tentunya tak ketinggalan dengan band-nya nofx, selain sebagai pencetus kompilasi ini sekaligus memproduserinya, ya, album ini di keluarkan oleh labelnya sendiri Fat Wreck chord, dan di rilis pada  20 April tahun 2004, Fat sendiri berharap bahwa jangan sampai Bush Jr terpilih kembali dalam pemilu di amerika saat itu, saat itu Fat Mike sendiri enggan mengakui Bush Jr sebagai presidenya

Bush jr sendiri merupakan salah satu presiden dengan reputasi sangat buruk dalam sejarah dunia, beralih memburu terorisme kebijakan untuk menduduki wilayah timur tengah. Melihat presiden dengan latar belakang sebagai ceo dari grup kapitalisasi minyak terbesar Arbustro Energy tentu saja sudah diindikasikan bahwa minyaklah tujuan utama invasi tersebut

selain dapat mencitrakan Negara paman sam itu menjadi Negara yang punya track record teramat buruk di mata dunia dengan perang yang diciptakanya, tentu saja ini berimbas kepada perekonomian mereka yang justru memburuk pasca perang, jutaan dollar di alokasikan hanya untuk keperluan militerisme, sehingga Negara paman sam tersebut justru mengalami devisit keuangan yang hebat, keterpurukan perekonomian membuat perusahaan-perusahaan besar collapse dan terpaksa memberhentikan ratusan pekerjanya,

belum lagi pertumpahan darah dan nyawa yang jatuh dari penduduk sipil dalam invasinya di afganistan sangat jauh dari nilai kemanusiaan, dan tentunya yang namanya peperangan tidak membawa keuntungan bagi ke dua belah pihak, selain jutaan masyarakat sipil menjadi korban, sebaliknya juga ratusan tentara amerika melepas nyawa dengan sia-sia, dan kompilasi ini pun di rilis atas dasar hal tersebut kampanye dengan musik merupakan salah satu alternatif dan boleh di bilang provokatif, dan beruntung Fat Mike dan kawan-kawan mendapat dukungan dari beberapa band yang ingin ikut menyuarakan kritik-kritiknya di kompilasi ini.

Beberapa track menarik bagi saya adalah menyimak the offspring yang mengcover lagu mereka sendiri, yang pernah eksis di tahun 1989 “Baghdad”, di mana sebelumnya lagu itu berjudul “Tehran”,track ini di cover sedemikian rupa hingga tampil lebih bersih dengan aransemen yang sama, sedangkan the ataris membawakan covernya bad religion “heaven is falling” tapi dengan versi akustikan, selain itu juga munculnya Sum41 yang notabene band asal kanada, mereka membawakan track “moron”,  selain itu band punk gaek tidak absen dalam kompilasi ini, seperti social distortion, adapula pennywise dan descendent, Nofx sendiri membawakan “jaw, knee and music”

memang Bush Jr sendiri lengser dari jabatanya 6 tahun setelah rilisnya kompilasi ini, setidaknya andil perjuangan yang membuahkan sebuah revolusi memang tidak hanya bisa di suarakan dengan satu cara, banyak cara yang menurut saya terhormat untuk menyuarakan sebuah kritik dan perlawanan publik, dan tentunya track-track ini masij bisa kita nikmati sampai saat ini. selanjutnya mungkin kalau melihat negeri sendiri di Indonesia, dengan maraknya kasus korupsi, apa ada yang berniat buat kompilasi “melawan korupsi”?

track Rock against Bush volume 1

Nothing to do when youre locked away in a vacancy (none more black) – moron (Sum41) – warbrain (alkaline trio) – need more time (epoxies) – the school of assassins (anti-flag) – sink, florida, sink (againt me) – Baghdad (offspring) – lion and the lamb (the get up kids) – give it all (rise againt) – no w (ministry) – sad state of affairs (descendent) – revolution (authority zero) – paranoia! (the soviettes) – that`s progress (d.o.a) – overcome (rx bandita) – no voice of mine (strung out) – to the world (strike anywhere) – heaven is falling (the ataris) – god save the USA (pennywise) – normal days (denali) – the expatriate act (the world) – no news is a good news (new found glory) – basket of snakes (the firsk) – jaw knee, music (nofx) – it’s the law (social distortion) – the brightest bulb (less than jake)

========================================================

election is horror

POST

“kalau suatu saat nanti pada saat pemilihan umum, ada salah satu dari kontestan yang menawarkan pendidikan gratis, kesehatan gratis, menurut saya itu contoh calon pemimpin yang tidak realistis, dan mengajarkan masyarakatnya untuk malas bekerja, dan berharap pada barang gratisan, itu bukan hal yang baik”
***

Sebenernya aku menulis sebuah blog bukan untuk mengomentari perihal dilematis yang serius, tapi loh yang namanya sekedar membiaskan opini ala warung kopi bisa lah kita arahkan sesuatu yang sedikit mengomentari kondisi suatu peristiwa, apalagi peristiwa-peristiwa tersebut sangat lekat dengan lingkungan kita, mungkin juga pengaruh mood  klassik yang sedang memandang warna warni kota hingga tayangan TV yang semua bercerita sama, yaitu pemilihan umum, atau pemilihan pimpinan daerah,

Berbagai macam pencitraan, dan macam macam janji di jual, yeah…bukan rahasia umum lagi mereka obral macam macam program, eh perlu di kaji ulang sebenernya sih, tentang obral janji dengan pembeberan program itu dua hal yang berbeda, kenapa..? contohnya seperti ini : seperti seorang calon karyawan yang sedang interview dengan calon supervisornya jika seseorang yang obral janji seorang pelamar tersebut cenderung memposisikan dirinya selalu lebih baik di banding kemampuanya sendiri, mereka cenderung berpotensi untuk menarik perhatian seseorang dengan cara cara instant, semisal seorang calon marketing, di mana mereka yang obral janjikemungkinan  besar akan berkata saya akan bisa menjual produk anda over target setiap bulannya, saya akan capai angka angka yang fantastis

Bedanya dengan mereka yang semasa pencalonanya lebih membeberkan apa saja program kerjanya, orang – orang yang seperti ini notabene lebih memiliki pengalaman bidang yang mungkin sama, atau setidaknya kematangan pengetahuanya, setidaknya mereka lebih merencanakan apa apa saja yang akan jadi rencana kerja mereka ketika mereka menduduki sebuat posisi, semisal contohnya jika saya menjadi marketing, saya terlebih dahulu akan memfollow up rekan / relasi saya di perusahaan saya sebelumnya, dari beberapa prospek saya akan catat perkembanganya tiap minggunya, bahkan seorang yang yang teliti membeberkan program rencana kerjanya ketika Plan A mentok, jika saya gagal mendapatkan relasi yang baik saya akan evaluasi kinerja saya tiap minggunya dan ketika saya menghadapi kendala, saya akan bersedia meminta bantuan dari yang lebih ahli dalam hal tersebut,  yang itu bedanya, ketika seseorang yang lebih cenderung membeberkan progran kerjanya mereka cenderung lebih merendah, punya alternatif dan sedikit memiliki pilihan pilihan kebijakan yang lebih masuk akal.

Ketika memasuki era election kita sering banget dengar anekdot anekdot seperti “pendidikan gratis”, “pengobatan Gratis”, “bebas kejahatan” dsb, hal hal seperti menurut aku merupakan sebuah kampanye frustasi , kenapa frustasi…? Karena sebagian besar para pelaku (atau aktor) yang melakukan itu merupakan mereka yang notabene tidaklah punya strategi cara berfikir yang logis, bagaimana di sebut tidak logis..? ya kita sebagai masyarakat dapat menembak langsung kepada mereka, hmmm bisakah kita berfikir simpel seandainya aktor aktor itu terpilih dan benar mereka harus membuktikan janji janjinya, pertanyaannya “dari mana duitnya”, “siapa yang membayarkan biaya pendidikanya, pengobatanya, “dari mana dananya..???” tidak ada aspek pemikiran logis menyangkut hal ini, so kalau memang bisa anggaran menutupi biaya pendidikan, dan pengobatan, komoditas apa yang akan di jual..? so, apa ada guru, atau dokter yang mau di bayar pakai daun kelapa..? pikiran lebih sederhananya lagi, memangnya di dunia ini apa ada yang gratis, di jaman pipis di pasar aja bayar….?

Naiknya tingkat Golput dan turunnya tingkat partisipan pemilih dalam setiap pemungutan suara, sangat beralasan, tingkat pendidikan masyarakat yang membaik dan kebebasan pers yang membuka semua borok demokrasi yang menyorot aktor aktor safari membuat masyarakat sudah dapat berfikir kritis, dan cerdas. Bukanya bermaksud memprofokasi, tetapi aku pikir sebagian besar orang berfikiran sama yaitu apa gunanya meluangkan waktu kita hanya buat badut badut yang sudah bermadikan rupiah yang justru kerjanya tidak pecus, masyarakat bukan butuh pemimpin yang secara terang terangan bermuka dua, pamrih dan berpandangan sempit, apa gunanya memilih mereka yang tidak kenal dengan rakyatnya, jangankan kenal, bagaimana kalian mau memperbaiki perekonomian jika ke pasar saja gak pernah, bagaimana berbicara tentang kesejahteraan justru banyak orang orang kurang mampu di sekitar tempat tinggal kalian yang mewah dan mereka hanya bisa mencium asap knalpot mobil monil mewah kalian, dan rumah rumah kalian yang berpagar tinggi yang satpam dan ajudannya galak – galak, ooh its looser,

Masyarakat sudah bosan di suguhi lawak lawak demokrasi, badut badut intelektual yang berulah lagi lagi, mulai dari perselingkuhan, skandal seks, ribut pada saat rapat, main koboy di jalanan, pengekangan kebebasan berpendapat, dan apa lagi macam – macam jenis kebiadapan pelawak – pelawak tersebut, mereka tentunya harus sadar, kalian paksa kami ini yang dari golongan manusia – manusia sipil buat mendukung kalian dan mewakili kami untuk pundi-pundi rupiah yang kalian dapat dan kami semakin hidup tanpa kejelasan, sebagian dari kami meluangkan waktu kami, demi sebuah kepalsuan,

Dan mungkin mereka sudah banyak membagikan makanan bagi yang kurang mampu di masjid – masjid, membagikan uang dan kaos partai, membangun jalanan, turun ke lapangan, dan berbagai macam cara untuk memikat masyarakat, lalu kita sebagai masyrakat apakah akan menjadi sesuatu yang gampang tergadaikan oleh semua itu, seharusnya kita harus benar benar kritis dan cerdas, masyarakat mungkin lebih tau mana yang terbaik bagi mereka, dan apa yang terjadi ini tak lebih dari sebuah mimpi buruk di mana bermanis manis angin surga di hembus kan dan kita tak sadar bahwa kita sudah berada di mulut neraka pada saat kita bangun

Kalian yang bertanding di ring demokrasi tolong jangan kotori lingkungan kami, jangan memenuhi kota kami yang seharusnya bersih dengan muka – muka kalian yang sok di buat buat memanggil manggil kami untuk mendukung kalian, semua itu sia sia saja, hanya membuat kerja pembersih sampah akan lebih berat, tolong jangan memperburuk skenario horor ini, kami Cuma butuh merka yang memeringan langkah kami yang semakin berat dari hari ke hari, Memilih itu sebuah pilihan, politik itu sebenarnya tidaklah terlalu kotor, tetapi tangan – tangan para pemimpin-pemimpin yang berlomba lah yang telah mengotorinya

========================================================

suara media massa bukan suara rakyat

uprock83 – doc

Justru ketika kita di hadapkan dengan fakta bahwa   ekonomi sekarang sedang sulit – sulitnya di tambah masyarakat yang semakin tidak menentu, kemiskinan, ketidakadilan hukum,  anak- anak kita justru di di doktrinasi oleh kehidupan hedonisme yang menggambarkan kehidupan dunia ke 2, penuh selebrasi selebritas, trending korporasional budaya konsumerisme dan panggung hiburan semu”

******

Saya termasuk salah satu yang cukup update dengan tulisan-tulisanya Herry Sutresna,  baik berupa blog maupun media lain, mengingat saya juga penggemar hip hop 90an dan beliau mengetahui banyak skena hip hop era 80an di mana di era itu saya masih balita. Walau tidak semua referensi beliau cocok dengan kuping dan passion saya tentunya, well, kesempatan baik membaca sebuah tajuk dari newsletternya mas Herry – Uprock83, “suara rakyat bukan suara tuhan”, sebuah opini yang membuat saya juga ingin berpendapat, yeah saya mengamini tulisan mas Herry sendiri, saya kasih point 100 untuk artikel ini, setidaknya ini menghapus dosa – dosa beliau dengan beberapa artikelnya yang menyebalkan,

Mengutip pendapatnya Christipher R Weingarter yang berpendapat twitter merupakan perwakilan mayoritas yang bukanlah parameter musik yang layak dengar dan mengesampingkan siapa itu Jay Z dan Kanye west dalam artikel beliau yang notabene saya kurang mengenal musik mereka selain dari tajuk billboard dan media seperti Yahoo dan MTV, maka tidaklah salah ketika saya berpendapat jika media massa (tv, radio, majalah- majalah trendsetter dan musik dan lainya) merupakan salah satu biang kerok lahirnya mainstream yang di sebut industri musik, dengan menggenalisir selera musik secara umum dan mempromosikan trending fashion-fashionnya secara berlebih-lebihan, bertubi – tubi sehingga secara tidak langsung mendoktrinasi audiens untuk menjadi bagian dalam kesatuan trend yang tumpang tindih dan kurang jelas, bahkan sangat buruk.

Memang ada baiknya ketika media di jadikan sebagai objek ajaib yang menyuguhkan berbagai macam hal – hal edukatif sampai informasi terkini dan pengetahuan, tetapi peran komersialisasi media di dunia showbiz dan entertaintment justru menjadikan bom nuklir yang mengkontaminasi, seribu kali lebih parah dari reaktor nuklir di chernolbyl, yang tak hanya melahirkan mutant – mutant hidup dalam fisik yang normal, dan kita masih saja sampai di cekoki oleh hal – hal mainstream tersier seperti acara gossip, pencarian talent bakat, reality show sampai acara musik lipsync yang membuat dahi berkerut dan tak henti – hentinya saya terkadang mengumpat, “apa sih mutunya acara kaya gini,…tontonan apa ini..?”

Tidak habis berpikir saya, Justru ketika kita di hadapkan dengan fakta bahwa ekonomi sekarang sedang sulit – sulitnya di tambah masyarakat yang semakin tidak menentu, kemiskinan, ketidakadilan hukum,  anak- anak kita justru di di doktrinasi oleh kehidupan hedonisme yang menggambarkan kehidupan dunia ke 2, penuh selebrasi selebritas, trending korporasional budaya konsumerisme dan panggung hiburan semu yang di penuhi oleh artis – artis berpengetahuan pas – pasan yang tak lelah – lelahnya berdendang lagu cinta – cintaan, dan bersinergi dengan mainstream yang memfatwakan bahwa masa bercinta itu adalah masanya anak muda lalu puas – puaslah bercinta, ouw, whats on earth cunt shit folks!

Keping – keping domino pun terus berjatuhan hingga akhirnya saya bakal kebosanan sendiri ketika mendengar radio, lagu yang sama, jenis yang sama dan entah bagaimana rasanya menikmati lagu yang mendayu – dayu yang konon di gemari oleh ABG itu, dan saya cukup merasa bersyukur bukan lagu seperti inilah yang di dendangkan pejuang – pejuang kemerdekaan dulu, apa jadinya jika band – band semodel d,massive, sm*sh atau kangen band apalah itu sudah ngetop di jaman penjajahan, dan saya tidak cukup yakin Negara kita bisa menjadi merdeka.

Lalu kepingan domino berlanjut menghantam mentalitas pemuda, pemuda itu seharusnya menjadi pioneer pergerakan dan indikator tonggak pembangunan, bukan manusia yang dijadikan apatis dengan konsumsi yang menjadi formula pemikiran serba praktis, gak mau hidup susah tapi gak mau susah – susah, cukup berharap jadi selebritis hanya dengan ikutan talent show,atau upload video di youtube dan casting selebritis berisi pepesan kosong mimpi selebrita yang mendisplaykan kepopuleran dan uang yang jatuh dari langit dalam waktu satu malam, tak sedikit kisah yang berakhir dengan gilanya sang selebritis gak jadi itu dengan amblasnya uang puluhan juta, dan saya hanya bisa geleng – geleng dan berkata, yah memang mimpi, tapi itu mimpi buruk…selamat..hahaha!

Apa yang di beritakan media bukan presentasi kondisional dari seluruh audiens yang ada, bahkan mungkin tidak setengahnya bahkan seperempatnya, mungkin pendengar radio tidak seluruhnya menyukai band-band melayu jaman sekarang, karena ya hanya radio itu yang punya statement kalau lagu seperti itu merupakan lagunya anak muda jaman sekarang,…wow! Seolah tidak punya pilihan media – media seperti ini yang mensetting pola pikir audiens, mungkin separuh pendengar radio sangat menanti track – track dari metallica, the beatles, the cure atau bahkan John Denver, yang justru track seperti itu sangat jarang di era semua volume mendendangkan, “baby-baby”,” you know me so well” atau tracknya tetangga saya sekarang yang dengan pedenya memutar keras – keras “Seringkali kau merendahkan ku. Melihat dengan sebelah matamu. Aku bukan siapa-siapa. Selalu saja kau” dan sekarang saya harus men-turn up kan amazing gracenya dropkick murphys yang jadi penawar kontaminasi polusi suara akibat musik tetangga saya itu

Dan akhirnya blok-blok domino yang berjatuhan pun menuju reruntuhan paling akhir, yaitu filter diri sendiri, karena kita merupakan end user dari sasaran komersialisasi tersebut, kita tahu itu buruk dan kita juga bukan mutant hasil dari reaksi kimia berlebihan efek ledakan nuklir – nuklir dari selongsong senjata atomik yang saya sebut “media”, siapapun boleh mengkritisi dan siapapun boleh tidak sepakat, asal kita juga lebih tahu efek yang di hasilkan, dan harusnya kita juga yang faham betul bahwa media hanya media saja, sebuah objek bisnis yang berpegang pada prinsip ekonomi umum, mereka mencari untung sebanyak banyaknya dengan menjual hal – hal murahan yang kemudian memetamorfosekannya trend dan mempropagandakan bahwa itulah yang sedang jadi standart di kehidupan kita, lalu sampailah kepada kita yang akan ikut dengan arus tersebut atau tidak, cukup katakan “tidak suka” kalau memang tidak suka, karena suara mereka bukan merupakan mutlak suara kita. so…? To be infected or be filtered..?

========================================================

idealisme, bukan egoisme! bedakan!

2012-12-05-10-57-34

“Kalau ada yang membuat imprealis-imprealis dan para fundamentalis barat itu tertawa-tawa yaitu adalah keengganan bangsa kita untuk belajar dan memperbaiki diri menjadi lebih baik”

**** 

Terkadang sulit memahami sebuah pola pikir sesorang yang cenderung kontradiktif dengan latar belakangnya sendiri, kalau saja seorang punk rocker sekelas Milo Aukerman, Greg Graffin atau Dexter Holland  tidak memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik, mungkin saya dulu sewaktu masih duduk di bangku perkuliahan merupakan mahasiswa yang masih mengikuti para hipster tua dan maniak organisasi yang katanya idealis itu untuk memperlambat tahun kelulusan saya.

Membaca sebuah issue di publikasi media lokal kemarin,saya sebagai seorang alumni perguruan tinggi tersebut sempat mengingatkan saya jauh pada saat saya baru mengenakan almamater dan di mana kita di kenalkan dengan lingkup politik di sebuah universitas, dan mau tidak mau dan kalau boleh di bilang terpaksa, ya saya jalani, ya,sebagai anak bau kencur saat itu saya pernah menjalani hari-hari sebagai aktivis di mana para senior yang sangat rajinya mengkaderisasi kami si bau kencur, dan mengkoordinir di setiap aksi-aksi,

Bukanya tidak begitu peduli, memang dasarnya saya yang tidak tertarik, tentunya saya melakukanya dengan setengah mata dan senyuman kecut, berkumpul dengan aktivis senior penyuka lagu-lagu top fourty dengan segala macam penampilanya yang lebih mirip seorang penyanyi genre melayu berpadu dengan atribut bluesy yang berkiblat ke eranya axl rose yang seram-seramkan, sangat tidak membuat saya betah,

Idealisme memang wajar berbunga di sana-sini dalam sebuah retorika kampus, saya setuju dan sangat memahami itu, berpegang kepada nilai-nilai demokratis, penyampaian aspirasi memang hal lumrah, akan tetapi  kalau sampai mengesampingkan esensinya sendiri tentang posisi kita di suatu perguruan tinggi itu untuk apa, tentunya tidaklah akan lahir Milo, Greg atau Dexter holland yang lainya di atas muka bumi Indonesia itu, bahkan idealisme tanpa akal sehat itu sama saja bunuh diri dan siap-siap saja jadi bahan tertawaan di warung kopi dan elusan dada miris seorang anak jalanan yang notabene tidak bisa menyentuh bangku perkuliahan karena kekurangan dana,

Mungkin harus ada takaran ideal untuk menjadi seseorang yang kritis, untuk menjalankan idealisme anda tidak perlu menjadi egois, karena pemikiran yang di dasari egoisme cenderung keluar batas kewajaran, karena setiap statement anda, seprovokatif apapun walau memiliki kekuatan realitas yang mutlak tetap terdengar sangat dungu, hal ini yang justru membuat sebuah sisi oposisi mudah untuk memutarbalikan keadaan, dan audiens dapat menilai itu.

Sepertinya bukan barang kemarin sore kalau kita mengetahui seberapa banyak mereka yang tak sanggup menuju dan mengenyam bangku perkuliahan, tak sedikit dari sebagian dari rekan-rekan yang mengorbankan barang-barang berharga hanya sekedar ingin mempunyai gelar, walau kelak berguna atau tidak gelar mereka yang penting perubahan pola pikir merupakan keutamaan, sebuah kebanggaan bagi mereka yang jauh-jauh merantau hanya untuk membanggakan orangtua mereka. Akan tetapi sebagian dari mereka mengorbankan egoisme fasik berlabel idealisme, ini bukanlah hal yang bijak, sama seperti  fundies fasis yang mengecam konsernya lady gaga, niat baik dengan cara yang salah merupakan hal konyol dan omong kosong.

Kalau ada yang membuat imprealis-imprealis dan para fundamentalis barat itu tertawa-tawa yaitu adalah keengganan bangsa kita untuk belajar dan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dimana bangsa kita masih membutuhkan sebanyak mungkin kaderisasi yang edukatif, sebanyak mungkin yang bisa di produksi, berbahan bakar sebuah harapan dan cita-cita di situlah peran mesin diesel yang memutar gerigi-gerigi yang tak lelah-lelahnya memproduksi kaum intelektualis yang akan menggerakkan perekonomian, memberikan lapangan pekerjaan atau sekedar figuran kehidupan semu di kehidupan kalian semua.

Boleh saja kalau mau muak dengan sistem dan merupakan hal legal kalau ingin bersuara banyak, akan tetapi bersikaplah dewasa, karena umur kalian tidak bisa di bilang anak-anak lagi, bukan seseorang manja yang kalau tidak di beri permen akan mogok makan, ingat, idealisme tidak harus memaksakan egoisme, kalau memang tidak mau repot atau di repoti dengan persoalan akademisi, mending hijrah saja, silahkan masukan CV kalian ke leasing atau perusahaan sawit yang lebih butuh tenaga instan, tetapi kalau mau turun jauh mengkritisi, lakukan dengan hormat, lakukan sebagai seorang dewasa intelektual yang punya harga diri

Meskipun saya bukan seorang aktivis, dan dulu saya lebih sering menuliskan ketidaksukaan saya dalam bentuk zine yang tersebar, sebuah propaganda satir yang berbahasa sarkasme yang tercopy hingga ratusan buah, mulai dari kampus, sekolah hingga distro-distro dan warung kopi,  yang mengungkapkan sebuah makna amarah dalam diam, kesalnya saya dengan ulah pekerja tata-usaha sampai objektifitas dosen dalam memberi nilai, kita boleh marah asal tidak merugikan orang lain, apalagi justru membuat kita terlihat lebih dungu dari status kita sebenarnya, bukan itu hakekat dari sebuah perjuangan, bahkan sampai sekarang saya masih senang menuliskan apa yang saya lihat, karena bagi saya Nyala lilin itu redup, tetapi cukup untuk menerangi ruangan di kala gulita, dari pada membakar rumah sendiri hanya untuk menerangi seluruh desa.

========================================================

Review karyanya Keith Rosson

artwork : Keith Rosson

Saya tertarik dengan salah satu cover Ep nya the mighty fine- the burning rust  dalam download room mereka di internet, setidaknya artwork design cover mereka bukan hal asing bagi saya, karena saya juga pernah melihat artwork yang hampir mirip karakternya di covernya Death Is Not Glamorous yang terkesan minimalis tapi tetap keren, tentu saja semua design tersebut mengerucut ke suatu nama Keith Rosson, Keith seorang artworker, writer, dan design grafis asal Portland, dan namanya memang bukan nama asing dalam dunia scene dan grafis, terutama dengan keintimanya dengan dunia scene indie punk rock dan labelnya, yang kebetulan keith juga punya band Punk – Core, Neckties make me Nervous, dan juga sebagai author dan writer dari Avow Zine , sebuah zine non fiksi / memoir sejak tahun 1995,  yang berisi anekdot – anekdot, cerita pendek dan seputar artwork dan beberapa stuff buah karya Keith, Avow sendiri sudah terbit dalam bentuk Buku, The Best Intention : The Avow Anthology , beberapa tulisan dan zine – stuff milik Keith bisa kita simak di beberapa publikasi di internet.

death is not glamorous “wide eyes”  cover

Beberapa design buah pemikiran Keith memang sudah menjadi langganan beberapa band dan label indie, sebut saja, The Mighty Fine, Death is Not Glamorous, Abolotionist, Amanda Woodward dan lain – lain. Berbeda dengan beberapa designer lain yang artworknya biasa mengisi bebrapa kolom publikasi atau artwork band cover seperti Enrique Chagoya atau Frank Kozik misalnya, karakter artworknya Keith cukup punya karakter kuat, sehingga kalau kita terbiasa mengenali designya Keith maka kita pasti mengenalinya, walau di manapun artwork itu nangkring. Menurut penilaian saya, ciri khas dari artworknya Keith adalah kesan minimalisnya, beberapa sketch-nya terkesan acak – acakkan tapi tertata rapi dalam bentuk finishing, seperti bentuk kulit manusia yang punya karakter, pemberian Margin gambar yang tebal dan terkesan tegas, dan tentunya unik, dan semua artwork Keith juga mempertimbangkan semua deskripsi dan karakteristik customernya, sehingga di setiap design mereka juga melibatkan si customer itu, ya termasuk dari band – band itu, mereka maunya seperti apa dan kesan apa dan pesan apa yang akan di libatkan dalam artwork yang akan di buat

avow

Sama seperti semua pendekar grafis di era Microsoft, sentuhan photoshop pada karya – karya Keith rosson tidak bisa di sembunyikan, tapi inilah justru yang membuat artworknya berkarakter dan tentunya lebih terkesan rapi, dan so pasti skill menggambar dan beberapa teknik – teknik yang mumpuni menunjang bagaimana hasilnya nanti, sekali saya ingin menuliskan kesan yang berbeda ketika saya melihat karya artworknya Keith Rosson, benar – benar berkarakter dan punya identitas, sebenarnya saya tidak membeda bedakan beberapa grafis designer yang biasa mengisi publikasi independent, akan tetapi mungkin ada satu diantara mereka yang yang bisa di pelajari, karena dalam dunia seni apapun itu wujudnya, penilaian kepada hasil karya itu tidak bersifat mutlak, tetapi relatif, dan tentunya setiap karya bisa menimbulkan inspirasi bagi siapa saja yang melihatnya. Dan beberapa artwork dari Keith Rosson bisa memenuhi syarat – syarat ini, yup kalau mau kenal artworknya Keith main main aja di pagenya, Enjoy..

————————————————————————————————-
Artwork by Keith Rosson and also come to rock on to his page on www.keithrosson.com , and for Keith, I m already write “what I think” from your facebook yesterday but it in Indonesian, so I think you and your artwork are awesome, you make rocking artwork and cool stuff
————————————————————————————————-

 

yes, i m straight

artwork by : mcfat 2012

Di sebuah gigs punk , di tengah para moshpitter dan barisan berdebu, segala macam outfit kick ass kelas dewa dan distorsi yang bising, di tengah asap rokok dan aroma alkohol dan arak  seorang anak kuliahan yang mengenakan kaos putih 7 second dengan beberapa temannya, tentu saja outfit mereka kick ass, lebih memilih menyeruput susu kotak bersama – sama, tentu saja menjadi absurd diantara sesuatu yang lebih absurd bukan sekedar untuk buat matching – matchingan atau mau di bilang keren dan nyeleneh, tetapi lebih kepada penjabaran dari sebuah aplikasi prinsip, karena punk gak mesti harus di deskripsikan dengan alkohol ataupun apa saja yang menurut sebagian orang itu negatif. Akan tetapi bagaimana menjadi satu kesatuan dan saling berbagi lebih di rasa punya makna lebih dari mentertontonkan sisi egoisme dari idealis

                        ———————————

“I’m a person just like you, But i’ve got better things to do ,Than sit around and fuck my headHang out with the living deadSnort white shut up my nose ,Pass out at the showsI don’t even think about speedThat’s something I just don’t needI’ve got the straight edge (minor threat)”

———————————

Jauh sekali dari jamannya Ian MacKaye di tahun 1981 yang justru dedikasinya dengan band dan sebuah pergerakannya bisa di bilang singkat hanya 3 tahun, ya Minor threat itu tahun aktifnya cuma 3 tahun, bayangkan sesuatu yang singkat buat sebuah eksistensi ideologis yang benar benar tertanam ke mana – mana sampai sekarang, hal ini merujuk bahwa penyuka musik punk itu gak hanya datang dari kalangan broken home, anak jalanan,dan anak pemberontak, banyak juga the mommy kids yang sayang sama mamanya, yang dulunya waktu ke sekolah kalau mau berangkat ke sekolah cium tangan bapak – ibunya, atau seorang nerd di kelas yang suka di bully, dan sebagainya, perkembangan straight x sendiri di wariskan oleh sebagian scene punk mulai dari pergerakanya youth crew, militan ala earth crisis sampai generasi era 1990-2000an dengan nama – nama seperti  Gorilla BiscuitsJudgeBoldYouth of Today, silahkan check sendiri lah nama – nama ini di youtube.

Straight sendiri merupakan sebuah pilihan untuk memilih bisa hidup tanpa harus menggunakan hal – hal negatif, sebagian menterjemahkanya dengan item – item konsumtif seperti rokok, drugs minuman keras dan free seks, karena sudah terdoktrinasi kepada khalayak awam kalaulah punk dan hardcore itu gudangnya pemakai narkoba, kaum hedonis dengan perilaku menyimpang, sebagian besar mereka yang mengaku x straight menyukai punk atau hardcore akan tetapi memilih untuk tidak mengambil sisi merusak, atau sisi buang – buang uang dan penyitaan waktu yang di rasa tidak penting, dan tentunya tidak merusak esensi mereka sebagai kelompok penyuka punk dan hardcore, ada pula yang berpandangan jika membangun diri jauh lebih baik, selain itu dapat menjadi sebuah pencitraan yang lebih baik untuk melawan labelisasi masyarakat awam.

Seseorang beralasan untuk mengkonsumsi opium, drugs dan alkohol, ada yang menjadikan zat adiktif ini sebagai sahabat, pelampiasan emosional yang tak terpuaskan, di latar belakangi rasa kecewa, frustasi atau stress yang berlebih, sehingga sebagian pecandu mengalami paranoid yang sering muncul, tetapi sebagian dari mereka pula mengkonsumsinya sekedar untuk identitas diri dan kelompok, di level ini pengguna sendiri merasa drugs dan alkohol merupakan lifestyle yang tidak bisa di lepaskan dari keseharian pengguna ini, apalagi bagi mereka yang merasa labil dalam pencarian jati diri, sehingga pengaruh buruk seringkali mudah di cerna bagi mereka, dan saya tidak bisa menyalahkan siapa saja yang menjadikan barang – barang ini menjadi bagian dari episode kehidupanya, dan hal ini terintegrasi dengan kebudayaan massal baik musik bahkan olahraga, sehingga banyak sekali stigma buruk terhadap musisi yang beredar pada masyarakat awam, apalagi ketika musik ini sudah menjadi sebuah budaya komunal dan punk atau hardcore salah satunya

Sebenarnya di era sekarang yang namanya x-straight tidak mesti jadi labelisasi dan endorsement scene punk minoritas, tetapi banyak di pakai dalam labelisasi scene lainya yang di mana pada setiap aktivitasnya selalu di identikan dengan kekerasan, drugs, obat bius, alkohol dan seks bebas, dan biang kerok yang membuat mata saya menjadi lebih luas untuk memperkenalkan dunia straight ya tentu lagi youtube dan myspace, dan lagi – lagi youtube yang mengenalkan saya dengan mixtape, track dan playlist straight hip hop, memang nama – nama mereka bukan nama kemarin sore, bahkan sebagian sudah jadi ikonik baku soal straight, well done, minum coca cola is okay, tapi tidak dengan alkohol, xdbcx, Chyper Edge, sampai Reign of Terror, dan sekali lagi silahkan kenalan dengan mereka di youtube.

Selangkah demi selangkan dan berjalan beriringan boleh dong seorang straight, dan seorang nerd di akui eksistensinya bukan sebagai seorang yang sok untuk mencari pencitraan tapi tentunya pilihan dalam memilih dan berpandangan, lalu mau kamu seorang punk, hardcore, metal, skateboarder, hip hopers, party hipster atau sosialita sekalipun kamu, kalau kamu punya prinsip setidaknya kamu bisa mengangkat identitas seseorang dan identitas komunitas keseluruhan, menjadi straight akan mematahkan fatwa yang berkata musik dan budayanya selalu lekat dengan alkohol, drug dan seks bebas, gak selamanya penggemar Nofx atau Rancid suka sama alcohol, atau harus pakai Heroin dan “poppy” kalau mau headbangers di konsernya hatebreed atau lamb of god, being smart better than be nothing, and drugs will give you nothing. So its my choice, what about yours…?

========================================================

unspoken secret – the lettering from silence

“Dan kitapun terus berteman, ya aku menganggapmu teman yang sangat baik, dan aku cukup terkejut terkadang kamu mengomentari penampilanku, cara berpakaianku, wah aku sangat senang sekali tentunya, itu maknanya tak di sangka engkau terkadang juga memperhatikan aku dalam diammu, aku tau, kamu mungkin ingin mengenalku lebih jauh, ya sebagai seorang teman tentunya”

mcft mrtshn 2012

Secangkir susu hangat malam ini mengantarkanku berpetualang di alam imajinasiku yang kosong, di sini, di otakku, di mana ada reaksi kimia yang entah apa namanya, terus muncul dan susu hangat tadi seolah sebagai stimultan yang merangsangnya lebih lebih dalam lagi…lebih dalam lagi ke dalam imajinasi itu………hmm

hmmmm… Aku tentu saja masih ingat bahasa tubuhmu, caramu berpakaian, cara kamu berbicara, lentik jarimu, cara dudukmu, semua itu memang sebuah ungkapan non verbal bagi siapa saja yang berada di dekatmu, tak lupa di balik semua itu yang mendeskipsikan kamu ke sebuah orientasi sensual yang sangat, kamu itu hot, sangat sangat hot, kamu lebih hot dari model panas manapun juga, itu semua menutupi senyummu yang biasa saja, tapi aku tau di balik gayamu yang seduktif itu, kamu juga cerdas, sangat cerdas dan sekali lagi kamu benar benar cerdas dan aku mengetahui itu, karna kecerdasanmu menjadikan kamu itu adalah tumpuan, dan kamu cukup senang dengan hal itu

Pernah mengenalmu di saat yang tak terduga, bukan suatu berkah yang baik, tapi aku cukup senang…. mulanya aku hanya berfikir kamu adalah seseorang yang sama dengan mereka yang ada di tempatmu tumbuh, tetapi di saat yang lain, di sisi yang lain kau mulai memberanikan diri berteman dengan denganku, sosok yang biasa biasa ini. dan seperti biasa aku tak terlalu memperdulikanmu selain berfikir kamu adalah sesuatu yang cukup menarik yang mau berteman denganku

Aku terkadang sengaja tak begitu memperhatikanmu, dan dan terkadang kamu juga sangat tak memperdulikanku, mungkin kita di saat saat itu terlalu sibuk dan asik dengan dunia kita masing masing, terkadang aku sedikit menyempatkan diri memandangmu, memperhatikanmu, walau sejenak….hihihi aku suka dengan raut muka seriusmu, kamu  sedikit cemberut, sisanya kamu suka dengan ekspresi yang datar, aku selalu mengagumi kamu, karna kamu adalah seorang yang sangat cerdas dan pintar…..wah walau sejenak memperhatikanmu rasanya menyenangkan, aku cukup senang walau hanya bisa memperhatikanmu, walau terkadang ingin sekali aku memanggilmu, mengajakmu berbincang bincang, tapi mungkin kamu terlalu asik dengan duniamu, yaah, aku hanya bisa memandangmu dengan sekilas,

Dan kitapun terus berteman, ya aku menganggapmu teman yang sangat baik, dan aku cukup terkejut terkadang kamu mengomentari penampilanku, cara berpakaianku, wah aku sangat senang sekali tentunya, itu maknanya tak di sangka engkau terkadang juga memperhatikan aku dalam diammu, aku tau, kamu mungkin ingin mengenalku lebih jauh, ya sebagai seorang teman tentunya. Aku suka sekali ketika aku mendengarmu mengeluarkan statement2 yang konyol tentang aku, tapi bagi aku tidaklah tersinggung mendegarnya, malah aku cukup senang, itu maknanya kamu adalah seseorang yang asik di ajak bercanda, dan tentunya kita semakin akrab.

Tapi aku kesal, ketika aku sudah cukup mengumpulkan keberanianmu untuk sekedar menegurmu, memulai pembicaraan, atau bercanda denganmu kamu justru sangat asik dengan kesibukanmu, duniamu. Harusnya kamu tau mengumpulkan keberanian itu sulit bagiku, dan aku sangat kecewa….kecewa sekali, beruntung teman temanku dapat mengalihkan itu, melupakanmu sejenak, dengan tidak melihatmu, setidaknya mengurangi kekesalanku, dan ingin sekali aku bergumam….kamu menyebalkan…

Tapi kamu memang selalu muncul di dalam kondisi yang tak terduga, aku masih ingat hangat sentuhan kecilmu di pundakku, berkali kali, kamu berkali kali mengulangi itu, entah kamu tersadar atau tidak, sentuhan itu sangat hangat, benar benar hangat, sehangat silaunya sore hari di temani secangkir the manis. Aku cukup senang karena kamu sering datang di saat tepat yang tak terduga, di kala aku lelah, di kala aku terbalut emosi dan sedikit frustasi, sentuhan sentuhan kecil itu bagaikan antibiotik yang meredakan sakit kepala yang berat, kamu transformasikan energi, entah itu energi sejenis apa yang mereduksi bagaikan senyawa akut yang meredakan setiap beban di hatiku, dan mengikisnya perlahan, aku tau kamu punya formula untukku dan di setiap saat saat aku rapuh, dan sambil meredakan lelahku, kamu juga sering menyisipkanya dengan memberiku semangat dan agar percaya bahwa aku ini sebenarnya seseorang yang kuat, dan aku cukup terharu setidaknya kamu memperhatikan aku sangat walau sejenak

Sekali lagi sentuhan itu, kata kata penyemangat itu benar benar bekerja maha dashatnya karena aku benar benar terkontaminasi denga lembutnya sentuhanmu dan kata kata penyemangatnmu yang membakar bagai batu bara dalam kereta uap yang sanggup mengarungi pegunungan yang terjal

Di sini aku tidak lagi berpikir kamu itu bukan hanya sesuatu yang menarik, tetapi menakjubkan, mengagumkan, kamu itu sesuatu yang luar biasa, ingin sekali rasanya aku mengajakmu tak lebih sekedar minum teh bersama, atau apalah, aku ingin sekali berbincang bincang dengan mu, membelai rambutmu itu, mencubit pipimu yang menggemaskan, memuaskan rasa manjamu, bercanda denganmu, memotretmu…ah..

Tapi entahlah, sampai suatu saat kita harus di pisahkan oleh sang waktu, di mna mungkin untuk beberapa saat atau entah sampai kapan kita tidak akan berjumpa, mungkin itu sangat lama, aku tidak pernah tau, hmmmm….sunggu di sini aku berfikir bahwa mengenalmu di saat yang sangat sejenak ini sungguh sesuatu yang menyebalkan, kenapa juga aku harus kenal kamu, ataukah kita memang cukup di takdirkan berteman dalam waktu yang sesaat, atau memang kita hanya di jadikan figurant bagi kehidupan kita masing – masing, atau apa…ah entah, dan aku masih sangat berharap aku masih bisa bertemu denganmu, walau di saat itu kamu sudah lupa denganku…

Silence is still hurt, but silence will depict million reason to tell that I like you very much, and I still watching you even you never know it
 
Mcftmrtshn 2012 rocking secret

================================================================

sedikit review, so long astoria (the ataris)

Sebenarnya saya cukup punya banyak waktu luang untuk bermain-main dengan laptop dan microsoft word, dan kalau saya menyempatkan diri untuk menulis, saya ingin mereview salah satu album terbaik yang pernah saya denger, sebenarnya sudah lama ingin mereviewnya hanya saja rasa malas melebihi berat barbel yang biasa saya angkat di pusat kebugaran tongkrongan saya. Dan akhirnya rasa malas itu harus saya lawan.

——————————————————————————————————————————————————-

front41Bagi pendengar pop punk alternatif atau lebih sering banyak di senggol dengan istilah skate rock, mungkin sudah banyak yang mengetahui album band yang satu ini, the ataris memang pernah punya album yang sangat bagus untuk di review, sebelumnya band ini lebih cenderung memainkan 90`s punk rock seperti halnya blink 182 atau the offspring, tetapi pengaruh “emo” yang masuk di tahun 2000an banyak mempengaruhi musik band yang sebelumnya merilis album lewat label indie kung fu record ini

So long astoria adalah sebuah masterpiece dari the ataris, di rilis sudah cukup lama pada 19 agustus 2002 oleh Ocean Studios, Burbank, California. Yang menjadi salah satu album terbaik yang pernah saya dengar, entah bagaimana caranya mereka membuat semua lagu dalam album ini menjadi sarat makna, dan tak ada lagu di album ini yang kualitasnya asal-asalan

Ada 13 track dalam so long astoria dan semua lagu dalam album ini menurut saya semuanya adalah lagu andalan, walau pertama kali yang mungkin menarik kita adalah recover track the boys of summer, track ini di cover dengan begitu atraktif, seolah olah memang lagu ini ciptaan the ataris itu sendiri, selanjutnya ada in this diary, berbicara tentang sebuah lagu, saya sepakat jika lagu yang bagus itu bisa di bawakan dalam 2 versi, yaitu versi asli (ordinary track) lalu versi akustik, dan Kris Roe membuktikan itu, in this diary memang muncul dengan full musik di album ini, tetapi track itu juga sama kerennya ketika di bawakan dalam versi akustik.

Hampir semua track dalam so long astoria punya lirik yang bagus dan menarik di simak, my reply, unoppened letter to the world, the hero dies in this one, dan lain lain di arransemen secara jenius, mengapa jenius.? Karena mereka bisa membuat irama pop punk menjadi sebuah setelan menarik yang akrab dengan telinga, mereka berhasil membuat genre yang di identikkan dengan beat yang cepat dan distorsi yang dinamis menjadi sebuah karya melankolik yang punya kekuatan di setiap lirik-lirik yang di tulisnya menjadi sebuah album yang sarat makna.

Dan tak lupa di setiap album band yang punya musik dengan ritme yang relatif cepat selalu menyertakan satu atau beberapa buah track yang punya ritme lebih lambat, fungsinya bisa jadi untuk di jual atapun setidaknya menjadi track yang sifatnya “calming down” diantara track lain yang iramanya lebih cepat, so di album ini punya satu lagu bagus, kalau di simak selain maknanya yang bagus, the saddest song cocok di dengar sambil tiduran di siang yang panas.

Saya bisa memberikan 5 jempol untuk keberhasilan the ataris memproduksi so long astoria dengan track-track bagusnya yang walau sudah lewat masa dan waktunya, track-track dalam album ini masih bisa cocok di putar di masa sekarang, dan sampai kapanpun. Keberhasilan dalam mengkombinasikan punk pop-rock dengan aroma emo yang saat itu sedang muncul sebagai genre dan kultur baru dalam skena indie di amerika.

Sayangnya inilah album terakhir mereka yang sangat tendensius, di karya-karya mereka selanjutnya saya tidak punya penilaian apapun, karena banyak band-band yang dulunya memulai orbitnya dengan kultur dan musik punk rock mulai berubah sedikit demi sedikit, lalu seiring perubahan jaman dan selera musik dan perubahan selera pasar, pergantian personel banyak merubah corak musik the ataris di karya-karya mereka selanjutnya.